Kemenimipas Ubah Eks Napiter Jadi Pelaku Usaha Produktif
- Antara
tvOnenews.com - Implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto kembali berbuah nyata. Melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus 88 Anti Teror Polri, dan PT Sang Hyang Seri (SHS), Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) berhasil menghadirkan model pembinaan yang mengintegrasikan deradikalisasi, pemberdayaan ekonomi, dan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Keberhasilan terkini ditandai dengan panen hasil budidaya para Mitra Deradikalisasi atau mantan narapidana terorisme (napiter) di kawasan Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). Program ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan Kemenimipas tidak berhenti pada perubahan cara pandang, tetapi mampu melahirkan kemandirian ekonomi dan memperkuat reintegrasi sosial para mantan napiter agar kembali menjadi warga negara yang produktif.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan tahapan penting dalam proses reintegrasi sosial. Dengan memiliki mata pencaharian yang layak, para mantan napiter diharapkan mampu hidup mandiri sekaligus diterima kembali oleh masyarakat.
"Program ini merupakan tindak lanjut deradikalisasi melalui reintegrasi sosial. Kami mengembangkan aspek kewirausahaan agar saudara-saudara kita yang pernah terpapar dapat kembali produktif," ujar Eddy.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil pendampingan berkelanjutan yang dilakukan BNPT bersama Kemenimipas, Densus 88 Anti Teror Polri, dan PT Sang Hyang Seri sejak masa pembinaan hingga para peserta kembali ke tengah masyarakat.
Menteri Imipas Agus Andrianto menilai kawasan Sukamandi memiliki potensi strategis untuk dikembangkan sebagai pusat pembinaan berbasis produktivitas. Dengan dukungan lahan PT Sang Hyang Seri yang mencapai sekitar 3.200 hektare, kawasan tersebut berpeluang menjadi balai latihan kerja terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan hasil pangan.
"Mudah-mudahan nanti ini menjadi bagian dari balai latihan kerja yang sama-sama kita kembangkan bersama PT Sang Hyang Seri dengan BNPT, dalam rangka untuk mendukung program ketahanan pangan Bapak Presiden," ungkap Menteri Agus.
Ke depan, kawasan Sukamandi diproyeksikan menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi warga binaan, klien pemasyarakatan, dan kelompok binaan lainnya. Selain mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan siap bekerja, pengembangan kawasan ini juga diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata Kemenimipas dalam memperkuat ekosistem ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.(chm)
Load more