Terbongkar! Bendahara Fredy Pratama Bawa Miliaran Rupiah ke Thailand 168 Kali, Akhir Pelariannya Berhenti di Malaysia
- Antara
Perjalanan pelariannya akhirnya terhenti setelah tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri berhasil mengamankannya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026).
Setelah ditangkap, Frans langsung dipulangkan ke Indonesia pada Jumat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Bawa Uang Hasil Narkoba Rp1 Miliar per Perjalanan
Dalam pengungkapan kasus ini, Polri juga membeberkan peran besar Frans Antoni dalam mengelola keuangan sindikat narkotika Fredy Pratama.
Brigjen Eko menjelaskan bahwa Frans diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab mengangkut uang hasil kejahatan dari Indonesia menuju Thailand selama kurun waktu tujuh tahun, yakni sejak 2017 hingga 2023.
"Frans Antoni melakukan kegiatan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berlangsung kurang lebih selama 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023, dengan frekuensi rata-rata 2 atau 3 kali setiap bulannya," kata Eko saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Dengan frekuensi perjalanan tersebut, penyidik memperkirakan Frans melakukan sekitar 168 kali perjalanan membawa uang tunai hasil kejahatan ke Thailand.
"Jadi 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang cash," ujarnya.
Menurut hasil penyelidikan, setiap perjalanan membawa dana sekitar Rp1 miliar. Uang tersebut berasal dari aktivitas perdagangan narkotika yang dijalankan jaringan Fredy Pratama.
Untuk menghindari pelacakan aparat, Frans menggunakan berbagai modus pencucian uang. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan money changer ilegal yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Selain itu, uang hasil kejahatan yang semula berbentuk rupiah ditukarkan terlebih dahulu menjadi pecahan 1.000 dolar Singapura sebelum dibawa ke Thailand.
"Dia membantu menukarkan uang dalam bentuk rupiah diubah ke dalam pecahan 1.000 dollar Singapura di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia, di mana uang tersebut kemudian dibawa Frans Antoni menuju Thailand," ungkap Eko.
Penyidik juga menemukan indikasi penggunaan aset kripto sebagai sarana untuk mempermudah perpindahan dana lintas negara dan menyamarkan asal-usul uang hasil kejahatan.
Orang Kepercayaan Fredy yang Kuasai Operasional Sindikat
Polri menyebut Frans Antoni bukan sekadar kurir keuangan biasa. Dalam struktur organisasi jaringan Fredy Pratama, ia memiliki posisi yang sangat strategis.
Load more