Viral Video Detik-detik Diduga Anak Buah Hercules Terlibat Kericuhan di Pejompongan, Ini Kata Polisi
- Instagram @infokebonpala
Jakarta, tvOnenews.com - Video detik-detik diduga Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB Jaya) terlibat kericuhan di Pejompongan.
Viral video sekelompok massa diduga anak buah Hercules dari GRIB Jaya turun menggunakan mobil di tengah aksi massa di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis 27 Agustus 2026 malam.
Dalam video tersebut turun sejumlah orang dari sebuah mobil dengan ciri-ciri memakai ikat kepala putih. Mereka juga tampak membawa sejenis senjata di tangan mereka.
- Tangkapan Layar Threads @dark_lyre
"Langsung Hercules turun ke jalan," kata perekam video dikutip pada Sabtu (29/8/2026).
"Timnya Hercules langsung turun ke jalan, malam ini," tambahnya.
"Hercules ada di bawah," katanya.
GRIB Jaya disebut-sebut warganet sebagai pihak yang berhadapan dengan warga di sekitar Pejompongan, saat terjadi kerusuhan.
GRIB Jaya juga dikaitkan dengan truk yang dibakar massa pada Kamis malam. Truk tersebut menjadi sasaran massa karena diduga mengangkut anggota ormas.
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Ormas
Polda Metro Jaya mengaku masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah ormas dalam kericuhan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, pada Kamis (27/8/2026).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan keterlibatan ormas tertentu dalam kericuhan tersebut.Â
Polisi masih membutuhkan verifikasi fakta sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
"Terkait tentang ormas, kami masih melakukan pendalaman, karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu, ya," kata Budi di Polda Metro Jaya, pada Jumat (28/8/2026).
Budi mengatakan itu saat ditanya mengenai informasi di media sosial yang menyebut adanya massa yang turun menggunakan truk, dan diduga merupakan anak buah Hercules dari GRIB Jaya.
Namun, polisi tidak ingin terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media social tersebut.Â
Menurutnya, banyak unggahan terkait aksi maupun peristiwa di lapangan yang belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.
Ia mengatakan informasi yang beredar di media sosial dapat berupa disinformasi, provokasi, hingga hoaks. Karena itu, setiap informasi mengenai dugaan mobilisasi massa maupun keterlibatan kelompok tertentu harus terlebih dahulu diverifikasi.
"Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi, dan hoaks," ujarnya.
Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman demi memastikan apakah benar terdapat ormas tertentu yang terlibat dalam kericuhan aksi.
Polisi juga meminta masyarakat maupun media memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, terutama informasi yang berkaitan dengan mobilisasi massa dan dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam kericuhan. (muu)
Load more