Perkuat Kapasitas Kepala Desa, Wamendagri Bima Arya Dorong Kolaborasi Desa dan Kampus
- Kemendagri
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto, menekankan bahwa kemitraan antara pemerintah desa dengan institusi pendidikan tinggi merupakan langkah krusial.
Sinergi ini dinilai strategis untuk memperkuat kemampuan para kepala desa dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan yang semakin rumit ke depannya.
Menurut Bima, kepiawaian para kepala desa dalam menguasai kondisi lapangan perlu diselaraskan dengan landasan teori dan riset dari kalangan akademisi.
Penyatuan antara praktik lapangan dan ilmu pengetahuan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pemerintahan desa yang lebih fleksibel, modern, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan tata kelola desa tidak lagi hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis data dan inovasi riset yang mampu menjawab kebutuhan warga secara efektif.
Hal tersebut disampaikan Bima saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I bertajuk Pemerintahan Desa Berdampak di Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (30/6).
Program yang digagas Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah desa dan perguruan tinggi untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta tata kelola pemerintahan desa.
Bima mengapresiasi UI yang membuka ruang kolaborasi bagi para kepala desa. Menurutnya, pemimpin saat ini tidak lagi cukup mengandalkan pengalaman, tetapi juga harus mampu menyusun kebijakan berdasarkan data dan didukung oleh kajian ilmiah.
“Pemimpin harus berbasis data. Karena pemimpin itu harus punya konsep yang kuat, makanya setiap pemimpin harus dibantu oleh kampus, lembaga penelitian, atau lembaga pendidikan,” ujarnya.
Menurut Bima, kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena kepala desa kini menghadapi tantangan pembangunan yang jauh lebih kompleks.
Selain dituntut mampu menyusun kebijakan berbasis data, kepala desa juga perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menguasai perkembangan teknologi, serta mampu merespons berbagai isu strategis seperti perubahan iklim, bonus demografi, dan ketahanan pangan.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya budaya belajar bagi setiap kepala desa. Menurutnya, pemimpin yang berhenti belajar akan kesulitan mengikuti dinamika pembangunan yang terus berkembang.
Load more