Generasi Muda Dinilai Miliki Peran Penting Tangkal Darurat Sampah Jakarta
- dok. DPRD Jakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mencatat timbulan sampah saat ini diperkirakan telah menembus lebih dari 8.500 hingga 9.000 ton per hari.
Data tersebut tentu saja mengkhawatirkan dalam persoalan penanganan sampah mengingat kapasitas TPST Bantargebang semakin menipis.
Melihat kondisi yang semakin kritis ini, Ketua Umum Pemuda Inspirasi Nusantara (PIN), Choirul Umam angkat bicara.
- Istimewa
Ia menyerukan aksi nyata dan mendesak anak-anak muda Jakarta untuk segera mengambil peran sebagai garda terdepan penyelemat lingkungan.
"Banyak dari kita melihat sampah hanya sebatas barang buangan yang hilang begitu saja setelah dilempar ke tempat sampah atau aliran sungai. Padahal, setiap botol plastik atau kantong sampah yang kita buang sembarangan hari ini adalah pemicu banjir saat musim hujan," kata Umam kepada awak media, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Umam menyorot permasalahan banjir di Jakarta yang banyak ditengarai tersumbatnya saluran air dan gorong-gorong akibat tumpukan sampah plastik.
Karenanya, ia mengajak pemuda tidak boleh lagi bersikap apatis dan hanya menyalahkan pemerintah ketika bencana banjir datang.
"Anak muda punya energi, punya kreativitas, dan punya pengaruh media sosial. Kalau kita bisa memviralkan hal-hal keren, kenapa kita tidak membuat aksi menjaga kebersihan jadi gaya hidup baru yang keren?," ujar Umam.
Ia memberikan tiga poin penting yang bisa langsung diterapkan oleh para pemuda Jakarta.
Ketiga poin tersebut dinilainya mampu mengurangi potensi kritis permasalahan sampah dengan aktifnya peran pemuda.
"Saya memberikan tiga poin penting kepada pemuda agar berperan aktif untuk menjaga lingkungan dan langsung bisa diterapkan. Pertama, pilah sampah sejak dari rumah. Kedua, kurangi sampah sekali pakai. Dan yang ketiga, mengaktifkan gerakan gotong royong untuk melakukan aksi bersih-bersih lingkungan di tingkat RT/RW," katanya.
Umam memberikan pesan menohok bagi seluruh pemuda Jakarta untuk tidak menunda tindakan sampai dampak buruk lingkungan terasa lebih parah.
"Jakarta ini rumah kita bersama. Kalau generasi mudanya saja tidak peduli, mau jadi seperti apa kota ini 5 sampai 10 tahun ke depan? Jangan tunggu banjir merendam rumah kita baru kita sadar. Mari kita jaga lingkungan, mulai dari hal terkecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai hari ini," sambungnya.(raa)
Load more