Viral Pemuda Pekalongan Ngaku Dibegal dan Tebas Jari Pelaku, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan
- Tangkapan layar
tvOnenews.com - Sebuah video hitam putih yang memperlihatkan seorang pemuda berlumuran cairan berwarna gelap mendadak menghebohkan media sosial.
Dalam rekaman itu, pemuda tersebut mengaku baru menjadi korban begal dan mengklaim sempat melawan hingga menebas jari salah seorang pelaku.
Narasi yang disampaikan terdengar meyakinkan, bahkan ia memperlihatkan benda yang sekilas menyerupai jari manusia.
Video tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kekhawatiran warga, terutama karena disertai informasi mengenai dugaan aksi pembegalan di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Namun, setelah polisi turun tangan dan memeriksa lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian, fakta sebenarnya terungkap.
Peristiwa pembegalan itu tidak pernah terjadi. Seluruh adegan ternyata dibuat sebagai konten, sementara benda yang diklaim sebagai jari pelaku hanyalah potongan wortel yang dibentuk menyerupai jari manusia.
Video Viral Bikin Warga Geger, Polisi Langsung Telusuri Lokasi
Video tersebut salah satunya diunggah melalui akun Instagram @pekalonganpost. Dalam rekaman, pemuda itu tampak berada di depan rumah dengan pakaian, tangan, dan kaki yang dipenuhi cairan berwarna gelap.
Ia juga menyampaikan narasi dalam bahasa Jawa mengenai dugaan pembegalan serta mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melintas di kawasan yang disebutnya sebagai lokasi kejadian.
Narasi tersebut membuat banyak pengguna media sosial menduga telah terjadi tindak kriminal serius. Video bahkan disertai cerita bahwa pemuda itu berhasil melawan para pelaku dan membawa pulang benda yang disebut sebagai jari salah seorang pembegal.
Menindaklanjuti video yang viral pada Minggu (2/8/2026), Polres Pekalongan langsung melakukan penyelidikan.
Petugas mendatangi lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian perkara sekaligus memeriksa pemuda yang mengaku sebagai korban.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh cerita dalam video tersebut merupakan rekayasa.
“Hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang kami lakukan menunjukkan bahwa informasi tersebut tidak benar. Video itu dibuat untuk konten oleh seorang pemuda berinisial BW dan seluruh cerita yang disampaikan merupakan rekayasa,” kata Rachmad saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (3/8/2026).
Polisi juga tidak menemukan bukti yang mendukung narasi pembegalan. Tidak ada bekas kendaraan jatuh, bercak darah, maupun kerusakan pada helm seperti yang diceritakan dalam video.
Load more