Jonathan Frizzy Bongkar Neraka di Balik Jeruji: Tidur Berdiri Hingga Makan Bekas Tikus!
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Aktor Jonathan Frizzy akhirnya buka suara mengenai pengalaman paling kelam dalam hidupnya setelah menjalani hukuman penjara selama enam bulan terkait kasus vape yang mengandung obat keras jenis etomidate. Untuk pertama kalinya, ia menceritakan kondisi di balik jeruji besi yang disebutnya begitu berat hingga meninggalkan trauma mendalam.
Dalam perbincangan di podcast Billy's Coffee Table, Jonathan mengaku kehidupan di dalam rumah tahanan jauh dari bayangannya. Selama menjalani masa hukuman, ia harus tinggal di sel yang dipenuhi puluhan tahanan lain dengan fasilitas yang sangat terbatas.
Menurut pria yang akrab disapa Ijonk itu, kepadatan penghuni menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya setiap hari. Jumlah tahanan yang melebihi kapasitas membuat mereka kesulitan mendapatkan ruang untuk sekadar beristirahat.
Ia bahkan menggambarkan bagaimana para penghuni harus bergantian mencari posisi tidur karena sempitnya ruangan.
"Tidurnya, tiduran tidur posisi yang pertama. Yang posisi kedua tiduran duduk. Posisi ketiga tiduran berdiri. Karena nggak ada tempat sudah," kata Jonathan Frizzy, dikutip Minggu (19/7/2026).
Tak hanya ruang tidur, keterbatasan fasilitas sanitasi juga menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Jonathan mengungkapkan bahwa puluhan penghuni hanya mengandalkan satu kamar mandi, sehingga aktivitas sehari-hari seperti mandi maupun buang air menjadi hal yang sangat sulit dilakukan.
Kondisi tersebut membuatnya merasa tertekan secara fisik maupun mental.
"Tujuh puluh orang, kamar mandi satu satu saja. Itu aku gak bisa mandi, gak bisa ngapa-ngapain, gak bisa buang apa semuanya gak bisa di sana. Gila ini neraka apa yang Tuhan kasih sih gitu," kenang Jonathan Frizzy.
Selain kondisi sel yang padat, Jonathan juga mengaku syok melihat standar kebersihan makanan yang diterima para tahanan. Salah satu momen yang paling membekas dalam ingatannya adalah ketika melihat makanan yang akan dibagikan sempat dihinggapi tikus.
Pemandangan itu membuatnya kehilangan selera makan hingga hanya bisa menahan tangis.
"Tuh lihat di depan, lagi dimakanin tikus. Terus dibawa masuk, mereka makan. Aku gak makan, cuma aku nangis," bebernya.
Tekanan selama berada di balik jeruji besi perlahan memengaruhi kondisi psikologis sang aktor. Jauh dari keluarga, kehilangan kebebasan, serta harus beradaptasi dengan lingkungan penjara membuatnya sempat berada di titik terendah dalam hidup.
Jonathan mengaku pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup karena merasa tidak sanggup menghadapi tekanan yang dialaminya. Namun, niat tersebut urung dilakukan karena tidak menemukan cara untuk melakukannya.
"Sempat mikir mau bunuh diri sih gitu. Sempat mikir tapi pakai apa ya gitu yang cepat ya. Karena di sana dilarang ada benda tajam, tali dilarang. Itu melawan diri sendiri tuh susah banget, parah sih," pungkasnya.
Pengakuan tersebut menjadi kali pertama Jonathan menceritakan secara terbuka pergulatan mental yang dialaminya selama menjalani masa hukuman.
Sebagai informasi, Jonathan Frizzy tersandung kasus hukum pada Mei 2025 terkait penyalahgunaan vape yang mengandung obat keras jenis etomidate. Perkara tersebut kemudian bergulir ke pengadilan hingga Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis 8 bulan penjara pada 22 Oktober 2025.
Meski divonis 8 bulan, Jonathan tidak menjalani hukuman secara penuh. Ia memperoleh program Cuti Bersyarat (CB) dan resmi menghirup udara bebas dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang pada 7 Januari 2026.
Artikel ini tidak untuk menginspirasi dan diimbau Anda tidak menirunya. Jika Anda merasakan gejala depresi, permasalahan psikologi yang berujung pemikiran untuk melakukan bunuh diri, segera konsultasikan ke pihak-pihak yang dapat membantu Anda seperti psikolog, psikiater atau klinik kesehatan mental. (cmi)
Load more