Riau Bhayangkara Run 2026: Suntik Ekonomi Daerah Hingga Rp58,9 Miliar
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Perhelatan Riau Bhayangkara Run 2026 sukses mencatatkan dampak positif bagi perekonomian Provinsi Riau.
Berdasarkan analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, ajang yang diikuti 15.080 pelari ini diprediksi memberikan kontribusi ekonomi total mencapai Rp58,9 miliar.
Angka tersebut dihasilkan dari total belanja peserta yang diperkirakan menyentuh Rp42,5 miliar.
Melalui simulasi Tabel Input-Output, aktivitas belanja ini menciptakan efek berganda (multiplier effect) ke berbagai sektor seperti transportasi, perhotelan, kuliner, hingga pelaku UMKM lokal.
Ketua Panitia Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Widya Mucharam, menyatakan rasa bangganya atas pencapaian ini.
Ia menilai kegiatan ini membuktikan bahwa ajang olahraga mampu menjadi katalis ekonomi yang kuat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian Riau Bhayangkara Run 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar. Yang paling membanggakan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Daniel, Rabu (22/7).
Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa pengeluaran peserta paling banyak terserap untuk perlengkapan olahraga, akomodasi, dan konsumsi.
Hasil survei juga menunjukkan antusiasme tinggi, di mana 98 persen peserta menyatakan bersedia kembali mengikuti ajang serupa di masa depan.
"Dengan demikian, kegiatan seperti ini memiliki kontribusi yang positif dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal,” kata Asep.
Senada dengan hal tersebut, Event Director Sumatera Satu Event Organizers, Rissandro Dian Pratama, menekankan bahwa kunci kesuksesan ekonomi ini terletak pada pengelolaan event yang profesional dan berorientasi pada pengalaman peserta.
"Hasil analisis BPS yang menunjukkan adanya efek ekonomi hingga Rp58,9 miliar menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event olahraga yang dikelola secara profesional mampu memberikan manfaat yang lebih luas dibanding sekadar kompetisi lari," ujar Rissandro. (dpi)
Load more