Kasus Batu Ginjal dan Gangguan Prostat Meningkat, Dokter Ungkap Siapa yang Harus Segera Periksa
- Bethsaida.
Jakarta, tvOnenews.com - Meningkatnya kasus batu saluran kemih, gangguan prostat, dan penyakit ginjal di Indonesia membuat deteksi dini menjadi langkah yang semakin penting. Dokter mengingatkan bahwa banyak gangguan pada ginjal dan saluran kemih berkembang secara perlahan tanpa gejala yang khas, sehingga sering kali baru diketahui ketika kondisinya sudah lebih berat.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH, FINASIM, mengatakan penyakit ginjal sering berkembang tanpa disadari oleh penderitanya.
"Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih berat," ujar dr Mutalib dalam keterangannya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
"Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga seperti kista ginjal, sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala agar gangguan dapat ditemukan lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi penyakit ginjal kronis," sambungnya.
Menurutnya, kelompok dengan tekanan darah tinggi, diabetes, riwayat batu saluran kemih berulang, maupun riwayat penyakit ginjal dalam keluarga merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi ginjal.
Sementara itu, Ketua Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., menjelaskan bahwa gangguan pada saluran kemih, prostat, dan ginjal sering kali saling berkaitan sehingga memerlukan kolaborasi antarspesialis.
"Gangguan saluran kemih, prostat, maupun ginjal sering kali saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi antarspesialis agar pasien memperoleh penanganan yang tepat. Melalui Urology & Nephrology Clinic, kami menghadirkan layanan yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini, diagnosis, terapi medis, tindakan minimal invasif, hingga tindak lanjut dan rehabilitasi," ungkapnya.
"Dengan dukungan teknologi modern serta kolaborasi tim multidisiplin, kami berharap setiap pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, akurat, aman, dan nyaman sesuai dengan kondisi masing-masing," lanjut dr. Boyke.
Penanganan batu saluran kemih saat ini dapat dilakukan melalui berbagai metode sesuai kondisi pasien, seperti Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), Ureteroscopy (URS), Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS), Mini Percutaneous Nephrolithotomy (Mini PCNL), hingga pemasangan Double J (DJ) Stent. Adapun gangguan prostat dapat ditangani melalui terapi medis, biopsi prostat, Transurethral Resection of the Prostate (TURP), hingga Holmium Laser Enucleation of the Prostate (HoLEP).
Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), mengatakan pemilihan terapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan. Kami mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat," bebernya.
"Dukungan teknologi seperti Laser Magneto membantu kami bekerja dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, sementara pasien yang membutuhkan rekonstruksi saluran kemih memungkinkan kami menangani kasus yang lebih kompleks, mulai dari penyempitan, cedera, hingga kelainan struktur saluran kemih dalam satu layanan yang berkesinambungan," jelas dr. Donny Eka Putra. (cmi)
Load more