News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kuasa Hukum Ruben Onsu Minta KPAI Fokus Periksa Dugaan Eksploitasi Anak, Sarankan Periksa Sarwendah Terlebih Dulu

Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, minta KPAI fokus periksa dugaan eksploitasi anak dan sarankan agar Sarwendah diperiksa terlebih dulu.
Senin, 29 Juni 2026 - 06:33 WIB
Kolase Foto Sarwendah dan Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @sarwendah29 @minola6000

tvOnenews.com - Kuasa Hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan bahwa KPAI harus memprioritaskan pemeriksaan dugaan eksploitasi anak yang telah dilaporkan pihaknya, dan menyarankan agar Sarwendah diperiksa terlebih dahulu sebelum persoalan melebar ke isu-isu lain yang dianggap tidak relevan.

Pernyataan ini disampaikan Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi pada 29 Juni 2026. Ia menekankan bahwa fokus utama pihak Ruben Onsu sejak awal adalah hak anak untuk bertemu dengan ayahnya, serta dugaan eksploitasi anak yang kini sudah dilaporkan secara resmi ke KPAI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuasa Hukum Ruben Onsu menjelaskan bahwa gugatan hak asuh anak sebenarnya sudah selesai disusun. Namun, gugatan tersebut belum didaftarkan secara resmi karena tim masih menunggu konfirmasi dari Ruben Onsu yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah.

Fokus utama yang diperjuangkan pihak Ruben Onsu adalah hak seorang ayah untuk bertemu dan berkumpul bersama anak-anaknya selama dua hingga tiga hari dalam seminggu. Hak tersebut sebelumnya telah disepakati bersama dan tertuang dalam akta notaris nomor 39 yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Selain soal pertemuan dengan anak, pihak Ruben Onsu juga menuntut adanya transparansi terkait perincian nafkah anak. Hal ini dianggap penting agar tidak ada ketidakjelasan dalam pemenuhan kewajiban finansial terhadap anak-anak mereka.

Minola Sebayang menegaskan bahwa karena pihaknya telah resmi membawa laporan dugaan eksploitasi anak ke KPAI, maka lembaga tersebut seharusnya menjadikan hal itu sebagai prioritas utama pemeriksaan. Ia meminta agar KPAI tidak terganggu oleh isu-isu lain yang bermunculan di luar pokok permasalahan.

"Tapi yang pasti kami tetap konsisten ini berkaitan dengan masalah anak, hak anak untuk bertemu dengan ayahnya dan juga hak ayah untuk bertemu dengan anaknya. Dan tentu karena sekarang kita sudah ke KPAI membawa masalah dugaan adanya eksploitasi terhadap anak, ya ini juga akan menjadi satu pokok pembahasan yang menjadi persoalan yang harus diselesaikan," jelas Minola Sebayang dalam tayangan Intens Investigasi, 29 Juni 2026.

Minola juga menyoroti bahwa berbagai isu lain yang muncul ke permukaan hanyalah hal-hal yang ia anggap sebagai aksesori atau pengalih perhatian dari inti masalah yang sebenarnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah dan tidak akan terpancing untuk membahas hal-hal yang menyimpang dari pokok permasalahan utama.

"Saya kira ini yang utamanya. Kalau hal-hal yang lain itu kan hanya merupakan aksesoris saja ya, hanya kembangan-kembangan agar kita tidak fokus kepada masalah-masalah anak itu. Tapi kami tidak pernah terpancing untuk mau menanggapi, mau membahas secara mendalam hal-hal yang menyimpang dari masalah pokoknya," ujar Minola Sebayang.

Terkait berbagai isu masa lalu yang kerap dikaitkan dengan nama Ruben Onsu, seperti soal debt collector maupun KPR, Minola dengan tegas menyatakan bahwa semua itu tidak relevan dan tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus hak Ruben sebagai seorang ayah. Kesepakatan yang sudah dibuat di hadapan notaris harus tetap dihormati oleh semua pihak.

"Silakan saja mereka misalnya mau melebar ke sana, melebar ke sini, ya tapi kami tetap bicara tentang hak anak untuk bertemu dengan ayahnya dan hak ayah untuk bertemu dengan anaknya. Karena apapun juga persoalan yang ditarik-tarik, masalah-masalah lalu mengenai masalah debt collector, masalah KPR, itu semua tidak bisa membuat Ruben kehilangan haknya untuk bertemu dengan anaknya dan berkumpul bersama dengan anaknya, dan juga tidak menghilangkan hak anaknya untuk bisa berkumpul bersama dengan ayahnya," tegas Minola Sebayang.

Minola juga mengingatkan bahwa kesepakatan soal hak bertemu anak bukan sesuatu yang dibuat sepihak, melainkan telah disetujui bersama secara sadar oleh kedua belah pihak di hadapan notaris. Oleh karena itu, segala upaya untuk mengaburkan atau mengeliminasi hak tersebut dinilainya tidak akan berhasil.

"Apalagi dari sejak semula kedua belah pihak dengan sadar telah membuat suatu kesepakatan yang ditandatangani bersama di hadapan notaris. Ya, jadi artinya jangan melebar ke sana, melebar kemari untuk mengeliminasi haknya Ruben untuk bertemu dengan anak, berkumpul dengan anaknya. Saya kira itu tidak akan berhasil," kata Minola Sebayang.

Mengenai dugaan eksploitasi anak, Minola menilai persoalan ini adalah yang paling mendesak dan paling besar untuk segera ditangani. Ia menyebut bahwa sudah banyak bukti berupa postingan yang beredar di masyarakat, dan berbagai lembaga perlindungan anak pun telah turut menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut.

"Tapi kan harus diperiksa dulu, yang pertama kan pengaduan yang pertama itu harus diperiksa terlebih dahulu. Terutama ya berkaitan masalah eksploitasi anak gitu loh," ujar Minola Sebayang.

Ia juga memperingatkan agar KPAI tidak sampai kehilangan fokus akibat berbagai perkembangan yang terus bermunculan. Minola mengingatkan bahwa KPAI sendiri sebelumnya telah menyatakan adanya dugaan eksploitasi anak dalam kasus ini, sehingga pemeriksaan atas hal tersebut harus segera dilakukan.

"Jadi jangan sampai dengan adanya perkembangan-perkembangan yang seperti tadi saya katakan itu membuat KPAI juga jadi tidak fokus kepada apa yang harus dia lakukan, karena KPAI sendiri sudah mengatakan bahwa patut diduga ada eksploitasi anak," kata Minola Sebayang.

Minola menambahkan bahwa pernyataan dari berbagai pihak, termasuk KPAI dan Komnas Anak, sudah cukup menjadi landasan kuat untuk segera mendalami isu eksploitasi ini. Ia menegaskan bahwa inilah inti persoalan terbesar yang tidak boleh dikaburi oleh isu-isu lain.

"Jadi harus itu dulu yang diperiksa, eksploitasi anak itu. Karena sudah banyak masyarakat yang menampilkan bukti postingan bahwa dugaan eksploitasi anak itu cukup kencang. Semua pihak terkait juga sudah menyampaikan pernyataan. KPAI sudah menyampaikan pernyataan, Komnas Anak juga sudah menyampaikan pernyataan," jelas Minola Sebayang.

Menutup pernyataannya, Minola Sebayang menegaskan kembali bahwa pihaknya akan terus konsisten pada inti permasalahan dan tidak akan tergoda untuk masuk ke perdebatan yang menyimpang. Dugaan eksploitasi anak adalah masalah terbesar yang harus diselesaikan, dan fokus itulah yang akan terus mereka pegang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi artinya inilah masalah yang terbesar itu adalah eksploitasi anak itu. Jadi jangan ditarik ke sana, ditarik kemari hanya untuk mengaburkan esensi persoalan," pungkas Minola Sebayang.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

IHSG Dibuka Menguat 36 Poin pada Perdagangan 29 Juni 2026, Berpotensi Sideways

IHSG Dibuka Menguat 36 Poin pada Perdagangan 29 Juni 2026, Berpotensi Sideways

IHSG berpotensi sideways alias datar pada perdagangan hari ini, Senin (29/6/2026). Adapun pada perdagangan hari ini IHSG dibuka menguat 36 poin atau 0,62 persen di level 5.932. 
Berkaca dari Kasus Penyekapan, Dedi Mulyadi Dorong Orang Tua dan RT/RW Peka terhadap Lingkungan

Berkaca dari Kasus Penyekapan, Dedi Mulyadi Dorong Orang Tua dan RT/RW Peka terhadap Lingkungan

Dedi Mulyadi sentil kurangnya perhatian orang tua dan peran RT/RW mengetahui warganya. Hal ini berkaca dari kasus penyekapan di Bandung.
Sudah Diizinkan FIFA, 2 Eks Liga Eropa Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Kian Optimistis Juara

Sudah Diizinkan FIFA, 2 Eks Liga Eropa Bisa Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Garuda Kian Optimistis Juara

Timnas Indonesia mendapat kabar menggembirakan jelang Piala AFF 2026. Dua pemain yang pernah merumput di kompetisi Eropa kini sudah bisa memperkuat Garuda.
Bukan Cuma Iran yang Pernah Kena Sial, Ternyata Tim Ini juga Harus Tersingkir meski Tak Terkalahkan di Piala Dunia

Bukan Cuma Iran yang Pernah Kena Sial, Ternyata Tim Ini juga Harus Tersingkir meski Tak Terkalahkan di Piala Dunia

Ternyata bukan cuma Iran yang pernah ketiban sial di Piala Dunia. Ada juga tim lainnya dalam sejarah yang ketiban sial, harus tersingkir meski tak terkalahkan.
Kerja sebagai Penagih Utang, Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Kini Mengaku Sering Tertekan

Kerja sebagai Penagih Utang, Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Kini Mengaku Sering Tertekan

Taufik Hidayat tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita berinisial YTR di Bandung mengaku sering tertekan karena pekerjaannya.
Viral Minta Tolong ke Prabowo, Kemlu Pastikan PMI Asal Cianjur di Libya Selamat

Viral Minta Tolong ke Prabowo, Kemlu Pastikan PMI Asal Cianjur di Libya Selamat

Kemlu RI memastikan kondisi PMI yang viral di media sosial setelah mengaku mengalami perlakuan tidak menyenangkan saat bekerja di Libya dalam keadaan aman dan sehat.

Trending

Jadi Juara AVC Men's Cup 2026, Apakah Timnas Voli Indonesia Bisa Main di VNL 2027?

Jadi Juara AVC Men's Cup 2026, Apakah Timnas Voli Indonesia Bisa Main di VNL 2027?

Berhasil bersaing di level Asia, suporter Timnas Voli Indonesia pun terbesit pertanyaan dengan peluang skuad Garuda untuk memiliki kesempatan tampil di ajang Volleyball Nations League (VNL) 2027.  
Cetak Sejarah di AVC, Volleyball World Beri Perlakuan Khusus untuk Timnas Voli Indonesia

Cetak Sejarah di AVC, Volleyball World Beri Perlakuan Khusus untuk Timnas Voli Indonesia

Timnas Voli Indonesia memecahkan sejarah dengan menjuarai AVC Men's Cup 2026. Prestasi ini diraih setelah mengalahkan Korea Selatan di Ahmedabad, India, pada Minggu (28/6/2026). 
Ingatkan Soal Kondisi Psikologis, KemenPPPA Minta Masyarakat Tak Sebar Konten Korban Penganiayan Oleh Taufik Hidayat

Ingatkan Soal Kondisi Psikologis, KemenPPPA Minta Masyarakat Tak Sebar Konten Korban Penganiayan Oleh Taufik Hidayat

Kasus penyekapan disertai penganiayaan yang dialami seorang perempuan berinisial YTR oleh pelaku Taufik Hidayat menuai polemik publik.
Sempat Viral Dahulu Sebelum Tertangkap, DPRD Beri Respons Menohok ke Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat

Sempat Viral Dahulu Sebelum Tertangkap, DPRD Beri Respons Menohok ke Polda Jabar Usai Tangkap Taufik Hidayat

Kasus penganiayaan dan penyekapan terhadap wanita berinisial YTR (29) oleh pria bernama Taufik Hidayat terus mneyita perhatian publik akibat kekejihannya.
Kick Off Babak 32 Besar, Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Tanpa VPN dan Link Ilegal

Kick Off Babak 32 Besar, Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Tanpa VPN dan Link Ilegal

Total 16 pertandingan di babak 32 besar ini akan digelar hingga Sabtu, 4 Juli 2026 mendatang untuk memperebutkan slot di babak 16 besar Piala Dunia 2026. 
Konflik Amerika-Iran Kembali Memanas, Pakistan Serukan Semua Pihak Patuhi Kesepakatan

Konflik Amerika-Iran Kembali Memanas, Pakistan Serukan Semua Pihak Patuhi Kesepakatan

i tengah kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mengancam kelangsungan gencatan senjata yang rapuh, Pakistan pada Minggu mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan yang dikenal sebagai Nota Kesepahaman Islamabad.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Vs Kanada

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Afrika Selatan Vs Kanada

Pertandingan Afrika Selatan kontra Kanada di Grup A Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion SoFi, Inglewood, California, Amerika Serikat (AS), Senin (29/6/2026) pukul 02.00 WIB.
Selengkapnya

Viral