BI Rate Naik ke 5,5%, Bunga Pinjol Ikut Melambung? Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai
- Gambar ilustrasi AI
Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai kenaikan BI Rate juga menjadi instrumen untuk meredam tekanan inflasi yang mulai menunjukkan peningkatan.
Inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat berada di kisaran 3 persen sehingga diperlukan langkah preventif untuk menjaga stabilitas harga.
- Bank Indonesia
Mengapa Bunga Pinjol Berpotensi Ikut Naik?
Salah satu dampak paling nyata dari kenaikan suku bunga acuan adalah meningkatnya biaya pinjaman di sektor keuangan.
Dalam praktiknya, perbankan biasanya lebih cepat merespons kenaikan BI Rate dibandingkan saat suku bunga acuan diturunkan.
Ketika biaya dana atau cost of fund meningkat, bank akan menyesuaikan bunga kredit agar margin bisnis tetap terjaga. Efek yang sama berpotensi terjadi pada industri fintech lending atau pinjaman online.
Kenaikan BI Rate biasanya lebih dahulu direspons melalui kenaikan bunga kredit konsumsi maupun kredit investasi.
Dampaknya dapat dirasakan pada produk KPR, kredit kendaraan, hingga pinjaman digital yang ditawarkan perusahaan fintech.
Setiap kali BI Rate naik, sektor perbankan komersial umumnya akan menyesuaikan bunga pinjaman mereka. Kenaikan tersebut kemudian merambat ke berbagai jenis pembiayaan, termasuk kredit perumahan dan pinjaman berbasis teknologi.
Bagi perusahaan pinjaman online, kenaikan bunga dapat terjadi karena sumber pendanaan mereka juga berasal dari investor institusi, perbankan, maupun lembaga keuangan lain yang turut terdampak oleh kebijakan suku bunga tinggi.
Ketika biaya memperoleh dana meningkat, penyelenggara pinjol cenderung menyesuaikan tarif pinjaman untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga awal 2026, industri fintech peer-to-peer lending masih mencatat penyaluran pembiayaan ratusan triliun rupiah dengan jutaan pengguna aktif di seluruh Indonesia.
Artinya, perubahan suku bunga di sektor ini berpotensi memengaruhi kelompok masyarakat yang cukup besar.
Dampak bagi Masyarakat, Terutama Pengguna Pinjol
Kenaikan bunga pinjaman online dapat memberikan tekanan tambahan bagi masyarakat yang memiliki utang berjalan.
Cicilan bulanan berpotensi menjadi lebih besar, terutama untuk pinjaman baru yang diajukan setelah kebijakan suku bunga tinggi diterapkan.
Kelompok masyarakat berpenghasilan rendah menjadi pihak yang paling rentan. Sebab, pinjol sering digunakan untuk kebutuhan konsumtif maupun kebutuhan darurat seperti biaya kesehatan, pendidikan, atau menutup kebutuhan sehari-hari saat pendapatan terbatas.
Load more