News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terbongkar! Bendahara Fredy Pratama Bawa Miliaran Rupiah ke Thailand 168 Kali, Akhir Pelariannya Berhenti di Malaysia

Frans Antoni, bendahara jaringan narkoba Fredy Pratama, ditangkap di Malaysia setelah buron sejak 2023. Ia diduga membawa uang hasil kejahatan hingga ratusan kali dan menjadi
Minggu, 21 Juni 2026 - 02:39 WIB
Terbongkar! Bendahara Fredy Pratama Bawa Miliaran Rupiah ke Thailand 168 Kali, Akhir Pelariannya Berhenti di Malaysia
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Perburuan terhadap jaringan narkotika internasional kerap berlangsung dalam waktu panjang dan melibatkan kerja sama lintas negara. 

Para pelaku yang terlibat biasanya tidak hanya bergerak dalam distribusi barang haram, tetapi juga membangun sistem keuangan yang rumit untuk menyamarkan hasil kejahatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, membongkar aliran dana sering kali menjadi kunci utama untuk melemahkan sebuah sindikat narkoba besar.

Dalam sejumlah kasus, figur yang mengatur keuangan jaringan narkotika memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan bandar utama. Mereka bertugas memastikan uang hasil perdagangan narkoba dapat dipindahkan, disamarkan, dan digunakan kembali tanpa terdeteksi aparat penegak hukum. 

Dengan dukungan jaringan lintas negara, proses pencucian uang tersebut sering dilakukan melalui berbagai modus, mulai dari transaksi tunai hingga pemanfaatan teknologi keuangan modern.

Gambaran itu terlihat dalam pengungkapan terbaru Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri yang berhasil menangkap Frans Antoni, sosok yang disebut sebagai bendahara sekaligus orang kepercayaan gembong narkoba internasional Fredy Pratama

Setelah berstatus buronan selama lebih dari dua tahun, pelarian panjang Frans akhirnya berakhir di Malaysia melalui operasi gabungan yang melibatkan sejumlah unsur kepolisian.

Jejak Pelarian Frans Antoni dari Thailand hingga Malaysia

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap Frans Antoni, buronan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait dengan jaringan narkotika internasional pimpinan Fredy Pratama.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa setelah sejumlah anggota jaringan Fredy Pratama ditangkap aparat, Frans memilih melarikan diri ke Thailand dan hidup berpindah-pindah untuk menghindari pengejaran.

Menurut Eko, selama berada di Negeri Gajah Putih tersebut, Frans mendapat bantuan dari orang kepercayaan Fredy yang berkewarganegaraan Thailand.

"Frans Antoni sempat berpindah-pindah tempat mulai dari daerah Phatthanakan hingga akhirnya menetap kurang lebih selama dua tahun di daerah Narasiri, Thailand," kata Eko kepada wartawan, Jumat (19/6).

Keberadaan Frans di Thailand diduga sengaja disembunyikan dengan dukungan jaringan yang masih loyal kepada Fredy Pratama. Tidak hanya itu, ia juga disebut memperoleh bantuan saat berpindah ke Malaysia secara ilegal.

Perjalanan pelariannya akhirnya terhenti setelah tim gabungan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional Polri berhasil mengamankannya di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6/2026).

Setelah ditangkap, Frans langsung dipulangkan ke Indonesia pada Jumat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Bawa Uang Hasil Narkoba Rp1 Miliar per Perjalanan

Dalam pengungkapan kasus ini, Polri juga membeberkan peran besar Frans Antoni dalam mengelola keuangan sindikat narkotika Fredy Pratama.

Brigjen Eko menjelaskan bahwa Frans diduga menjadi pihak yang bertanggung jawab mengangkut uang hasil kejahatan dari Indonesia menuju Thailand selama kurun waktu tujuh tahun, yakni sejak 2017 hingga 2023.

"Frans Antoni melakukan kegiatan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berlangsung kurang lebih selama 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023, dengan frekuensi rata-rata 2 atau 3 kali setiap bulannya," kata Eko saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Dengan frekuensi perjalanan tersebut, penyidik memperkirakan Frans melakukan sekitar 168 kali perjalanan membawa uang tunai hasil kejahatan ke Thailand.

"Jadi 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang cash," ujarnya.

Menurut hasil penyelidikan, setiap perjalanan membawa dana sekitar Rp1 miliar. Uang tersebut berasal dari aktivitas perdagangan narkotika yang dijalankan jaringan Fredy Pratama.

Untuk menghindari pelacakan aparat, Frans menggunakan berbagai modus pencucian uang. Salah satunya dengan memanfaatkan jaringan money changer ilegal yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Selain itu, uang hasil kejahatan yang semula berbentuk rupiah ditukarkan terlebih dahulu menjadi pecahan 1.000 dolar Singapura sebelum dibawa ke Thailand.

"Dia membantu menukarkan uang dalam bentuk rupiah diubah ke dalam pecahan 1.000 dollar Singapura di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia, di mana uang tersebut kemudian dibawa Frans Antoni menuju Thailand," ungkap Eko.

Penyidik juga menemukan indikasi penggunaan aset kripto sebagai sarana untuk mempermudah perpindahan dana lintas negara dan menyamarkan asal-usul uang hasil kejahatan.

Orang Kepercayaan Fredy yang Kuasai Operasional Sindikat

Polri menyebut Frans Antoni bukan sekadar kurir keuangan biasa. Dalam struktur organisasi jaringan Fredy Pratama, ia memiliki posisi yang sangat strategis.

"Frans Antoni bukanlah pelaku biasa, melainkan pengendali keuangan, pengendali lapangan, dan pengendali operasional dari sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama," kata Eko.

Selain mengatur aliran dana, Frans juga diduga berperan dalam mendukung distribusi narkotika ke Indonesia. Barang haram tersebut masuk melalui berbagai jalur, baik laut, darat, maupun jalur ilegal lainnya yang melibatkan jaringan lintas negara.

Berdasarkan hasil analisis Direktorat Tindak Pidana Narkoba, sindikat Fredy Pratama disebut sebagai salah satu jaringan narkoba terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia. 

Sebagian besar peredaran narkotika yang terungkap dalam beberapa tahun terakhir memiliki keterkaitan dengan kelompok tersebut.

Polri mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2023, aparat telah menyita sekitar 10,2 ton sabu yang terafiliasi dengan jaringan Fredy Pratama di Indonesia.

Sindikat itu juga diduga mampu menyelundupkan narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah antara 100 kilogram hingga 500 kilogram setiap bulan. Modus yang digunakan antara lain menyamarkan sabu ke dalam kemasan teh untuk mengelabui petugas.

Sementara itu, Fredy Pratama yang juga dikenal dengan sejumlah alias seperti Miming dan Cassanova hingga kini masih berstatus buronan internasional. Ia diduga terus berpindah-pindah lokasi di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Kamboja.

Polri berharap penangkapan Frans Antoni dapat membuka lebih banyak informasi mengenai aliran dana, jaringan pendukung, serta keberadaan Fredy Pratama yang hingga kini masih menjadi target utama aparat penegak hukum. 

Dengan pengungkapan tersebut, upaya memutus rantai bisnis narkotika lintas negara diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Zinedine Zidane Resmi Coret Bek Real Madrid dari Skuad Timnas Prancis, Pemain Manchester United Dipanggil

Zinedine Zidane Resmi Coret Bek Real Madrid dari Skuad Timnas Prancis, Pemain Manchester United Dipanggil

Pelatih Timnas Prancis, Zinedine Zidane, terpaksa mencoret bek Real Madrid, Ibrahima Konate, dari skuadnya. Sebagai gantinya, Leny Yoro dari Manchester United pun dipanggil.
Mantan Kiper Persib Kevin Ray Mendoza Kembali ke Bandung Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Unggah Pesan Menyentuh

Mantan Kiper Persib Kevin Ray Mendoza Kembali ke Bandung Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Unggah Pesan Menyentuh

Kevin Ray Mendoza kembali ke Bandung bersama Timnas Filipina di FIFA ASEAN Cup 2026. Mantan kiper Persib itu mengaku suasananya terasa seperti pulang ke rumah.
Dari Obsession, Minions and Monsters, Hingga Parade Film Korea dan Serial Aksi Penuh Adrenalin di September

Dari Obsession, Minions and Monsters, Hingga Parade Film Korea dan Serial Aksi Penuh Adrenalin di September

Di bulan September ini, sejumlah film kembali memanjakan para pencinta film dan serial di Indonesia dengan menghadirkan deretan tayangan unggulan internasional yang siap mengisi waktu santai kamu sepanjang bulan.
Ketua Umum Gema Keadilan Rahmat Saleh Temui Ketua Umum AMPG Said Al Idrus: Beda Politik Tetap Bersaudara

Ketua Umum Gema Keadilan Rahmat Saleh Temui Ketua Umum AMPG Said Al Idrus: Beda Politik Tetap Bersaudara

Organisasi sayap PKS, Gema Keadilan, melaksanakan silaturahmi kebangsaan ke Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (23/9)
Ada Foto Megawati Hangestri di Food Truck Pink, Ternyata Ini Kiriman Fans Indonesia: Isinya Bikin Kaget  

Ada Foto Megawati Hangestri di Food Truck Pink, Ternyata Ini Kiriman Fans Indonesia: Isinya Bikin Kaget  

Food truck pink bergambar Megawati Hangestri muncul di Korea Selatan. Ternyata, kendaraan tersebut merupakan kejutan ulang tahun dari volimania untuk sang atlet.
KSAL Beberkan Alasan Italia Hibahkan Kapal Induk untuk Indonesia

KSAL Beberkan Alasan Italia Hibahkan Kapal Induk untuk Indonesia

Keharmonisan hubungan diplomatik serta ikatan emosional yang kokoh antara Indonesia dan Italia menjadi faktor kunci di balik penyerahan hibah kapal induk Giuseppe Garibaldi-yang kini resmi dinamai KRI Sriwijaya-100-kepada TNI Angkatan Laut. 

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral