Penertiban Tambang Ilegal Jadi Katalis Produksi dan Kinerja TINS
- istimewa - antaranews
Perbaikan fundamental tersebut tercermin pada kapitalisasi pasar TINS. Pada Agustus 2025, kapitalisasi pasar perseroan berada di kisaran Rp7,6 triliun. Sementara pada Agustus 2026, kapitalisasi pasar TINS telah mencapai sekitar Rp28,75 triliun.
Co-Founder Pasar Dana, Hans Kwee menyampaikan dengan mempertimbangkan pertumbuhan kinerja, harga timah global dan komitmen terhadap penertiban tambang ilegal, Hans masih merekomendasikan Buy untuk TINS dengan target harga Rp4.700 hingga Rp5.000 per saham.
Prospek TINS saat ini ditopang oleh pemulihan produksi, dan potensi normalisasi pasokan melalui penertiban tambang ilegal.
“Valuasi TINS masih akan tetap menarik. Dengan price to earnings ratio (PER) sekitar 4,49 kali, valuasi TINS masih relatif murah dibandingkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih perseroan. Net profit margin TINS yang mencapai sekitar 26% dan return on equity (ROE) sekitar 51%.”
“Dari sisi industri, prospek harga timah dunia masih positif seiring potensi kekurangan pasokan akibat meningkatnya kebutuhan industri semikonduktor dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).” pungkas Hans Kwee. (aag)
Load more