News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ternyata Ini Alasan Pelaku Membunuh Korban di Kasus Mutilasi di Depok

Media sosial beberapa waktu lalu digemparkan dengan temuan jasad terbungkus karung. Hal ini pun dijelaskan pihak Kepolisian soal kasus mutilasi di Depok ini
Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:42 WIB
Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com- Kasus mutilasi di Depok mencuri perhatian akhir-akhir ini. Sebab pelaku dan korbannya diduga bergabung dengan grup gay.

Isu ini terus bergulir, karena bagian tubuh dari korban belum ditemukan semuanya. Pelaku di kasus mutilasi di Depok telah ditetapkan sebagai tersangka. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi jenazah.
Ilustrasi jenazah.
Sumber :
  • Antara

Dalam keterangannya, Polisi menetapkan tersangka SA alias Saepullah dengan korban dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap pria bernama Kunaefi (51) di Kota Depok.

Lantas, apa alasan pelaku mutilasi di Depok tega melakukannya?

Berdasarkan informasi dirangkum tvOnenews.com, jika aksi pembunuhan dan mutilasi dilakukan telah direncanakan untuk menguasai harta benda milik korban.

Sementara dugaan hubungan sesama jenis seperti yang berkembang di media sosial (Medsos). Polisi belum bisa menyimpulkan.  

Namun fakta lain yang muncul, adanya ditemukan dalam Handphone tersangka komunitas Gay, atau yang dikenal hubungan sesama jenis.

"Update hasil pemeriksaan dengan saksi-saksi dan pengecekan HP (telepon genggam) milik tersangka, bahwa tersangka tergabung dalam grup (komunitas gay)," kata Dimitri saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu (8/8).

"Terjadi perencanaannya karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban serta untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban," jelas Dimitri.

Lebih lanjut dijelaskan oleh penyidik juga telah menetapkan SA sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Seperti diketahui, korban berkenalan dengan pelaku melalui media sosial sebelum bertemu di sebuah kontrakan di Cipayung pada 23 Juli 2026.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHP," terang Dimitri.

Kemudian menurut penyidik, pertemuan tersebut berujung pada pembunuhan.

Saepul (26), pelaku yang menghabisi nyawa dan mutilasi pria berinisial K (51).
Saepul (26), pelaku yang menghabisi nyawa dan mutilasi pria berinisial K (51).
Sumber :
  • Istimewa

Dalam pertemuan itu, pelaku diduga menusuk perut dan menggorok leher korban dengan menggunakan pisau, kemudian memutilasi jasadnya untuk menghilangkan jejak.

Lalu tubuh korban dibuang di kawasan Tanah Merah, sedangkan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.    

Perlu diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya penemuan mayat termutilasi yang terbungkus di dalam karung di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Lalu diungkap setelah pelakunya dibekuk oleh Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan korban bernama Kunaefi (51), warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, diduga dibunuh oleh pelaku berinisial SA (26).

"Kasus ini bermula saat warga melihat sebuah karung mencurigakan di kawasan Tanah Merah pada 24 Juli 2026 dan mengiranya berisi sampah," kata Budi di Jakarta, Rabu.

Kemudian kasus berlanjut, pada Sabtu (25/7), istri korban melaporkan suaminya yang tidak kunjung pulang sebagai orang hilang ke Polres Metro Depok. Hingga ditemukan tersangka yang disebut teman yang dikenal lewat medsos.(klw)

 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Diterjang Ancaman El Nino, 7.000 Petani Jagung Klaim Panen Naik 15 Persen

Diterjang Ancaman El Nino, 7.000 Petani Jagung Klaim Panen Naik 15 Persen

Peningkatan produktivitas itu menjadi sorotan karena berlangsung di tengah tekanan perubahan iklim dan variabilitas cuaca yang semakin menjadi tantangan bagi petani.
Jaksa Agung Mutasi 16 Jaksa, 3 Kajari Jakarta Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Jaksa Agung Mutasi 16 Jaksa, 3 Kajari Jakarta Diganti, Ini Daftar Lengkapnya

Posisi Kajari Jakarta Pusat kini diisi oleh Oktafian Syah Effendi yang sebelumnya menjabat Asisten Intelijen pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Siap Menggempur Pembuka Jalan ke Final

Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026: Skuad Garuda Siap Menggempur Pembuka Jalan ke Final

Timnas Indonesia bakal mengawali kiprahnya di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menjamu Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (25/9/2026).
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki 26 September 2026: Rezeki Mengalir dan Peluang Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 26 September 2026: Rezeki mengalir dan peluang tak terduga.
Pelatihan Produksi Konten Digital, Kadiskominfo Tangsel Dorong Pemuda Melek Teknologi

Pelatihan Produksi Konten Digital, Kadiskominfo Tangsel Dorong Pemuda Melek Teknologi

Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, mendorong generasi muda untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman di bidang digital melalui pelatihan produksi konten digital pemuda di Kelurahan Buaran.
Berkah Absennya Matteo Gabbia, Kini Ruben Amorim Punya Duet Bek Tak Tergantikan di AC Milan

Berkah Absennya Matteo Gabbia, Kini Ruben Amorim Punya Duet Bek Tak Tergantikan di AC Milan

Ruben Amorim mulai menemukan duet bek andalan di AC Milan musim ini. Koni De Winter dan Strahinja Pavlovic menjadi dua pemain yang terus dipercaya.

Trending

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Top 3 Voli: Zhong Hui Gantikan Megawati Hangestri, Pesan Khusus Senior ke Megatron, hingga Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler seputar pilar baru pengganti Megawati Hangestri hingga kehebohan sesi latihan tim. Berikut rangkumannya.
Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Begini Kondisi Ferdy Sambo Sekarang yang Menempati Lapas Kelas II A Cibinong, Tempat yang Baru Saja Disidak Ombudsman

Kabar Ombudsman sidak Lapas Cibinong, merupakan tempat Ferdy Sambo ditahan saat ini. Lantas bagaimana kondisinya sekarang? Simak penjelasan di bawah ini
Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Timnas Indonesia Diakui Dunia, Pelatih Jerman Sampai Ketar-ketir Lihat Kualitas Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Mereka Sulit Dikalahkan

Kekuatan Timnas Indonesia mendapat pengakuan dari pelatih Bangladesh, Thomas Dooley. Ia menilai skuad Garuda kini menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Laga FIFA ASEAN Cup 2026, Imbau Penonton Jaga Ketertiban

Ribuan personel gabungan dikerahkan dalam rangka pelayanan dan pengamanan dua pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di GBK.
Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar Surat Pemberitahuan Pemadaman Internet pada 25-27 September 2026, Kemkomdigi: Hoax

Beredar surat pemberitahuan soal pemadaman internet yang akan terjadi pada 25-27 September 2026. Kemkomdigi memastikan informasi tersebut merupakan hoax.
Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ferdy Sambo Disebut Lebih Aktif di Gereja Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar: Tidak Ada Temuan Eks Kadiv Propam Nikmati Fasilitas "Khusus"

Ditjenpas Jawa Barat menyebut tidak ada temuan atau informasi bahwa eks Kadiv Propam Polri menikmati fasilitas “khusus” di Lapas Kelas II A Cibinong, Kabupaten Bogor.
Polisi Dalami Kasus Video A Day in My Life, Keduanya Bersepakat buat Video Mesum Sejak Juli 2026

Polisi Dalami Kasus Video A Day in My Life, Keduanya Bersepakat buat Video Mesum Sejak Juli 2026

Media sosial sebelumnya dihebohkan dengan isu video mesum a day in my life. Keduanya diduga merupakan pasangan sesama jenis atau gay masih didalami kepolisian.
Selengkapnya

Viral