News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pelumas dari Minyak Nabati Kian Dilirik, Bisakah Gantikan Oli Berbasis Minyak Bumi?

Selama puluhan tahun, pelumas berbasis minyak bumi mendominasi pasar global. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, para peneliti berlomba
Senin, 4 Mei 2026 - 23:34 WIB
Ilustrasi Pelumas dari Minyak Nabati Kian Dilirik, Bisakah Gantikan Oli Berbasis Minyak Bumi?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

tvOnenews.com - Perkembangan riset energi ramah lingkungan terus menunjukkan arah yang semakin jelas: dunia industri mulai beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju sumber daya terbarukan. 

Salah satu sektor yang kini menjadi sorotan adalah teknologi pelumasan. Selama puluhan tahun, pelumas berbasis minyak bumi mendominasi pasar global. Namun, di tengah meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan, para peneliti berlomba menghadirkan alternatif yang lebih berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data dari International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa konsumsi minyak bumi global masih sangat tinggi, termasuk untuk kebutuhan pelumas industri. 

Padahal, pelumas konvensional memiliki kelemahan utama, yakni sulit terurai di alam dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang. 

Hal ini mendorong berbagai negara maju seperti Jerman dan Jepang untuk mengembangkan pelumas berbasis bio (biobased lubricant) yang lebih mudah terdegradasi dan aman bagi ekosistem.

Di Indonesia, peluang pengembangan pelumas nabati juga sangat besar. Sebagai negara agraris dengan kekayaan minyak nabati seperti kelapa sawit, jarak, dan kelapa, Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk mendukung inovasi ini. 

Riset yang berkembang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas agar mampu bersaing dengan pelumas berbasis minyak bumi. 

Transformasi ini menjadi penting, mengingat sebagian besar pelumas yang digunakan saat ini masih bergantung pada sumber daya tak terbarukan.

Melansir dari Antara, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng., menegaskan pentingnya peralihan menuju pelumas berbasis minyak nabati. 

Ia menjelaskan bahwa pelumas memiliki peran vital dalam menjaga kinerja mesin. Tanpa pelumasan yang optimal, gesekan antar logam dapat meningkatkan suhu, mempercepat keausan, hingga menyebabkan kerusakan mesin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saat ini, pelumas yang banyak digunakan masih berasal dari minyak bumi. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan lingkungan karena sulit terurai. Sebagai alternatif, pelumas berbasis minyak nabati dinilai lebih aman karena mudah terurai di alam. Bahkan, tingkat penguraiannya bisa mencapai lebih dari 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan pelumas mineral,” kata Prof. Sukirno.

Selama ini, pelumas berbasis minyak bumi menjadi pilihan utama industri. Namun, penggunaannya menimbulkan persoalan lingkungan karena sulit terurai. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Doktif Blak-blakan Timpali Klarifikasi Pihak Dokter Richard Lee Soal Sertifikat Mualaf yang Dicabut Hanny Kristianto

Doktif Blak-blakan Timpali Klarifikasi Pihak Dokter Richard Lee Soal Sertifikat Mualaf yang Dicabut Hanny Kristianto

Pernyataan dr Richard Lee usai sertifikat mualafnya dicabut Hanny Kristianto lewat MCI ditanggapi sinis oleh Doktif atau Dokter Detektif di media sosialnya
Tim dr Richard Lee Speak Up, Bongkar Kejadian Sebelum Koh Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf

Tim dr Richard Lee Speak Up, Bongkar Kejadian Sebelum Koh Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf

Tak tinggal diam, tim dr Richard Lee speak up, ungkap kejadian sebelum Koh Hanny Kristianto umumkan mencabut sertifikat mualaf.
Pekerja Lansia di Cianjur Ditemukan Tewas Tertimbun Material Longsor

Pekerja Lansia di Cianjur Ditemukan Tewas Tertimbun Material Longsor

Pria lanjut usia bernama Apipudin (61), pekerja di Perumahan Griya Asri Puncak, Cianjur ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor, Senin (4/5).
Terikat Kontrak Panjang di Ipswich Town, Kans Elkan Baggott Jadi Pemain Indonesia Pertama di Premier League Terbuka

Terikat Kontrak Panjang di Ipswich Town, Kans Elkan Baggott Jadi Pemain Indonesia Pertama di Premier League Terbuka

Elkan Baggott berpotensi menjadi pemain Indonesia pertama di Premier League menyusul kontrak jangka panjang yang telah ia tandatangani bersama Ipswich Town.
Megawati Hangestri Tak Masuk Daftar Prioritas Hyundai Hillstate? Outside Hitter asal Jepang Justru Jadi Target Utama

Megawati Hangestri Tak Masuk Daftar Prioritas Hyundai Hillstate? Outside Hitter asal Jepang Justru Jadi Target Utama

Di tengah rumor kepindahan Megawati Hangestri ke Hyundai Hillstate, laporan media Korea justru mengungkap adanya kekecewaan besar di internal klub. Pemain asal Jepang
Dua Begal Kurir Paket di Bandung Sudah Ditangkap, Korban Sempat Diancam dengan Pisau Lipat

Dua Begal Kurir Paket di Bandung Sudah Ditangkap, Korban Sempat Diancam dengan Pisau Lipat

Jajaran Polrestabes Bandung berhasil membekuk dua dari empat anggota komplotan begal yang menyasar seorang kurir paket di kawasan Astanaanyar. 

Trending

Tim dr Richard Lee Speak Up, Bongkar Kejadian Sebelum Koh Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf

Tim dr Richard Lee Speak Up, Bongkar Kejadian Sebelum Koh Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualaf

Tak tinggal diam, tim dr Richard Lee speak up, ungkap kejadian sebelum Koh Hanny Kristianto umumkan mencabut sertifikat mualaf.
Doktif Blak-blakan Timpali Klarifikasi Pihak Dokter Richard Lee Soal Sertifikat Mualaf yang Dicabut Hanny Kristianto

Doktif Blak-blakan Timpali Klarifikasi Pihak Dokter Richard Lee Soal Sertifikat Mualaf yang Dicabut Hanny Kristianto

Pernyataan dr Richard Lee usai sertifikat mualafnya dicabut Hanny Kristianto lewat MCI ditanggapi sinis oleh Doktif atau Dokter Detektif di media sosialnya
Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT