News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fenomena Confirmation Bias, Membentuk Cara Publik Menilai Konflik Publik Figur

Fenomena masyarakat yang cepat membentuk opini terhadap konflik figur publik dinilai semakin kuat di era digital. 
Senin, 11 Mei 2026 - 19:11 WIB
Pengamat Komunikasi, Agustina Widyawati, S.Sos.,M.I.Kom
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Fenomena masyarakat yang cepat membentuk opini terhadap konflik figur publik dinilai semakin kuat di era digital. 

Hanya dari potongan video, unggahan ulang, hingga komentar viral di media sosial, publik kerap merasa telah mengetahui keseluruhan persoalan tanpa memahami konteks maupun proses hukum yang sebenarnya berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengamat komunikasi Agustina Widyawati, S.Sos., M.I.Kom menilai kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena confirmation bias, yakni kecenderungan seseorang lebih mudah mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinan awal yang sudah dimiliki. 

Dalam praktiknya, masyarakat cenderung memilih narasi yang memperkuat opini mereka terhadap seseorang, terutama ketika kasus menyangkut figur publik yang telah lama menjadi sorotan media.

Menurut Widya, budaya digital saat ini mendorong munculnya instant judgment atau penghakiman cepat karena publik lebih banyak mengonsumsi informasi singkat dan emosional dibanding penjelasan yang utuh. 

Ia menjelaskan, masyarakat sering kali hanya melihat sebagian kecil dari sebuah persoalan, sementara emosi publik terhadap tokoh tertentu membuat keinginan mencari fakta secara menyeluruh menjadi berkurang.

Fenomena tersebut kembali terlihat setelah polemik lama antara musisi Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Isu dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah mencuat dalam konflik rumah tangga keduanya kembali menjadi perhatian setelah beredarnya dokumen penghentian penyidikan atau SP3 dari kepolisian terkait laporan yang pernah diajukan Maia.

Dalam dokumen tersebut, penyidik menghentikan proses hukum karena dinilai tidak terdapat cukup bukti untuk melanjutkan perkara. 

Widya menilai kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan antara persepsi publik dengan fakta hukum yang tersedia dalam proses penyidikan.

Ia menjelaskan, dalam teori agenda setting yang diperkenalkan Maxwell McCombs dan Donald Shaw, media memiliki pengaruh besar dalam menentukan isu apa yang dianggap penting oleh masyarakat. 

Karena konflik Ahmad Dhani dan Maia Estianty terus menerus mendapat sorotan media dan media sosial selama bertahun-tahun, publik akhirnya lebih fokus pada sisi tertentu yang paling sering muncul dalam pemberitaan.

Dalam kasus kekerasan terhadap perempuan, masyarakat tetap perlu memiliki keberpihakan terhadap korban karena mayoritas kasus KDRT memang dialami perempuan dan banyak korban menghadapi kesulitan saat mencari keadilan. 

Namun, keberpihakan tersebut tetap perlu dibarengi dengan kehati-hatian dalam menyimpulkan suatu perkara, terutama ketika proses hukum belum selesai atau bukti belum sepenuhnya terungkap.

“Padahal kita sering cuma lihat sebagian kecil dari sebuah persoalan. Apalagi kalau kasusnya menyangkut figur publik, emosi publik biasanya jauh lebih kuat dibanding keinginan untuk mencari fakta secara utuh,” ungkap Widya, Senin (11/05/2026).

Ia juga menilai media sosial membuat persoalan kompleks menjadi terlihat sederhana agar mudah dikonsumsi dan memancing reaksi publik. Akibatnya, masyarakat sering sulit membedakan antara opini, dugaan, dan fakta hukum.

Dalam kajian komunikasi, kondisi tersebut dikenal sebagai trial by social media, yakni penghakiman sosial yang terjadi di ruang digital sebelum adanya keputusan hukum final. Menurut Widya, konflik rumah tangga figur publik sangat mudah berubah menjadi konsumsi massal karena memiliki unsur emosional yang kuat dan dekat dengan rasa ingin tahu masyarakat.

Ia menambahkan bahwa simpati publik terhadap perempuan dalam kasus rumah tangga sering muncul karena masyarakat melihat adanya narasi perjuangan, rasa sakit, maupun pengalaman emosional yang dianggap dekat dengan realitas banyak perempuan lainnya. Di sisi lain, citra seseorang di media juga sangat memengaruhi bagaimana publik membentuk penilaian.

“Di era digital sekarang, sesuatu yang ramai dibicarakan belum tentu sepenuhnya benar, dan sesuatu yang terlihat jelas di media belum tentu menggambarkan realitas secara utuh. Ini perlu dipahami,” pungkasnya.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapkan Aplikasi Pengaduan Rokok Ilegal, Dedi Mulyadi: Siapa yang Lapor akan Dikasih Hadiah

Siapkan Aplikasi Pengaduan Rokok Ilegal, Dedi Mulyadi: Siapa yang Lapor akan Dikasih Hadiah

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan Pemprov Jabar menyiapkan aplikasi pengaduan online disertai insentif bagi masyarakat.
Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Residivis, Pernah Dipenjara 1 Tahun 4 Bulan

Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Residivis, Pernah Dipenjara 1 Tahun 4 Bulan

Taufik Hidayat tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Kabupaten Bandung ternyata merupakan residivis. Dia pernah dipenjara.
Soal Penataan Kabel Semrawut di Jakarta, Pramono Sudah Tanda Tangani Perda

Soal Penataan Kabel Semrawut di Jakarta, Pramono Sudah Tanda Tangani Perda

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dirinya telah menandatangani Perda terkait penataan kabel di ibu kota.
287 WNA dan 4 WNI Jadi Tersangka Kasus Judi Online Hayam Wuruk, WNA Terbanyak dari Vietnam

287 WNA dan 4 WNI Jadi Tersangka Kasus Judi Online Hayam Wuruk, WNA Terbanyak dari Vietnam

Sebanyak 287 WNA dan empat WNI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus judi online Hayam Wuruk oleh Bareskrim Polri. 
Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Capai 589 Orang dan Ribuan Lainnya Terluka

Update Gempa Venezuela: Korban Tewas Capai 589 Orang dan Ribuan Lainnya Terluka

Plt Presiden Venezuela Delcy Rodriguez mengatakan jumlah korban tewas akibat gempa yang mengguncang Venezuela bertambah.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Cape Verde Vs Arab Saudi

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Cape Verde Vs Arab Saudi

Duel Cape Verde kontra Arab Saudi akan menjadi salah satu duel paling menentukan pada matchday terakhir Grup H Piala Dunia 2026.

Trending

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Miris! Kasus Kekerasan pada Anak 12 Tahun Terbongkar, Polisi Tetapkan Ibu dan Seorang Pria 46 Tahun sebagai Tersangka

Polresta Tangerang menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak berusia 12 tahun. Salah satunya merupakan ibu kandung korban
Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Petani Labura Tewas usai Dianiaya, Kapendam Benarkan Ada Keterlibatan Anggota TNI

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Sandy membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh anggota TNI terhadap warga
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Norwegia Vs Prancis

Norwegia dan Prancis sudah memastikan diri lolos ke babak 32 besar berkat kemenangan di dua laga awal. Duel dini hari nanti akan menentukan status juara Grup I Piala Dunia 2026.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Senegal Vs Irak

Senegal dan Irak pun mesti menggantungkan nasib melalui mekanisme peringkat ketiga terbaik. Keduanya saat ini belum mengantongi poin usai dikalahkan Norwegia dan Prancis di dua pertandingan awal Piala Dunia 2026.
Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Siap-Siap Diserbu Rezeki! 6 Zodiak Paling Bercuan Deras di 28 Juni 2026: Aquarius Ketiban Durian Runtuh

Memasuki Minggu, 28 Juni 2026, sejumlah zodiak diperkirakan memiliki peluang lebih besar untuk menikmati keberuntungan dalam hal keuangan. Siapa saja mereka?
Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Gelar Dialog Nasional, KPPG Tekankan Perang Penting Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar Sarasehan dan Dialog Nasional Perempuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Selengkapnya

Viral