Prabowo Genjot Swasembada Pangan, TNI Topang 55 Persen Target Produksi Beras Nasional
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, percepatan swasembada pangan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah dengan mengandalkan sinergi lintas sektor, termasuk keterlibatan aktif TNI dalam mendampingi petani dari proses produksi hingga hilirisasi.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Presiden dalam Panen Raya TNI untuk Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, kehadiran Presiden merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan pangan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis agar mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Program ketahanan pangan yang dijalankan TNI dibagi berdasarkan keunggulan masing-masing matra. TNI Angkatan Darat berfokus mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI Angkatan Laut mengembangkan kedelai, sedangkan TNI Angkatan Udara memperkuat pengembangan tebu.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, kontribusi terbesar datang dari TNI AD yang telah mendampingi 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras.
“Sepanjang Januari–Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras, atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026,” ujar Prasetyo.
Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara itu, TNI AU membina 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi mencapai 18,386 juta ton atau setara sekitar 1,36 juta ton gula.
“TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026,” lanjutnya.
Pemerintah juga mulai mendorong penguatan hilirisasi sektor pertanian. Lanud Abdulrachman Saleh Malang dikembangkan sebagai contoh ekosistem tebu terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Selain menghasilkan gula, tebu diolah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik, hingga berbagai produk industri bernilai tambah yang mendukung ketahanan energi nasional.
Menurut pemerintah, model tersebut menjadi bukti bahwa penguatan sektor pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar melalui hilirisasi.
Load more