Polda Metro Jaya Bongkar 6 Kasus Narkoba Paling Mencengangkan, Ada Pabrik Vape Etomidat hingga Gudang Pakan Ternak Berkedok Laboratorium Gelap
- Gambar ilustrasi AI
Apartemen Jadi Pabrik Ekstasi, Sindikat Malaysia hingga China Ikut Terbongkar
Pengungkapan berikutnya menyasar industri rumahan pembuat ekstasi yang beroperasi di sebuah apartemen di Jakarta. Polisi mengungkap bahwa aktivitas tersebut dikendalikan jaringan narkotika asal China.
"Kami amankan di satu lokasi dengan mengamankan dua orang tersangka. Yang pertama sebagai penyedia bahan prekursor, fasilitas serta peralatan produksi, dan yang kedua adalah yang membantu untuk mencetak atau membuat narkotika jenis ekstasi. Jumlah barang bukti yang kami sita berupa pil ekstasi siap edar sebanyak 653 butir, serbuk ekstasi sebanyak 16.695 gram," terang David.
Selain laboratorium ekstasi, Ditresnarkoba juga berhasil membongkar jaringan penyelundupan sabu yang melibatkan sindikat Malaysia, China, dan Medan. Operasi penindakan dilakukan di enam lokasi berbeda.
"Ini di enam lokasi dengan mengamankan 15 orang tersangka, baik tersangka sebagai pengedar maupun tersangka sebagai kurir, dengan jumlah barang bukti seberat 108,37 kilogram," ujar David.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga mengumumkan penyitaan total 17,45 ton narkoba selama periode Januari-Juni 2026, yang menjadi salah satu capaian terbesar dalam upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika sepanjang tahun ini.
Obat Keras Dijual Lewat Toko Kosmetik hingga Sindikat Ganja Medan-Jakarta
Kasus lain yang turut menjadi perhatian adalah peredaran obat keras berbahaya seperti tramadol, heksimer, triheksifenidil, alprazolam, dextro, xanax, hingga mersi.
David mengungkapkan para pelaku menggunakan modus yang cukup rapi dengan menyamarkan lokasi penjualan sebagai toko kosmetik maupun toko kelontong di pinggir jalan.
"Para pelaku menggunakan modus memanipulasi-mengamuflase toko-toko kosmetik, toko kelontong pinggir jalan, yang digunakan untuk menjual obat keras berbahaya," tuturnya.
Sementara itu, kasus keenam berasal dari pengungkapan jaringan peredaran ganja yang beroperasi di jalur Medan-Jakarta. Operasi dilakukan di 16 lokasi berbeda dan menghasilkan puluhan penangkapan.
"Kami mengamankan 28 orang tersangka, baik sebagai pengedar dan sebagai kurir, dengan jumlah barang bukti yang diamankan 220 kilogram," ungkap David.
Ia menegaskan Ditresnarkoba Polda Metro Jaya akan terus memperkuat penegakan hukum terhadap seluruh jaringan peredaran gelap narkoba.
Menurut David, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Load more