News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Optimalisasi Layanan Persalinan di FKTP, Bidan Jadi Garda Depan Jaga Kesinambungan JKN

Bertepatan dengan momentum Hari Bidan Nasional, penguatan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak terus ditingkatkan melalui kolaborasi strategis antara BPJS Kesehatan dan para bidan. 
Kamis, 25 Juni 2026 - 17:37 WIB
Bertepatan dengan momentum Hari Bidan Nasional, penguatan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak terus ditingkatkan melalui kolaborasi strategis antara BPJS Kesehatan dan para bidan.
Sumber :
  • dok.ilustrasi freepik

Jakarta, tvOnenews.com - Bertepatan dengan momentum Hari Bidan Nasional, penguatan kualitas layanan kesehatan bagi ibu dan anak terus ditingkatkan melalui kolaborasi strategis antara BPJS Kesehatan dan para bidan. 

Sebagai bagian dari jejaring Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), bidan memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan mulai dari pemeriksaan masa kehamilan hingga proses persalinan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehadiran bidan menjadi sangat vital, terutama dalam memastikan akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah pelosok yang sulit dijangkau.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menegaskan bahwa keberadaan bidan mitra menjadi tulang punggung pelayanan primer. 

“Bidan sebagai jejaring FKTP BPJS Kesehatan memiliki peran besar dalam memperkuat layanan primer, mulai dari pemeriksaan kehamilan hingga persalinan normal, termasuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil,” ujarnya, Jumat 19/06.

Ia menjelaskan bahwa dalam kurun 2021–2025, layanan persalinan normal di FKTP tetap menjadi andalan dengan 4,14 juta kasus dan total pembiayaan sekitar Rp3,19 triliun. Namun di sisi lain, pemanfaatan layanan persalinan di rumah sakit juga masih tergolong besar. 

Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah persalinan caesar secara konsisten berada pada angka tinggi dalam beberapa tahun terakhir. 

“Pada 2021 tercatat sekitar 1,04 juta kasus persalinan caesar, kemudian meningkat secara bertahap menjadi 1,16 juta pada 2022, sekitar 1,34 juta pada 2023, 1,35 juta pada 2024, hingga mencapai kurang lebih 1,40 juta kasus pada 2025, dengan total pembiayaan selama 5 tahun mencapai lebih dari Rp36,2 triliun,” jelas Rizzky.

Ia menambahkan bahwa tren tersebut menunjukkan pemanfaatan layanan di rumah sakit tetap tinggi, terutama untuk tindakan persalinan caesar, meskipun peningkatannya berlangsung bertahap.

Hal ini menjadi salah satu perhatian dalam mendorong optimalisasi layanan persalinan di tingkat primer.

Selain itu, pemanfaatan layanan persalinan di rumah sakit juga tergolong tinggi.

Persalinan pervaginam di rumah sakit mencapai ratusan ribu kasus setiap tahun, sementara persalinan caesar tetap mendominasi layanan di tingkat rujukan.

Melihat tren tersebut, Rizzky menekankan pentingnya penguatan peran bidan sebagai solusi. 

“Pemanfaatan persalinan di rumah sakit sebenarnya masih dapat ditekan melalui penguatan peran bidan di layanan primer. Jika kasus-kasus persalinan normal dapat ditangani optimal di FKTP, maka rujukan ke rumah sakit bisa lebih selektif dan sesuai indikasi medis,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan diperlukan evaluasi kebijakan, termasuk dari sisi tarif layanan. 

“Rasionalisasi tarif ke depan yang akan dievaluasi oleh Kementerian Kesehatan menjadi bagian penting agar layanan persalinan berjalan lebih efektif dan efisien sesuai level pelayanan,” lanjutnya.

Menurut Rizzky, efektivitas pemanfaatan layanan persalinan akan berdampak luas terhadap keberlanjutan Program JKN. 

“Jika pemanfaatan layanan persalinan sudah efektif, yakni kasus yang bisa diselesaikan di layanan primer tidak perlu naik ke rumah sakit. Dengan demikian secara tidak langsung akan memperkuat Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan serta menjaga kesinambungan Program JKN ke depan,” tegasnya.

Data BPJS Kesehatan hingga 2026 juga menunjukkan besarnya dukungan jaringan layanan oleh bidan, dengan 8.698 praktik bidan jejaring dan 159.379 bidan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama.

Bidan Garda Terdepan untuk Pelayanan Berkesinambungan

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dr. Ade Jubaedah, menegaskan bahwa bidan merupakan garda terdepan layanan kesehatan ibu. 

“Bidan Indonesia berjumlah sekitar 600.000 yang terdaftar, dan 400.000 sudah terdaftar dalam IBI, dengan sekitar 70% berada di layanan primer. Bidan adalah frontline sekaligus gatekeeper JKN, karena sekitar 80% keluhan ibu dan anak pertama kali datang ke bidan,” jelas Ade, Kamis (18/06).

Ia menambahkan bahwa bidan juga menjalankan pelayanan berkesinambungan (continuity of care) sejak masa remaja, calon pengantin, kehamilan, hingga persalinan dan pascapersalinan. 

Upaya ini penting mengingat tingginya angka anemia pada perempuan Indonesia, yakni sekitar 26% pada remaja putri dan 48% pada ibu hamil.

“Dengan skrining dan deteksi dini yang optimal, persalinan normal bisa ditingkatkan dan komplikasi dapat dicegah, sehingga berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi,” terangnya.

Kolaborasi lintas profesi juga menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan persalinan. Bidan bekerja sama dengan dokter umum, dokter spesialis kandungan, dan tenaga kesehatan lainnya. 

"Ke depan, penguatan layanan primer melalui bidan diharapkan mampu menyeimbangkan tren persalinan, meningkatkan efisiensi pembiayaan, serta memastikan keberlanjutan Program JKN," kata Ade.

Di tengah tren meningkatnya persalinan caesar, bidan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya persalinan normal jika kondisi memungkinkan. 

Seorang bidan praktik mandiri menyampaikan bahwa persalinan normal memiliki banyak keunggulan, mulai dari pemulihan lebih cepat hingga risiko komplikasi yang lebih rendah.

Di lapangan, bidan juga menghadapi dinamika preferensi masyarakat. Bidan Dewi Pristie (34) dari Kabupaten Temanggung mengungkapkan bahwa saat ini pilihan metode persalinan di kalangan ibu cukup beragam. 

“Di era digital ini kecenderungannya cukup berimbang. Banyak ibu yang mengupayakan persalinan normal karena memahami manfaatnya, tetapi tidak sedikit juga yang akhirnya menjalani persalinan caesar karena pertimbangan medis dan keselamatan ibu serta bayi,” ujar Dewi, Jumat (19/06).

Menurut Dewi, edukasi menjadi kunci untuk mengurangi ketakutan ibu terhadap persalinan normal. Ia menekankan bahwa keunggulan utama persalinan normal adalah proses pemulihan yang lebih cepat. 

“Ibu pasca persalinan normal biasanya bisa langsung mobilisasi, duduk, berjalan, dan yang paling penting bisa segera melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan lebih nyaman,” jelasnya.

Dalam praktik pelayanan, bidan juga melakukan berbagai pendekatan untuk meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil, mulai dari komunikasi terapeutik, edukasi tahapan persalinan, hingga melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung.

Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama terkait mitos dan disinformasi yang berkembang di masyarakat.

“Sering kali kami menghadapi persepsi yang kurang tepat tentang persalinan, baik dari media sosial maupun lingkungan sekitar. Padahal, yang paling penting adalah keselamatan ibu dan bayi, bukan sekadar metode persalinan,” tambah Dewi. (dpi)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Kejagung Panggil Tenaga Ahli BGN hingga Mitra SPPG, Bakal Diperiksa Soal Korupsi Tata Kelola MBG

Adapun saksi yang diperiksa diantaranya saksi MNH, IDMAKN selaku Tenaga Ahli pada BGN, MK selaku Mitra SPPG Pejaten Barat, dan GW selaku Staff Keuangan PT NGS.
PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI Siapkan 13 Atlet Atletik untuk Asian Games 2026, Ada Lalu Muhammad Zohri Hingga Robi Syianturi

PB PASI telah menyiapkan sebanyak 13 atlet atletik yang akan tampil di Asian Games 2026, yang digelar di Aichi-Nagoya, Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang.
John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

John Herdman Pastikan 2 Pemain Ini Bisa Gabung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberikan sinyal kuat bahwa dua tembok kokoh lini belakang Skuad Garuda, Kevin Diks dan Jay Idzes, dipastikan masuk dalam
Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

Viral! Runner Up Raka Raki Jatim Diduga Minta Kekasih Lakukan Aborsi, IRARI Bentuk Tim Independen

IRARI Jatim akhirnya buka suara terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret TFR. Organisasi membentuk tim independen dan menegaskan keselamatan
Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Ini Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 Agustus 2026: Virgo Dapat Peran Penting

Siap-Siap Naik Level! 6 Zodiak Ini Paling Bersinar di Tempat Kerja pada 11 Agustus 2026: Virgo Dapat Peran Penting

Memasuki 11 Agustus 2026, sejumlah zodiak diprediksi memiliki momentum positif dalam urusan karier. Siapa saja yang penuh keberuntungan di tempat kerja besok?
Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Mengenal Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka Raki Jatim 2026 yang Diduga Minta Pacar Aborsi, Benarkah Anak Pejabat?

Siapa Tio Ferdian Rahmana, Runner Up Raka-Raki Jatim 2026? Simak profil, pendidikan, perjalanan, serta fakta soal isu dirinya anak pejabat.

Trending

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Tangan Kanan Erick Thohir di PSSI Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026: Jangan Hujat Pemain

Hasil imbang kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026), membuat Timnas Indonesia gagal mengamankan tiket ke semifinal Piala AFF 2026.
Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Tegas, Iran Tidak Akan Buka Selat Hormuz Hingga AS Penuhi Seluruh Syarat

Hingga Amerika penuhi semua syarat, Iran tidak akan membuka Selat Hormuz, syarat itu termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran.
Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Pelaku Pembakaran Bendera Merah Putih di Bandung Masih Berkeliaran, KDM Umumkan Sayembara Berhadiah

Aparat dari Polrestabes Bandung bersama Polda Jawa Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku.
Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Modus Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin yang Berhasil Digagalkan Tim Operasi Gabungan di Perairan Natuna

Operasi gabungan BNN, TNI AL, Bea Cukai, Polri, BIN, dan Polda Kepri berhasil menggagalkan penyelundupan 1,3 ton ketamin dari kapal King Sun di Perairan Natuna.
Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku Mutilasi di Depok Sempat Bicara Hal Menyeramkan soal Pembunuhan ke Temannya

Pelaku mutilasi di Depok ternyata sempat berbicara hal menyeramkan soal pembunuhan ke temannya. 
FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

FIFA ASEAN Cup 2026, Panggung Timnas Indonesia Unjuk Identitas

Timnas Indonesia akan kembali bertemu Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Pertemuan tersebut berpotensi menjadi pertandingan yang sarat dendam sekaligus unjuk identitas.
Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan Kaki Korban Mutilasi Depok Belum Ditemukan, Polisi Hadapi Dua Kendala: Titik Pasti Tersangka Membuangnya dan Aliran Air

Potongan kaki korban mutilasi Depok belum ditemukan hingga saat ini. Kendalanya, yakni titik pasti di mana tersangka membuangnya dan aliran air.
Selengkapnya

Viral