GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026 Tembus 24.837 Kasus, Ini Rinciannya

Polri membongkar narkoba senilai Rp10,4 triliun sepanjang 2026. Sebanyak 24.837 perkara diungkap dan 32.792 tersangka ditangkap. Peredaran narkotika masih menjadi ancaman 
Rabu, 1 Juli 2026 - 17:43 WIB
Ilustrasi Pengungkapan Kasus Narkoba Senilai Rp10,4 Triliun Sepanjang 2026 Tembus 24.837 Kasus, Ini Rinciannya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Peredaran narkotika masih menjadi ancaman serius bagi Indonesia. Jaringan sindikat yang semakin terorganisasi memanfaatkan berbagai jalur distribusi, mulai dari penyelundupan lintas negara hingga transaksi berbasis teknologi digital. 

Kondisi ini membuat aparat penegak hukum terus meningkatkan operasi pemberantasan untuk memutus mata rantai bisnis narkoba yang merusak generasi bangsa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, perang melawan narkotika tidak hanya diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap. Besarnya nilai barang bukti yang disita serta jumlah masyarakat yang berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba menjadi indikator penting keberhasilan penegakan hukum. 

Karena itu, pengungkapan kasus-kasus besar dinilai memiliki dampak signifikan terhadap upaya menekan peredaran narkotika di Indonesia.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan capaian Polri dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). 

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Kapolri memaparkan hasil penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan, mulai dari narkoba, penyelundupan, judi online, hingga pemberantasan terorisme.

Polri Ungkap 24.837 Kasus Narkoba, Barang Bukti Bernilai Rp10,4 Triliun

Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa sepanjang 2026 Polri berhasil mengungkap 24.837 perkara tindak pidana narkotika. Dari ribuan perkara tersebut, aparat menetapkan sebanyak 32.792 orang sebagai tersangka.

"Dalam memutus mata rantai peredaran narkoba pada tahun 2026, Polri telah mengungkap 24.837 perkara, menetapkan 32.792 tersangka," ujar Kapolri.

Polri juga menyita berbagai jenis barang bukti dalam jumlah besar. Barang bukti tersebut meliputi 3,1 ton sabu, 4,1 ton ganja, 763 ribu butir ekstasi, serta 59,2 juta butir obat keras beserta berbagai jenis narkotika lainnya.

Menurut Kapolri, nilai keseluruhan barang bukti yang berhasil diamankan mencapai Rp10,4 triliun.

"Dan berbagai jenis narkotika lainnya senilai Rp10,4 triliun serta menyelamatkan 89 juta jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba," kata Jenderal Sigit.

Ia menegaskan, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal penyitaan barang bukti, tetapi juga menjadi upaya nyata melindungi masyarakat dari dampak buruk penyalahgunaan narkotika yang dapat menghancurkan kehidupan individu maupun keluarga.

Transformasi Kampung Narkoba hingga Satgas Cegah Kebocoran Negara

Selain melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika, Polri juga menjalankan program pencegahan melalui transformasi kawasan rawan narkoba.

Kapolri mengungkapkan, sebanyak 148 Kampung Narkoba kini telah bertransformasi menjadi Kampung Bebas dari Narkoba. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman sekaligus mengurangi ruang gerak para bandar dalam menjalankan aktivitas ilegalnya.

"Polri juga berusaha untuk melakukan transformasi 148 kampung narkoba dan saat ini menjadi kampung bebas dari narkoba," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga menjelaskan langkah Polri dalam mencegah kebocoran penerimaan negara melalui pembentukan Satgas Optimalisasi Penerimaan Negara (OPN) dan Satgas Penegakan Hukum Tindak Pidana Penyelundupan.

Satgas tersebut melibatkan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Salah satu capaian yang disampaikan adalah pengungkapan ekspor ilegal sebanyak 87 kontainer Fatty Matter dan POME.

Sementara itu, Satgas Gakkum Tindak Pidana Penyelundupan yang dibentuk sejak Desember 2025 telah mengungkap 47 perkara dan menetapkan 24 tersangka.

"Salah satu kasus yang menonjol yaitu pengungkapan tindak pidana penyelundupan 28 ton timah ke Malaysia," tutur Kapolri.

Judi Online hingga Terorisme Jadi Fokus Penindakan Polri

Selain narkotika dan penyelundupan, Polri juga terus memperkuat pemberantasan perjudian daring yang dinilai menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Kapolri menyebut sepanjang 2026, Polri berhasil mengungkap 718 kasus judi online dengan menetapkan 1.164 tersangka. Dalam operasi tersebut, aparat menyita barang bukti senilai Rp1,75 triliun dan bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir sekitar 278 ribu situs maupun konten perjudian daring.

"Secara konsisten, kami meningkatkan pemberantasan terhadap dampak negatif perjudian daring dengan melakukan pengungkapan 718 kasus, penetapan 1.164 tersangka, penyitaan barang bukti senilai Rp1,75 triliun, dan pemblokiran 278 ribu situs atau konten perjudian daring bersama-sama dengan Kemenkomdigi RI," ujarnya.

Kapolri juga mengungkap keberhasilan membongkar sindikat judi online jaringan internasional yang melibatkan 322 warga negara asing (WNA) yang mengoperasikan 145 domain. Dari jumlah tersebut, sebanyak 291 WNA telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, Polri terus mempertahankan upaya penanggulangan terorisme melalui pendekatan yang mengedepankan strategi **soft approach** maupun **hard approach**.

"Penanggulangan aksi terorisme juga kami lakukan secara berkelanjutan melalui pendekatan soft approach dan hard approach, sehingga dapat mempertahankan zero terrorist attack sejak tahun 2023," ucap Kapolri.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan nasional, mempersempit ruang gerak jaringan kejahatan terorganisasi, sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkotika, perjudian daring, penyelundupan, hingga aksi terorisme yang dapat mengganggu stabilitas negara. (udn)
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Sejumlah pihak merespons terkait pernyataan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengenai situasi politik saat ini.
Belum Dilirik Timnas Indonesia Meski Ngebet Dinaturalisasi, Eks Liga Inggris Ini Pukau Eropa dengan Cetak Hattrick di Kasta Teratas

Belum Dilirik Timnas Indonesia Meski Ngebet Dinaturalisasi, Eks Liga Inggris Ini Pukau Eropa dengan Cetak Hattrick di Kasta Teratas

Joseph Simatupang Ferguson mencuri perhatian di Eropa. Bek keturunan Indonesia itu mencetak hattrick bersama Connah's Quay Nomads.
Menggapai Impian Hadirnya Buah Hati, Amalkan Doa Khusus untuk Memohon Keturunan untuk Pasutri

Menggapai Impian Hadirnya Buah Hati, Amalkan Doa Khusus untuk Memohon Keturunan untuk Pasutri

Anak bukan sekadar pelengkap kebahagiaan rumah tangga, melainkan karunia juga titipan indah dari Allah SWT. Amalkan doa khusus memohon keturunan bagi pasutri
10 Menit Sebelum Subuh, Masih Bisakah Shalat Tahajud? Ini yang Harus Dilakukan

10 Menit Sebelum Subuh, Masih Bisakah Shalat Tahajud? Ini yang Harus Dilakukan

Tak jarang seseorang berniat bangun malam untuk tahajud, namun tanpa disadari waktu merambat cepat hingga mendekati subuh. Masih boleh melakukan shalat tahajud?
Inter Milan Akhirnya Ambil Keputusan, 1 Pemain Masuk Daftar Jual dan Incaran AS Roma Masih Dipertahankan

Inter Milan Akhirnya Ambil Keputusan, 1 Pemain Masuk Daftar Jual dan Incaran AS Roma Masih Dipertahankan

Inter Milan mengambil sikap tegas terkait masa depan Kristjan Asllani. Gelandang asal Albania itu kini dianggap tidak masuk dalam proyek teknis Cristian Chivu.
Update Ranking BWF Ganda Putri: Naik Tiga Tingkat, Rachel/Febi Berhasil Menembus Peringkat 10 Besar Dunia

Update Ranking BWF Ganda Putri: Naik Tiga Tingkat, Rachel/Febi Berhasil Menembus Peringkat 10 Besar Dunia

Update ranking BWF di sektor ganda putri dimana pasangan Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum berhasil meraih kenaikan peringkat yang cukup positif

Trending

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Relawan Jamin Kawal Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga 2029

Sejumlah pihak merespons terkait pernyataan video Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi mengenai situasi politik saat ini.
Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, Aktris Korea Calon Istri Jang Dong Yoon yang Debut di The Tale of Nokdu

Profil Kim Seung Yoon, aktris Korea calon istri Jang Dong Yoon, debut di drama The Tale of Nokdu.
6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

6 Drama dan 7 Film yang Dibintangi Kim Seung Yoon, Aktris Korea yang Akan Menikah dengan Jang Dong Yoon

Berikut daftar 6 drama dan 7 film yang dibintangi Kim Seung Yoon, aktris Korea yang akan menikah dengan Jang Dong Yoon.
Pasca Gempabumi M4.3, Warga Laporkan Adanya Pergeseran Tanah di Desa Matano 

Pasca Gempabumi M4.3, Warga Laporkan Adanya Pergeseran Tanah di Desa Matano 

Pasca gempabumi berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang Kabupaten Luwu Timur pada Senin (24/8/2026) kemarin hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan rumah maupun bangunan.
Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Hitung-hitungan Timnas Voli Putri Indonesia Lolos ke Perempat Final AVC Women's Continental 2026

Menilik hitung-hitungan peluang Timnas Voli Putri Indonesia untuk lolos ke perempat final AVC Women's Continental 2026. Garuda Pertiwi masih memiliki asa untuk lolos ke babak selanjutnya meski sebelumnya kalah telak dari Thailand.
Video Pernyataan Budi Arie Viral, PSI Angkat Bicara, Pengamat Singgung Jokowi: Tak Ada Perubahan Rawut Wajah

Video Pernyataan Budi Arie Viral, PSI Angkat Bicara, Pengamat Singgung Jokowi: Tak Ada Perubahan Rawut Wajah

Ihwal viralnya potongan video Budi Arie berspekulasi konstelasi ke depan bisa bergerak cepat. Bahkan dia menyeletuk ke Jokowi, politik tidak akan sampai 2029
Video Asusila ASN Pemprov Sumbar di Kantor Dinas Viral di Sosmed, Pelaku Pejabat Biro Pengadaan Barang dan Jasa

Video Asusila ASN Pemprov Sumbar di Kantor Dinas Viral di Sosmed, Pelaku Pejabat Biro Pengadaan Barang dan Jasa

Dugaan tindakan asusila yang dilakukan ASN di lingkungan Pemprov Sumatera Barat mendadak menjadi sorotan hangat publik setelah tangkapan layar kamera pengawas CCTV
Selengkapnya

Viral