Cekcok Soal Narkoba Berujung Maut, Suami Bun*h Istri di Tambora, Keluarga Minta Pelaku Dihukum Berat
- Antara
"Karena masalah bahwa suaminya ini menggunakan narkotika," kata Wisnu kepada ANTARA.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami jenis narkotika yang digunakan pelaku serta kondisi psikologisnya saat melakukan aksi tersebut.
"Soal jenis narkoba, saat ini masih dilakukan pendalaman tentang narkotikanya ini apa," tutur Wisnu.
Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pengaruh zat terlarang terhadap tindakan pelaku ketika menghabisi nyawa istrinya.
Terungkap dari Kesaksian Anak Korban
Peristiwa mengerikan itu terungkap setelah dua anak korban mendatangi Tasya pada Jumat (19/6) sore. Saat itu, Tasya hendak bepergian ketika mendengar pengakuan mengejutkan dari keponakannya.
"Anaknya ini tiba-tiba bilang 'Mama mati, mama mati'. Dia bilang katanya mama diikat sama ayah di ruang tamu," kata Tasya menirukan ucapan sang anak.
Mendengar informasi tersebut, Tasya segera mengajak seorang tetangga untuk memeriksa kondisi korban. Sesampainya di rumah, mereka menemukan korban dalam posisi duduk dengan tubuh yang sudah lemas dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Karena takut masuk seorang diri, Tasya kemudian meminta bantuan Ketua RT setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dipastikan telah meninggal dunia.
Saat ditanya keberadaan pelaku, anak korban menyebut ayahnya berada di dalam kamar.
"Saya tanya ayahnya ke mana, katanya ada di dalam kamar sedang tidur. Dia memang ada di kamar, tapi kami tidak ada yang berani masuk," ujarnya.
Ketua RT kemudian menghubungi pihak kepolisian. Tak lama kemudian, personel Polsek Tambora tiba di lokasi kejadian. Menurut Tasya, pelaku keluar dari rumah dalam keadaan tenang dan tidak melakukan perlawanan saat diamankan.
Korban ditemukan dengan kondisi leher terlilit kain seprai yang terikat pada teralis jendela. Selain itu, terdapat cairan yang keluar dari mulut korban.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengatakan penyidik menemukan barang bukti berupa kain seprai berwarna merah muda di lokasi kejadian.
"Belum dapat dipastikan. Tapi dugaan sementara dicekik pakai kain seprai. Ada barang bukti seprainya di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Sudrajat.
Sementara itu, hasil visum menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Load more