News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Main! ART di Jakarta Barat Gasak Rp450 Juta dari ATM Majikan, Uang Dipakai Beli Mobil, Motor, dan Perhiasan

Polisi menangkap ART berinisial NS yang diduga menggelapkan Rp450 juta dari ATM majikannya di Kalideres, Jakarta Barat. Uang hasil kejahatan digunakan membeli mobil, motor, dan perhiasan.
Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB
Ilustrasi Bukan Main! ART di Jakarta Barat Gasak Rp450 Juta dari ATM Majikan, Uang Dipakai Beli Mobil, Motor, dan Perhiasan
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Kepercayaan yang diberikan kepada seorang asisten rumah tangga (ART) seharusnya menjadi dasar terciptanya hubungan kerja yang aman dan saling menghormati. 

Namun, kepercayaan itu justru diduga disalahgunakan dalam sebuah kasus penggelapan yang terjadi di Jakarta Barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang ART dilaporkan menguras uang milik majikannya hingga ratusan juta rupiah dengan memanfaatkan akses terhadap kartu ATM dan nomor PIN yang diberikan untuk keperluan sehari-hari.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pemberian akses terhadap rekening maupun transaksi keuangan perlu disertai pengawasan yang ketat. 

Kepolisian mengungkap, pelaku diduga melakukan penarikan uang secara bertahap sehingga aksinya tidak langsung diketahui korban. Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian mencapai Rp450 juta.

Bermula dari Transaksi Mencurigakan di Rekening Korban

Satuan Reserse Kriminal Polsek Kalideres berhasil menangkap seorang perempuan berinisial NS (33) yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. 

Ia diduga melakukan pencurian sekaligus penggelapan uang milik majikannya melalui kartu ATM yang dipercayakan kepadanya.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan pengungkapan kasus bermula ketika korban menemukan adanya transaksi mencurigakan pada rekening bank miliknya.

"Penangkapan itu setelah korban melaporkan adanya transaksi mencurigakan pada rekening miliknya belum lama ini," kata Rihold melansir dari ANTARA, Selasa.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Buser Polsek Kalideres melalui serangkaian penyelidikan hingga akhirnya mengarah kepada NS. 

Polisi kemudian menangkap pelaku di tempatnya bekerja di kawasan Jalan Tampak Siring, Kalideres, Jakarta Barat.

"Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku memanfaatkan kepercayaan penuh yang diberikan korban," ujar Kompol Rihold Sihotang.

Menurut penyidik, NS sehari-hari bertugas sebagai caregiver atau pengasuh korban. Dalam menjalankan pekerjaannya, ia dipercaya memegang kartu ATM beserta nomor PIN untuk menarik uang tunai yang digunakan memenuhi kebutuhan harian majikannya.

Namun, kepercayaan tersebut diduga dimanfaatkan pelaku dengan melakukan penarikan dana secara bertahap melebihi kebutuhan yang seharusnya.

"Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian hingga sekitar Rp450 juta," jelas Rihold.

Uang Hasil Kejahatan Dipakai Beli Mobil, Motor, dan Perhiasan

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap sebagian besar uang hasil dugaan penggelapan telah dikirim ke kampung halaman pelaku di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Rachmad Wibowo mengatakan dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli sejumlah aset, mulai dari kendaraan hingga perhiasan.

"Dari hasil penyidikan, uang yang diambil pelaku digunakan untuk membeli kendaraan roda empat, sepeda motor, dan perhiasan. Saat ini kami telah mengamankan sejumlah perhiasan yang diduga dibeli menggunakan uang hasil kejahatan serta kartu ATM milik korban sebagai barang bukti," ujar AKP Rachmad Wibowo.

Selain menyita perhiasan dan kartu ATM korban, penyidik juga masih menelusuri aset lain yang diduga berasal dari hasil tindak pidana tersebut, termasuk mobil dan sepeda motor yang telah dibeli pelaku.

Polisi tidak menutup kemungkinan akan melakukan penyitaan terhadap seluruh aset apabila terbukti diperoleh dari hasil kejahatan.

Saat ini, NS telah ditahan di Mapolsek Kalideres untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Polisi Dalami Aset Lain dan Ingatkan Pentingnya Pengawasan Keuangan

Kasus ini menjadi perhatian karena pelaku diduga memanfaatkan hubungan kerja yang didasari kepercayaan penuh. 

Polisi mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati ketika memberikan akses terhadap kartu ATM, PIN, maupun informasi keuangan kepada siapa pun, termasuk orang yang dipercaya membantu aktivitas sehari-hari.

Pengawasan rutin terhadap mutasi rekening juga dinilai penting untuk mendeteksi lebih dini apabila terdapat transaksi yang tidak sesuai dengan kebutuhan atau kebiasaan pemilik rekening.

Di sisi lain, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya penarikan dana lain maupun aset tambahan yang berkaitan dengan perkara tersebut. Seluruh hasil penyidikan akan menjadi dasar pengembangan kasus serta proses pembuktian di pengadilan.

Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 476 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana diterapkan oleh penyidik dalam perkara ini, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Apabila dalam proses penyidikan ditemukan unsur tindak pidana lain, seperti penggelapan dalam jabatan atau pencucian aset hasil kejahatan, penyidik juga dapat menerapkan ketentuan pidana lain sesuai fakta hukum yang terungkap selama proses penyidikan.

Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk menelusuri seluruh aliran dana serta aset yang diduga berasal dari hasil penggelapan uang milik korban. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Viral Pemotor Pukul Wanita Gara-Gara Diklakson di Semarang, Dahi Korban Bocor hingga 5 Jahitan

Viral Pemotor Pukul Wanita Gara-Gara Diklakson di Semarang, Dahi Korban Bocor hingga 5 Jahitan

Viral pemobil wanita dipukul pemotor di Semarang gara-gara klakson hingga dahi mendapat lima jahitan. Simak kronologi dan pasal penganiayaan yang menjerat pelaku.
Jelang Aksi 28 Oktober di Bundaran HI, Said Iqbal Minta Buruh dan Mahasiswa Demonstrasi Damai Tanpa Kerusuhan

Jelang Aksi 28 Oktober di Bundaran HI, Said Iqbal Minta Buruh dan Mahasiswa Demonstrasi Damai Tanpa Kerusuhan

Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (DEN KSPI) merespons rencana aksi unjuk rasa berskala besar yang akan digelar oleh gabungan ... -
Perintah Tegas Presiden Prabowo ke BRIN: Masuk ke Desa-Desa Selesaikan Masalah Sampah dengan Teknologi

Perintah Tegas Presiden Prabowo ke BRIN: Masuk ke Desa-Desa Selesaikan Masalah Sampah dengan Teknologi

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengungkapkan instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah.
Konser Andrea Bocelli Tetap Lanjut, MUI Desak Sang Penyanyi Buat Pernyataan Penyesalan Terbuka Pernah Danai IDF

Konser Andrea Bocelli Tetap Lanjut, MUI Desak Sang Penyanyi Buat Pernyataan Penyesalan Terbuka Pernah Danai IDF

Promotor Shoemaker Live memastikan bahwa konser penyanyi maestro dunia Andrea Bocelli bertajuk Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia akan
Duh, iPhone 17 Cepat Panas dan Baterai Boros? Ini 5 Penyebab yang Wajib Kamu Cek

Duh, iPhone 17 Cepat Panas dan Baterai Boros? Ini 5 Penyebab yang Wajib Kamu Cek

iPhone 17 cepat panas dan baterai boros? Kenali penyebabnya, mulai dari pembaruan iOS, aplikasi berat, hingga pengisian daya, serta cara mengatasinya.
Kulon Progo Ketiban Jadi Tuan Rumah Porda DIY 2027, KONI Fokus Matangkan Kesiapan Venue

Kulon Progo Ketiban Jadi Tuan Rumah Porda DIY 2027, KONI Fokus Matangkan Kesiapan Venue

Kabupaten Kulon Progo bakal menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) DI Yogyakarta 2027.

Trending

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Video yang memperlihatkan ikan asin diduga disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga (Baygon) saat dijemur viral di media sosial. Ini bahaya insektisida.
Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Selengkapnya

Viral