News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

AI Hancurkan Jutaan Buku Langka, Praktik Digitalisasi Ini Picu Perdebatan

Di balik kecanggihan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), muncul perdebatan baru yang menyentuh dunia literasi dan pelestarian pengetahuan. 
Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:18 WIB
Kumpulan Buku
Sumber :
  • Unsplash/ Gülfer ERGİN

Jakarta, tvOnenews.com – Di balik kecanggihan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), muncul perdebatan baru yang menyentuh dunia literasi dan pelestarian pengetahuan. 

Sejumlah dokumen pengadilan yang dibuka ke publik mengungkap bahwa perusahaan AI Anthropic membeli jutaan buku fisik, memotong jilidnya, memindai setiap halaman, lalu membuang sisa bukunya setelah proses digitalisasi selesai untuk dijadikan data pelatihan model AI Claude.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Praktik tersebut dikenal sebagai destructive scanning atau pemindaian destruktif. Metode ini sebenarnya telah lama digunakan dalam industri digitalisasi massal karena jauh lebih cepat dibanding memindai buku satu per satu tanpa merusaknya. 

Namun, ketika dilakukan dalam skala jutaan eksemplar untuk melatih AI, praktik tersebut memicu pertanyaan baru mengenai etika, hak cipta, hingga pelestarian warisan budaya.

Kontroversi ini mencuat setelah The Washington Post mengungkap isi dokumen internal Anthropic yang menjadi bagian dari gugatan hak cipta terhadap perusahaan tersebut.

Dalam dokumen itu, Anthropic menjalankan proyek berkode "Project Panama", yang secara internal disebut sebagai upaya untuk melakukan destructive scanning terhadap sebanyak mungkin buku guna memperoleh data berkualitas tinggi untuk melatih model AI. 

Dokumen tersebut bahkan menyebut perusahaan ingin menjaga proyek itu agar tidak diketahui publik.

Menurut dokumen pengadilan, Anthropic menghabiskan puluhan juta dolar AS untuk membeli buku-buku bekas dalam jumlah besar. 

Setelah itu, buku dipotong pada bagian punggungnya agar setiap halaman dapat dipindai menggunakan mesin berkecepatan tinggi. Setelah proses digitalisasi selesai, buku fisik dibuang atau didaur ulang karena tidak lagi diperlukan.

Di awal perkembangan AI generatif, banyak perusahaan memanfaatkan data dari internet untuk melatih large language models.

Namun, internet kini semakin dipenuhi konten yang dihasilkan AI sendiri. Para peneliti menyebut kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas model karena AI belajar dari teks yang juga dibuat AI, sebuah fenomena yang dikenal sebagai model collapse.

Karena itu, perusahaan AI mulai mencari sumber data yang dianggap masih bersih, yaitu buku-buku yang ditulis manusia sebelum ledakan AI generate. Buku dinilai memiliki kualitas bahasa yang tinggi, telah melalui proses penyuntingan, dan mencakup beragam topik.

Laporan investigasi terbaru dari 404 Media dan sejumlah media internasional menyebut permintaan terhadap buku langka, buku yang sudah tidak dicetak lagi (out-of-print), hingga buku berbahasa asing meningkat tajam karena diburu sebagai sumber data AI. 

Para penjual buku bekas di Eropa dan Amerika Utara mengaku menerima pesanan dalam jumlah besar untuk judul-judul yang sebelumnya jarang diminati.

Meski demikian, dokumen pengadilan Anthropic tidak menyatakan bahwa perusahaan secara khusus menghancurkan buku-buku langka atau satu-satunya salinan yang masih tersisa. 

Ars Technica mencatat bahwa buku yang dibeli Anthropic sebagian besar berasal dari pengecer buku bekas dalam jumlah besar, bukan koleksi museum atau perpustakaan.

Namun, para pelaku industri buku mengkhawatirkan tren tersebut dapat mengurangi jumlah eksemplar fisik dari buku-buku yang sudah sulit ditemukan di pasaran apabila praktik serupa terus dilakukan dalam skala besar.

Kasus ini juga menyoroti perbedaan antara legalitas dan etika. Dalam salah satu putusan di Amerika Serikat, hakim menyatakan bahwa pemindaian buku yang dibeli secara sah untuk keperluan pelatihan AI dapat dianggap sebagai bentuk penggunaan yang transformatif (fair use). 

Namun, sengketa mengenai penggunaan buku bajakan dan hak cipta masih menjadi bagian dari perkara lain.

Di sisi lain, penulis, penerbit, pustakawan, hingga pemerhati warisan budaya menilai praktik tersebut menimbulkan persoalan yang lebih luas. 

Selain menyangkut kompensasi bagi penulis, penghancuran buku fisik juga dinilai berpotensi menghilangkan nilai sejarah yang tidak selalu dapat digantikan oleh salinan digital, seperti catatan tangan pemilik sebelumnya, edisi langka, maupun karakter fisik sebuah buku.

Kontroversi ini menunjukkan tantangan baru di era kecerdasan buatan. Semakin canggih sebuah model AI, semakin besar pula kebutuhan akan data berkualitas tinggi untuk melatihnya.

Namun, di balik perlombaan membangun mesin AI yang lebih pintar, muncul pertanyaan yang lebih mendasar yaitu sejauh mana pengetahuan manusia boleh dikorbankan untukmachine learning?

Bagi perusahaan AI, buku merupakan sumber data yang sangat berharga. Namun bagi penulis, pustakawan, dan pecinta literasi, setiap buku fisik juga merupakan bagian dari warisan budaya yang nilainya tidak selalu dapat diukur hanya dari isi teksnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Bocah 5 Tahun Diduga Dicabuli Pria Paruh Baya di Sumbawa, Polisi Langsung Ringkus Terduga Pelaku

Bocah 5 Tahun Diduga Dicabuli Pria Paruh Baya di Sumbawa, Polisi Langsung Ringkus Terduga Pelaku

Kapolsek Buer Ipda Romy Octovian Munir mengatakan H diamankan untuk kepentingan penanganan perkara setelah keluarga korban melaporkan kasus pencabulan anak.
Arus Peti Kemas Naik 8,37 Persen, Aktivitas Logistik Tembus 2,5 Juta TEUs hingga Agustus 2026

Arus Peti Kemas Naik 8,37 Persen, Aktivitas Logistik Tembus 2,5 Juta TEUs hingga Agustus 2026

Arus peti kemas sepanjang Januari–Agustus 2026 tumbuh 8,37 persen hingga menembus 2,5 juta TEUs. Sejumlah terminal mencatat pertumbuhan volume hingga Agustus
Istri Anggota Polri Yayat Sudrajat Tak Penuhi Panggilan KPK Soal Dugaan Korupsi di Kabupaten Bekasi

Istri Anggota Polri Yayat Sudrajat Tak Penuhi Panggilan KPK Soal Dugaan Korupsi di Kabupaten Bekasi

KPK menjelaskan, sedianya saksi diperiksa terkait dengan penempatan aset-aset di antaranya rumah yang sebelumnya telah dilakukan penggeledahan oleh penyidik.

Trending

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Wali Murid Bacok Guru SD di Sleman, Berawal dari Anak Ambil Jajanan di Kantin Tak Bayar

Persoalan ini bermula ketika anak dari pelaku yang diketahui merupakan anak berkebutuhan khusus diduga mengambil jajanan di kantin sekolah tanpa membayar..
Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

Billboard Roboh Diterjang Hujan Angin di Bandung, Timpa Tiga Bangunan hingga Empat Orang Terluka

empat orang sempat terjebak di dalam bangunan dan satu di antaranya mengalami luka ringan setelah tertimpa material bangunan akibat billboard roboh di Bandung.
Link Video Syur Banyuwangi Bilqis Viral di TikTok dan X, 5 Fakta Ini Terungkap

Link Video Syur Banyuwangi Bilqis Viral di TikTok dan X, 5 Fakta Ini Terungkap

Link video syur Banyuwangi Bilqis viral di media sosial, terutama TikTok dan X, 5 fakta ini terungkap.
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Pakai Bahasa Indonesia, Lee Min-young Punya Panggilan Khusus untuk Megawati Hangestri

Simak kedekatan Megawati Hangestri dan Lee Min-young di Hyundai Hillstate. Mulai dari daftar pemain muda terdekat hingga momen manis saat Min-young menyapa Mega pakai Bahasa Indonesia!
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Selengkapnya

Viral