News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Alasan Utama FINI Desak Relaksasi RKAB Nikel 2026 untuk Perusahaan Patuh

Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menilai relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel 2026 perlu diprioritaskan bagi perusahaan tambang yang
Jumat, 24 Juli 2026 - 14:43 WIB
Kepastian Pasokan Bijih Nikel Jadi Kunci Hilirisasi, INDEF Soroti Pentingnya Relaksasi Kuota Produksi
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Jakarta, tvOnenews.com -  Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) menilai relaksasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel 2026 perlu diprioritaskan bagi perusahaan tambang yang memiliki rekam jejak kepatuhan terhadap regulasi dan selama ini menjadi penopang pasokan bijih bagi industri pengolahan nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan hilirisasi tanpa mengabaikan tata kelola sektor pertambangan.

Ketua Umum FINI Arif Perdana Kusumah mengatakan keterbatasan pasokan bijih mulai berdampak pada operasional sejumlah smelter berbasis Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF). Arif menjelaskan sejumlah lini produksi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) kini hanya beroperasi di bawah 50 persen kapasitas atau dalam kondisi hot idle akibat terbatasnya pasokan bijih nikel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut dilakukan agar tungku pembakaran (furnace) tetap panas sehingga tidak memerlukan waktu enam hingga delapan minggu untuk dioperasikan kembali serta menghindari risiko kerusakan apabila produksi dihentikan sepenuhnya.

"Dengan demikian, operator smelter tersebut menanggung kerugian hanya untuk menjaga agar lini produksi tidak terhenti total," katanya.

Di tengah kondisi tersebut, kepastian pasokan bahan baku dinilai semakin penting bagi perusahaan tambang yang selama ini menjalankan operasional secara patuh dan menjadi tulang punggung produksi nikel nasional.

Kinerja tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang menjalankan praktik pertambangan sesuai ketentuan tetap berupaya menjaga kontribusi terhadap pasokan nikel nasional dan pengembangan hilirisasi. Karena itu, pelaku industri menilai relaksasi RKAB secara selektif bagi perusahaan yang patuh menjadi penting agar kapasitas produksi tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan smelter yang terus meningkat.

FINI menjelaskan tekanan pasokan saat ini lebih banyak dirasakan fasilitas RKEF. Sementara itu, fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) masih mempertahankan tingkat utilisasi karena memiliki kontrak pasokan bijih jangka panjang dengan perusahaan tambang. Namun, apabila tambahan kuota produksi tidak segera diberikan, kekurangan bahan baku diperkirakan mulai dirasakan fasilitas HPAL pada kuartal III hingga kuartal IV 2026.

Arif menegaskan pengaturan produksi melalui mekanisme RKAB tetap diperlukan sebagai instrumen menjaga keseimbangan pasar nikel global. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut perlu diimbangi dengan fleksibilitas bagi perusahaan yang telah memenuhi kewajiban tata kelola, menjalankan praktik pertambangan yang baik, dan memasok kebutuhan industri hilirisasi di dalam negeri.

"Kalau pemangkasan kuota produksinya terlalu ketat, maka seolah pemerintah menciptakan industri hilirisasi nikel Indonesia ini sedang mengalami rem paksa. Industri hilirisasi membutuhkan pasokan bijih nikel untuk memenuhi kapasitas yang sudah berjalan maupun proyek-proyek ekspansi dan baru, terutama HPAL," ujar Arif.

Ia menilai relaksasi RKAB bagi perusahaan yang patuh justru akan memperkuat kepastian pasokan bahan baku, menjaga utilisasi smelter, serta memastikan investasi hilirisasi yang telah berjalan tetap optimal.

Sebaliknya, apabila pasokan terus terbatas, dampaknya tidak hanya berupa penurunan produksi nikel, tetapi juga berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK), menekan aktivitas ekonomi di kawasan industri berbasis nikel, mengurangi penerimaan negara dan daerah, hingga memengaruhi keberlanjutan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengembangan masyarakat, dan perlindungan lingkungan.

Menurut FINI, pendekatan tersebut juga akan memberikan sinyal bahwa kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor utama dalam pemberian tambahan kuota produksi, sekaligus menjaga daya saing Indonesia sebagai produsen nikel terbesar di dunia dan pusat pengembangan industri baterai kendaraan listrik. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional dan Krisis Ruang Aman yang Belum Berakhir

Hari Anak Nasional dan Krisis Ruang Aman yang Belum Berakhir

Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang diperingati pada Kamis (23/7/2026) menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya menghadirkan ruang aman bagi setiap anak. 
Ogah Bayar Cicilan Laptop Rp27 Juta, Pria di Jakbar Nekat Lukai Diri dan Karang Cerita Begal

Ogah Bayar Cicilan Laptop Rp27 Juta, Pria di Jakbar Nekat Lukai Diri dan Karang Cerita Begal

Seorang pria berinisial A di Jakarta Barat terancam hukuman setelah terbukti memalsukan laporan kasus begal. 
Timnas Indonesia Rasa Eropa, John Herdman Panggil 11 Pemain Keturunan di Piala AFF 2026: Waktunya Garuda Juara?

Timnas Indonesia Rasa Eropa, John Herdman Panggil 11 Pemain Keturunan di Piala AFF 2026: Waktunya Garuda Juara?

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menetapkan 26 pemain yang bela Garuda pada Piala AFF 2026. Menariknya, daftar tersebut dihiasi banyak pemain keturunan.
Petugas Gabungan Cepat Tangani Karhutla di Blora dan Klaten

Petugas Gabungan Cepat Tangani Karhutla di Blora dan Klaten

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta mengatakan, bahwa pihaknya berhasil dengan cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Blora dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Polri Gandeng PBSI dan NPCI, Piala Kapolri 2026 Siap Digelar dan Fokus Mencetak Bibit Pebulu Tangkis Berprestasi

Polri Gandeng PBSI dan NPCI, Piala Kapolri 2026 Siap Digelar dan Fokus Mencetak Bibit Pebulu Tangkis Berprestasi

Piala Kapolri 2026 kembali digelar sebagai salah satu ajang pembinaan atlet bulu tangkis nasional.
Genap 25 Tahun, Band RADJA Gelar Konser Peringatan Perak di Bengkel Hall SCBD

Genap 25 Tahun, Band RADJA Gelar Konser Peringatan Perak di Bengkel Hall SCBD

Memperingati perjalanan peraknya, RADJA menjadwalkan gelaran konser spesial untuk menyapa para penggemarnya (RADJAKU) di Bengkel Hall, SCBD, Jakarta.

Trending

Scout Camp 2026 Digelar di Thailand, Kontingen Pramuka Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Scout Camp 2026 Digelar di Thailand, Kontingen Pramuka Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Kontingen Pramuka sekolah mengharumkan Indonesia di International Education Adventure 4.0 (Scout Camp 2026) yang digelar di Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Provinsi Songkhla, Thailand, pada 20–23 Juli 2026.
Ramalan Zodiak 25 Juli 2026: Aries Untung Besar, Cancer Tahan Jajan

Ramalan Zodiak 25 Juli 2026: Aries Untung Besar, Cancer Tahan Jajan

Ramalan zodiak keuangan 25 Juli 2026 hadir lengkap dengan angka keberuntungan! Aries untung besar dan Cancer diminta tahan jajan di Sabtu akhir pekan ini.
4 Shio yang Mendadak Cuan pada 25 Juli 2026, Siapa Saja?

4 Shio yang Mendadak Cuan pada 25 Juli 2026, Siapa Saja?

4 shio yang mendadak cuan pada 25 Juli 2026 sudah terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Sabtu besok dan temukan siapa yang paling beruntung!
Viral Sulitnya Cari Kerjaan, Wanita ini Menangis: Kalau Belum Diterima Mending Amplop Lamaran Dikembalikan

Viral Sulitnya Cari Kerjaan, Wanita ini Menangis: Kalau Belum Diterima Mending Amplop Lamaran Dikembalikan

Seorang wanita curhat dirinya masih kesuiltan mendapat pekerjaan. Pencaker itu menceritakan telah mengeluarkan banyak uang demi kerja viral di media sosial.
John Herdman Coret 24 Nama dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Ada Amunisi Baru yang Bakal Gabung

John Herdman Coret 24 Nama dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Ada Amunisi Baru yang Bakal Gabung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya ungkap perkembangan terbaru terkait komposisi skuad Garuda jelang Piala AFF 2026. Ada 26 pemain dipertahankan.
Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Merah Putih Capai Rp1,8 Triliun, Purbaya Buka Suara

Heboh Pengadaan Kipas Angin Kopdes Merah Putih Capai Rp1,8 Triliun, Purbaya Buka Suara

Purbaya mengatakan pengelolaan Kopdes Merah Putih bukan berada di bawah Kemenkeu. Melainkan, tanggung jawab pihak pelaksana yaitu PT Agrinas Pangan Nusantara.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 25 Juli 2026: Kabar Baik soal Karier, Rezeki dan Kesuksesan Makin Dekat

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 25 Juli 2026: Kabar Baik soal Karier, Rezeki dan Kesuksesan Makin Dekat

Selamat berbahagia bagi 5 zodiak ini, diprediksi paling hoki pada 25 Juli 2026, Leo dapat kabar baik soal karier, rezeki dan kesuksesan makin dekat.
Selengkapnya

Viral