News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui

Judi online bukan sekadar pelanggaran moral, tetapi juga tindak pidana yang diancam hukuman penjara hingga 10 tahun dan denda miliaran rupiah. Simak aturan KUHP, UU ITE, serta dampak sosialnya.
Rabu, 17 Juni 2026 - 00:17 WIB
Ilustrasi Judi Online Bisa Bikin Masuk Penjara! Ini Aturan KUHP, Jerat Hukum, dan Dampak Sosial yang Wajib Diketahui
Sumber :
  • Ilustrasi AI

tvOnenews.com - Fenomena judi online belakangan menjadi perhatian serius pemerintah karena dampaknya yang terus meluas. Tidak hanya menyasar orang dewasa, praktik perjudian digital juga mulai menjangkau kalangan pelajar dan anak-anak. 

Pemerintah melalui berbagai lembaga terkait berulang kali mengingatkan bahwa judi online bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan ancaman sosial yang dapat merusak kehidupan keluarga, kesehatan mental, hingga stabilitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data yang pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Hadi Tjahjanto, menunjukkan bahwa jumlah pemain judi online di Indonesia telah mencapai angka yang mengkhawatirkan. 

Sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat menengah ke bawah dengan nominal taruhan berkisar Rp10 ribu hingga Rp100 ribu. 

Bahkan ditemukan pula pemain berusia di bawah 10 tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa perjudian digital telah berkembang menjadi persoalan nasional yang membutuhkan penanganan komprehensif.

Laporan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga menunjukkan besarnya perputaran dana dalam aktivitas perjudian online. 

Dalam beberapa tahun terakhir, nilai transaksi yang terindikasi terkait judi online mencapai ratusan triliun rupiah. 

Kondisi tersebut mendorong pemerintah memperkuat pengawasan transaksi keuangan, pemblokiran situs, hingga penegakan hukum terhadap pelaku dan penyelenggara perjudian.

Perjudian Menurut KUHP: Bukan Sekadar Permainan, tetapi Tindak Pidana

Dalam perspektif hukum Indonesia, perjudian merupakan perbuatan yang dilarang dan dapat dikenakan sanksi pidana. Ketentuan mengenai perjudian telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) lama maupun KUHP baru yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Pasal 303 ayat (1) KUHP lama menyebutkan bahwa siapa pun yang tanpa izin menawarkan kesempatan bermain judi, menjadikan perjudian sebagai mata pencaharian, atau turut serta dalam perusahaan perjudian dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp25 juta.

Sementara itu, Pasal 303 bis KUHP mengatur sanksi bagi mereka yang ikut bermain judi. Pelaku dapat dikenakan pidana penjara paling lama empat tahun atau denda maksimal Rp10 juta.

Dalam Pasal 303 ayat (3) KUHP dijelaskan bahwa perjudian adalah setiap permainan yang memungkinkan seseorang memperoleh keuntungan berdasarkan unsur keberuntungan, keterampilan tertentu, atau pertaruhan atas hasil perlombaan dan permainan lainnya.

Menurut penjelasan ahli hukum pidana R. Soesilo dalam *Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal*, pihak yang menyelenggarakan perjudian dikenakan Pasal 303 KUHP, sedangkan pemain atau peserta perjudian dapat dijerat Pasal 303 bis KUHP.

Mulai tahun 2026, ketentuan tersebut diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal 426 UU Nomor 1 Tahun 2023 menyatakan bahwa setiap orang yang tanpa izin menawarkan atau menyediakan kesempatan berjudi sebagai mata pencaharian dapat dipidana penjara paling lama sembilan tahun atau denda kategori VI sebesar Rp2 miliar.

Sedangkan Pasal 427 mengatur bahwa setiap orang yang menggunakan kesempatan bermain judi tanpa izin dapat dipidana penjara paling lama tiga tahun atau denda maksimal Rp50 juta.

Jerat Hukum Judi Online Menurut UU ITE

Selain diatur dalam KUHP, praktik judi online secara spesifik juga diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang terakhir diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024.

Pasal 27 ayat (2) UU ITE menyebutkan bahwa setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang bermuatan perjudian.

Artinya, tidak hanya bandar atau operator situs judi yang dapat dijerat hukum. Pihak yang membantu menyebarkan, mempromosikan, atau mengiklankan situs judi online juga berpotensi terkena sanksi pidana.

Ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2024. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa pelaku dapat dikenakan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda maksimal Rp10 miliar.

Jerat hukum ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam memberantas praktik perjudian digital yang terus berkembang. Selain penindakan pidana, pemerintah juga melakukan pemblokiran situs dan rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas perjudian.

Mengapa Judi Online Terus Berkembang?

Meski berbagai aturan telah diterapkan, praktik judi online masih terus bermunculan. Salah satu penyebab utamanya adalah kemudahan akses internet dan transaksi digital.

Dalam tesis berjudul *Tindak Pidana Perjudian Online Melalui Media Internet*, Hadiyanto Kenneth menyebutkan setidaknya ada dua faktor yang mendorong perkembangan judi online di Indonesia.

Pertama, upaya pencegahan yang dinilai belum optimal sehingga masih banyak situs perjudian yang dapat diakses masyarakat. Bahkan, sejumlah platform sempat ditemukan memasang iklan secara terbuka di internet.

Kedua, penyalahgunaan fasilitas perbankan dan layanan pembayaran digital yang memudahkan proses transaksi perjudian secara cepat dan sulit dilacak oleh masyarakat awam.

Dari sudut pandang ilmu sosial, fenomena ini juga dapat dijelaskan melalui Teori Ketergantungan Media. Teori tersebut menyebutkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada media untuk mendapatkan informasi dan hiburan. 

Akibatnya, promosi judi yang tersebar di media sosial dapat dengan mudah memengaruhi perilaku pengguna.

Sementara itu, Teori Belajar Sosial yang dikemukakan Albert Bandura menjelaskan bahwa seseorang cenderung meniru perilaku yang diamati dari lingkungan sekitarnya. Dalam konteks judi online, seseorang dapat terdorong ikut bermain setelah melihat teman atau kerabat memperoleh kemenangan.

Adapun Teori Strain dari Robert K. Merton menjelaskan bahwa tekanan ekonomi dan kesulitan mencapai tujuan finansial melalui cara yang legal dapat mendorong sebagian individu mencari jalan pintas, termasuk melalui perjudian online yang menjanjikan keuntungan instan.

Dampak Sosial yang Tidak Bisa Diremehkan

Dampak judi online tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya. Banyak kasus menunjukkan bahwa kecanduan judi menyebabkan konflik rumah tangga, utang menumpuk, perceraian, hingga tindak kriminal.

Salah satu kasus yang sempat menyita perhatian publik adalah peristiwa seorang polisi wanita yang membakar suaminya karena diduga menggunakan gaji keluarga untuk berjudi online. Kasus tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana perjudian dapat menghancurkan hubungan keluarga.

Selain kerugian ekonomi, kecanduan judi juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, depresi, hingga perilaku impulsif.

Dalam perspektif agama Islam, perjudian atau maysir secara tegas dilarang. Al-Qur'an melalui Surah Al-Baqarah ayat 219 serta Surah Al-Ma'idah ayat 90-91 menjelaskan bahwa perjudian mengandung dosa besar karena berpotensi menimbulkan permusuhan, kebencian, serta menjauhkan manusia dari nilai-nilai kebaikan.

Karena itu, penanganan judi online memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup edukasi, penguatan literasi digital, pengawasan keluarga, dukungan sosial, serta penegakan hukum yang konsisten. 

Dengan kombinasi langkah tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa judi online bukan sekadar permainan berbasis internet, melainkan aktivitas ilegal yang memiliki konsekuensi hukum, sosial, dan ekonomi yang sangat serius. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendagri Tito Karnavian Sebut Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Mendagri Tito Karnavian Sebut Integrasi Data Dukcapil Perkuat Perlindungan Sosial Tepat Sasaran

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian memberikan apresiasi atas pencapaian Kabupaten Banyuwangi dalam melaksanakan uji coba (pilot project) program perlindungan sosial (Perlinsos). 
PMI Manufaktur Kembali Ekspansi, Kadin Sebut Sektor Industri Belum Bisa Dikatakan Pulih Sepenuhnya

PMI Manufaktur Kembali Ekspansi, Kadin Sebut Sektor Industri Belum Bisa Dikatakan Pulih Sepenuhnya

Kadin menilai kenaikan PMI pada Juli 2026 belum dapat diartikan sebagai sinyal pelaku usaha dan sektor industri telah melakukan ekspansi kapasitas produksi secara luas.
Link Live Streaming Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Lawan Vietnam: Menang Jadi Harga Mati di Stadion Pakansari Wajib Ditonton

Link Live Streaming Piala AFF 2026 Timnas Indonesia Lawan Vietnam: Menang Jadi Harga Mati di Stadion Pakansari Wajib Ditonton

Timnas Indonesia akan menjamu Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (3/8/2026) pukul 20.30 WIB nanti.
Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Pemerintah Didesak Membuka Kembali Penempatan PMI ke Negara-negara Timur Tengah

Para peserta menilai moratorium yang diberlakukan melalui Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 260 Tahun 2015 telah kehilangan makna. 
MPR Serahkan Konsep Pokok-Pokok Haluan Negara ke Prabowo, Sidang Tahunan Digelar 14 Agustus

MPR Serahkan Konsep Pokok-Pokok Haluan Negara ke Prabowo, Sidang Tahunan Digelar 14 Agustus

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan, pihaknya telah menyerahkan konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di
John Herdman Beri Pujian Setinggi Langit untuk Pemain Timnas Indonesia yang Satu Ini

John Herdman Beri Pujian Setinggi Langit untuk Pemain Timnas Indonesia yang Satu Ini

Pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman melontarkan pujian setinggi langit kepada sang jenderal lapangan tengah Thom Haye. Eks pelatih Timnas Kanada ter...

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Motif Nenek di Cakung Dirampok Tetangganya Sendiri Diungkap Polisi

Sebelumnya diberitakan, Seorang wanita paruh baya berinisial H (61) mendatangi Polsek Cakung dengan kondisi mulut dilakban dan masih memakai mukena.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

Sukanto Tanoto memimpin daftar orang terkaya Indonesia versi Bloomberg 2026. Berikut tujuh konglomerat yang masuk jajaran 500 orang terkaya dunia
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
Selengkapnya

Viral