News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah Bumi Diam-diam Kehilangan Oksigen? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selama miliaran tahun, atmosfer planet ini relatif stabil dengan kandungan oksigen sekitar 21 persen, cukup untuk mendukung kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Senin, 3 Agustus 2026 - 11:10 WIB
Ilustrasi Langit Biru
Sumber :
  • Unsplash/ Vlad Kutepov

Jakarta, tvOnenews.com - Oksigen merupakan salah satu unsur terpenting yang memungkinkan kehidupan bertahan di Bumi. Selama miliaran tahun, atmosfer planet ini relatif stabil dengan kandungan oksigen sekitar 21 persen, cukup untuk mendukung kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Namun, beberapa waktu terakhir muncul kembali klaim bahwa Bumi diam-diam kehilangan oksigen dan suatu saat akan kembali menjadi planet dengan atmosfer yang tidak dapat dihuni manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut para ilmuwan, jawabannya adalah ya, tetapi bukan dalam waktu dekat. Penurunan kadar oksigen memang diperkirakan akan terjadi berdasarkan evolusi alami Matahari dan atmosfer Bumi. Namun, proses tersebut berlangsung dalam skala waktu sekitar satu miliar tahun, jauh melampaui usia peradaban manusia.

Berasal dari simulasi ilmiah
Prediksi tersebut berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience pada 2021 oleh tim peneliti dari Toho University (Jepang) dan Georgia Institute of Technology (Amerika Serikat).

Melalui lebih dari 400.000 simulasi komputer, para peneliti memodelkan bagaimana atmosfer Bumi akan berubah seiring bertambah tuanya Matahari.

Hasilnya menunjukkan bahwa sebelum Matahari berubah menjadi raksasa merah (red giant), peningkatan kecerahan bintang tersebut akan memicu perubahan besar pada siklus karbon di Bumi. Akibatnya, kadar karbon dioksida (CO₂) di atmosfer akan terus menurun hingga tumbuhan tidak lagi mampu melakukan fotosintesis secara efektif.

Ketika fotosintesis berhenti, produksi oksigen baru juga akan ikut menurun. Dalam jangka waktu yang sangat panjang, kadar oksigen di atmosfer diperkirakan akan merosot drastis.

Matahari sebenarnya terus mengalami perubahan sepanjang hidupnya. Menurut NASA, setiap sekitar satu miliar tahun, luminositas atau tingkat kecerahan Matahari meningkat sekitar 10 persen. Meski terdengar kecil, perubahan tersebut cukup untuk mengubah iklim dan komposisi atmosfer Bumi secara perlahan.

Semakin panas Matahari, semakin cepat karbon dioksida terserap melalui proses pelapukan batuan. Lama-kelamaan, jumlah CO₂ menjadi terlalu sedikit untuk mendukung fotosintesis.

Tanpa fotosintesis, tumbuhan, alga, dan sianobakteri tidak lagi menghasilkan oksigen dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan atmosfer seperti saat ini.

Dalam skala geologi, kadar oksigen di Bumi memang tidak selalu tetap. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kadar oksigen atmosfer mengalami perubahan sepanjang sejarah Bumi akibat aktivitas biologis, geologi, dan perubahan iklim. 

Namun, tidak ada bukti bahwa atmosfer Bumi saat ini sedang mengalami penurunan oksigen secara drastis hingga mengancam manusia dalam waktu dekat.

Hal yang justru menjadi perhatian ilmuwan saat ini adalah penurunan kadar oksigen di lautan (ocean deoxygenation).

Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyebut pemanasan global menyebabkan air laut menjadi lebih hangat dan lebih sedikit mampu melarutkan oksigen. Kondisi ini telah memengaruhi berbagai ekosistem laut dan menjadi salah satu dampak perubahan iklim yang terus dipantau para peneliti.

Kehidupan di Bumi akan berubah
Penelitian di Nature Geoscience memperkirakan bahwa ketika kadar oksigen turun drastis di masa depan, atmosfer Bumi akan kembali menyerupai kondisi sebelum Great Oxidation Event, yakni periode sekitar 2,4 miliar tahun lalu ketika oksigen mulai melimpah berkat aktivitas mikroorganisme fotosintetik.

Atmosfer masa depan diperkirakan akan didominasi gas seperti metana dengan kadar oksigen yang sangat rendah. Jika skenario tersebut benar terjadi, sebagian besar bentuk kehidupan kompleks, termasuk manusia, tidak akan mampu bertahan.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa perubahan tersebut baru diperkirakan terjadi dalam rentang waktu sekitar 1 miliar tahun dari sekarang.

Bagi kehidupan saat ini, prediksi tersebut tidak perlu menjadi sumber kekhawatiran. Para ilmuwan menegaskan bahwa ancaman terbesar terhadap manusia dalam beberapa abad mendatang bukanlah hilangnya oksigen atmosfer, melainkan dampak perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, serta kerusakan ekosistem.

Meski demikian, penelitian ini memberikan gambaran penting bahwa atmosfer Bumi tidak bersifat permanen. Seperti halnya bintang dan planet, kondisi yang memungkinkan kehidupan juga memiliki siklus dan akan berubah seiring perjalanan waktu.

Dengan kata lain, Bumi memang diperkirakan akan kehilangan oksigennya suatu hari nanti. Namun, proses itu merupakan bagian dari evolusi alami planet yang berlangsung sangat lambat dan bukan ancaman yang akan dihadapi umat manusia dalam waktu dekat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kemendagri Bakal Luncurkan Akta Kelahiran Digital, Bisa Dikirim Langsung ke E-mail

Kemendagri Bakal Luncurkan Akta Kelahiran Digital, Bisa Dikirim Langsung ke E-mail

Kemendagri dan Kemenkes akan meluncurkan sistem baru terkait penerbitan akta kelahiran.
Harga Pertamax Turun, Bahlil sebut BBM Non Subsidi Ikut Harga Minyak Mentah Dunia

Harga Pertamax Turun, Bahlil sebut BBM Non Subsidi Ikut Harga Minyak Mentah Dunia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, akan terus mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia.
Zikir Kebangsaan di Monas Lancar, PLN Kerahkan Sistem Pengamanan Berlapis

Zikir Kebangsaan di Monas Lancar, PLN Kerahkan Sistem Pengamanan Berlapis

PLN UID Jakarta Raya melalui PLN UP3 Menteng berhasil menjaga keandalan pasokan listrik tanpa kedip selama pelaksanaan Zikir & Doa Kebangsaan di Lapangan Monas
Jadwal Lengkap SEA V Cup 2026 Putri Leg 2: Timnas Voli Putri Indonesia Langsung Lawan Vietnam

Jadwal Lengkap SEA V Cup 2026 Putri Leg 2: Timnas Voli Putri Indonesia Langsung Lawan Vietnam

Jadwal lengkap leg kedua SEA V Cup 2026 Putri, di mana Timnas Voli Putri Indonesia akan memulai perjuangannya dengan melawan Vietnam.
Format Turnamen AVC Women's Continental 2026, Perjuangan Timnas Voli Putri Indonesia Tembus Olimpiade 2028

Format Turnamen AVC Women's Continental 2026, Perjuangan Timnas Voli Putri Indonesia Tembus Olimpiade 2028

Menilik format turnamen AVC Women's Continental 2026, di mana Timnas Voli Putri Indonesia akan berpartisipasi dan berjuang untuk tampil di sejumlah kejuaraan bergengsi kelas dunia termasuk Olimpiade 2028.
[HOAKS ATAU FAKTA?] Harga Pertalite Turun Drastis Jadi Rp5.000 dan Solar Rp2.500

[HOAKS ATAU FAKTA?] Harga Pertalite Turun Drastis Jadi Rp5.000 dan Solar Rp2.500

Dalam narasi yang viral tersebut, harga Pertalite diklaim turun drastis menjadi Rp5.000 per liter, Solar menjadi Rp2.500 per liter, Pertamax Rp10.000 per liter

Trending

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Hasil Pertandingan Timnas Indonesia Abroad Sepekan Penuh: Elkan Baggott Main Rutin di Klub Baru Hingga Kevin Diks Pakai Ban Kapten 

Timnas Indonesia abroad memang berkurang jauh setelah masifnya pemain yang bergabung dengan klub Super League seperti Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen ke Persib Bandung serta Tim Geypens ke Bali United. 
Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV Lagi Marah Besar ke Ruben Onsu Viral, Sarwendah Akhirnya Ungkap Pemicu yang Sebenarnya

Rekaman CCTV yang memperlihatkan Sarwendah sedang marah kepada Ruben Onsu masih menjadi perbincangan setelah cuplikan tersebut diungkap oleh pihak mantan suaminya.
Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak Tahan Lagi, Sarwendah Akhirnya Bongkar Kejadian Sebenarnya di Balik Rekaman CCTV Marah Besar ke Ruben Onsu

Tak tahan lagi, Sarwendah akhirnya bongkar kejadian sebenarnya di balik rekaman CCTV marah besar ke Ruben Onsu yang jadi penyebab keretakan rumah tangganya.
Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Diserbu Hujatan, Denny Sumargo Bongkar Alasan Sebenarnya Mengundang Sarwendah ke Podcast

Konten podcast Denny Sumargo bersama Sarwendah masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Netizen turut mempertanyakan mengapa mengundang mantan istri Ruben Onsu itu.
WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

WOW! Sukanto Tanoto Jadi Orang Terkaya Indonesia, 7 Konglomerat Ini Masuk Top 500 Dunia Per Juli 2026

Sukanto Tanoto memimpin daftar orang terkaya Indonesia versi Bloomberg 2026. Berikut tujuh konglomerat yang masuk jajaran 500 orang terkaya dunia
Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Bongkar 3 PR Besar Garuda Pertiwi Usai Finis Ketiga di Leg 1 SEA V Cup 2026

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia Bongkar 3 PR Besar Garuda Pertiwi Usai Finis Ketiga di Leg 1 SEA V Cup 2026

Manajer Timnas Voli Putri Indonesia, Luciana Taroreh mengungkapkan bahwa skuad Garuda Pertiwi memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera ditangani, usai meraih peringkat ketiga di leg pertama SEA V Cup 2026 Putri.
Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional Terus Diperkuat

PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional melalui penyediaan infrastruktur pengisian daya yang aman, mudah, dan terintegrasi.
Selengkapnya

Viral