8 dari 10 Anak Indonesia Kekurangan DHA, Dokter Ungkap Dampaknya bagi Otak
- ANTARA
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai lembaga kesehatan anak, rendahnya asupan DHA pada anak usia sekolah dapat berpengaruh terhadap sejumlah aspek yang berkaitan dengan proses belajar, daya ingat hingga regulasi emosi.
Namun, persoalan tersebut kerap tidak mudah dikenali. Anak dengan asupan DHA yang kurang belum tentu menunjukkan gejala yang secara langsung dapat dilihat oleh orang tua.
Orang Tua Diminta Tak Hanya Perhatikan Rasa
Pilihan minuman anak sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan rasa yang mereka sukai. Kandungan nutrisi juga perlu menjadi pertimbangan, terlebih ketika anak mulai memiliki kebebasan lebih besar dalam memilih makanan dan minuman.
"Dalam memilih minuman anak, orang tua sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa yang disukai, tetapi juga kandungan nutrisinya. Rasa memang memengaruhi penerimaan anak, sehingga pilihan minuman bernutrisi, termasuk yang mengandung DHA, idealnya tetap hadir dalam format yang dapat diterima dan dinikmati anak tanpa paksaan,” tambah dr. Shyrien.
Orang tua juga perlu melihat pola konsumsi anak secara keseluruhan. Ketika anak mulai mengurangi susu, kebutuhan nutrisi tidak berarti ikut berkurang. Asupan berbagai zat gizi tetap perlu dipenuhi melalui pola makan yang beragam dan seimbang.
Kecukupan DHA pada anak pun tidak hanya menjadi persoalan individual. Jika rendahnya asupan terjadi secara luas, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari tantangan pemenuhan gizi anak Indonesia.
Karena itu, edukasi mengenai kebutuhan nutrisi anak perlu dilakukan secara berkelanjutan. Orang tua dan tenaga kesehatan dapat berperan dalam memastikan pilihan makanan dan minuman anak tetap mendukung tumbuh kembang serta aktivitas belajar mereka. (cmi)
Load more