News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral, Kok Bisa Rumah Ini Selamat dari Banjir Bandang Nepal? Ternyata Ini Rahasianya

Rumah hijau di Nepal viral setelah selamat dari terjangan banjir bandang. Struktur beton bertulang dan posisi bangunan diduga menjadi kunci ketahanan
Selasa, 1 September 2026 - 18:13 WIB
Viral, Kok Bisa Rumah Ini Selamat dari Banjir Bandang Nepal? Ternyata Ini Rahasianya
Sumber :
  • Tangkapan layar X @arcpresentation

tvOnenews.com - Banjir bandang biasanya tidak memberi banyak waktu bagi siapa pun untuk menyelamatkan diri. Air bercampur lumpur, batu, batang pohon, dan material lain dapat berubah menjadi dinding raksasa yang menghantam apa saja di jalurnya. 

Namun, sebuah rumah berwarna hijau di Nepal justru memperlihatkan pemandangan yang berbeda Ketika bangunan-bangunan di sekitarnya dilanda kerusakan, rumah tersebut tetap berdiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, sebuah keluarga terlihat bertahan di balkon bangunan ketika arus deras mengepung rumah dari berbagai sisi. Rekaman itu kemudian viral dan mengundang pertanyaan: bagaimana rumah tersebut bisa bertahan dari terjangan banjir bandang yang begitu kuat?

Video yang diunggah akun X @Deb_livnletliv memperlihatkan betapa ekstremnya kondisi di sekitar rumah. Air bah membawa lumpur, batu berukuran besar hingga pepohonan yang tumbang. Meski demikian, bangunan hijau tersebut tidak roboh dan keluarga yang berlindung di dalamnya berhasil selamat.

"Rumah Hijau yang berhasil bertahan meski menghadapi segala rintangan. Bahkan amukan alam yang dahsyat, yang menghancurkan segala sesuatu di jalannya, tak mampu menggoyahkan fondasinya," tulis akun tersebut di X, Jumat (28/8).

Bukan Sekadar Keberuntungan, Ada Rangka Beton Bertulang

Ketahanan rumah itu kemudian menjadi bahan pembahasan di media sosial. Sejumlah penjelasan mengenai struktur bangunan menunjukkan bahwa kemampuan rumah bertahan kemungkinan bukan hanya karena keberuntungan.

Akun X Architecture Presentation @arcpresentation, yang dikutip NDTV, menjelaskan bahwa banyak rumah di kawasan lembah Himalaya di Nepal menggunakan konstruksi pasangan batu tanpa rangka beton bertulang. 

Model bangunan tersebut relatif kuat dalam menerima beban vertikal, tetapi memiliki kelemahan ketika menghadapi tekanan kuat dari arah samping.

Kondisinya berbeda dengan rumah hijau yang terekam dalam video. Bangunan tersebut dilaporkan menggunakan rangka beton bertulang yang menghubungkan kolom, balok, hingga fondasi menjadi satu kesatuan struktur.

"Rangka beton bertulang yang disambung secara berkesinambungan mengikat kolom, balok, dan pondasi menjadi satu rangka yang kokoh," kata akun tersebut dalam video penjelasannya.

Struktur semacam ini memungkinkan gaya dari luar bangunan disalurkan melalui kerangka hingga ke tanah. Ketika air dan lumpur menghantam rumah, tekanan lateral tidak sepenuhnya diterima oleh dinding, melainkan didistribusikan melalui sistem struktur.

Dengan kata lain, kemampuan rumah tersebut bertahan tidak hanya ditentukan oleh material yang digunakan, tetapi juga bagaimana seluruh komponen bangunan bekerja sebagai satu kesatuan.

Posisi Rumah Juga Jadi Faktor Penentu

Selain konstruksi, lokasi rumah ternyata ikut menentukan keselamatannya. Sebagaimana dilansir Indian Express, Senin (31/8/2026), rumah tersebut tidak berada tepat di jalur utama aliran material banjir.

Dalam fenomena banjir bandang yang membawa puing atau debris flow, material paling berat seperti batu besar cenderung bergerak mengikuti bagian terdalam dari saluran aliran. Rumah hijau itu berada sedikit menjauh dari jalur tersebut dan berdiri di permukaan yang relatif lebih tinggi.

Bentuk bangunannya yang cukup ringkas juga membantu memecah aliran air dan lumpur ke sisi kanan serta kiri, sehingga energi hantaman tidak sepenuhnya terpusat pada bagian depan rumah.

Material lumpur yang kemudian menumpuk di sekitar bangunan bahkan disebut membantu membentuk semacam jalur atau tanjakan alami. Kondisi tersebut dapat mengarahkan aliran susulan agar menjauh dari struktur rumah.

Video mengenai rumah hijau itu pun menyebar luas dan disebut telah ditonton lebih dari tiga juta kali. Warganet ramai memberikan tanggapan, termasuk mengaitkannya dengan pentingnya konstruksi bangunan di kawasan rawan bencana.

"Orang bijak membangun rumahnya di atas batu, dan rumah di atas batu itu berdiri kokoh. Mengingatkan saya pada lagu lama ini," tulis salah satu pengguna.

"Mereka telah menggunakan semen dan besi beton di Guatemala selama berdekade-dekade karena gempa bumi," komentar pengguna lainnya.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa keselamatan sebuah bangunan ketika menghadapi bencana alam sangat dipengaruhi kombinasi desain struktur, kualitas konstruksi, kondisi tanah, serta posisi bangunan terhadap jalur bencana. 

Rumah hijau di Nepal menjadi contoh menarik bagaimana faktor-faktor tersebut dapat membuat perbedaan ketika alam menunjukkan kekuatannya. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harga Dexlite Naik Mulai 1 September, Tembus Rp23.700 per Liter

Harga Dexlite Naik Mulai 1 September, Tembus Rp23.700 per Liter

Kenaikan harga dexlite itu disampaikan langsung oleh VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam keterangan resminya Senin (31/9/2026).
Trotoar Gasibu Diprotes Terlalu Tinggi, Dedi Mulyadi Minta Maaf Janji Segera Diperbaiki

Trotoar Gasibu Diprotes Terlalu Tinggi, Dedi Mulyadi Minta Maaf Janji Segera Diperbaiki

Pria yang akrab disapa KDM ini mengakui jika trotoar yang dibangun terlalu tinggi, hingga menyulitkan akses warga terutama, anak-anak, lansia hingga disabilitas
KDM Minta Gunung Ditutup Bagi Pendaki, Pasalnya Karhutla di Jabar Terus Meningkat

KDM Minta Gunung Ditutup Bagi Pendaki, Pasalnya Karhutla di Jabar Terus Meningkat

Luas lahan dan hutan di Jawa Barat yang terbakar meningkat dari 196,40 hektar jadi 228,07 hektar dalam sepekan terakhir. KDM minta gunung ditutup untuk pendaki.
Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun Bagi Kementerian Pertanian untuk Perkuat Perkebunan

Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun Bagi Kementerian Pertanian untuk Perkuat Perkebunan

Anggaran tambahan itu, akan diarahkan Amran untuk pengembangan kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, termasuk penyediaan 1.250 unit traktor.
Tambahan Anggaran Kemenkum Rp837 Miliar Disetujui Komisi XIII DPR

Tambahan Anggaran Kemenkum Rp837 Miliar Disetujui Komisi XIII DPR

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif "Eddy" Hiariej menjelaskan pihaknya mengusulkan pagu indikatif tahun 2027 untuk Kemenkum sebesar Rp4,492 triliun.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.

Trending

Polisi Didesak Tangkap Pembunuh Pedagang Cermin hingga Usut Aksi Ormas dalam Kerusuhan Pejompongan

Polisi Didesak Tangkap Pembunuh Pedagang Cermin hingga Usut Aksi Ormas dalam Kerusuhan Pejompongan

Usman Hamid juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas aksi kekerasan oleh sekelompok massa dalam kericuhan di Pejompongan pasca demo 27 Agustus 2026 lalu.
Berlaku 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Green 95

Berlaku 2 September 2026, Pertamina Patra Niaga Sesuaikan Harga Pertamax Green 95

Harga Pertamax Green 95 resmi mengalami penyesuaian per 2 September 2026 mengikuti kenaikan BBM nonsubsidi sebelumnya. Berikut daftar harga BBM Pertamina nonsubsidi terbaru.
Tambahan Anggaran Kemenkum Rp837 Miliar Disetujui Komisi XIII DPR

Tambahan Anggaran Kemenkum Rp837 Miliar Disetujui Komisi XIII DPR

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif "Eddy" Hiariej menjelaskan pihaknya mengusulkan pagu indikatif tahun 2027 untuk Kemenkum sebesar Rp4,492 triliun.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Buka Peluang Main di Eropa dan Siap Digeser Jadi Outside, hingga Omongan Legenda Hyundai Hillstate soal Megatron

Redaksi tvOnenews.com mencatat tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar perkembangan terbaru atlet berjuluk Megatron ini. Berikut rangkumannya.
Trotoar Gasibu Diprotes Terlalu Tinggi, Dedi Mulyadi Minta Maaf Janji Segera Diperbaiki

Trotoar Gasibu Diprotes Terlalu Tinggi, Dedi Mulyadi Minta Maaf Janji Segera Diperbaiki

Pria yang akrab disapa KDM ini mengakui jika trotoar yang dibangun terlalu tinggi, hingga menyulitkan akses warga terutama, anak-anak, lansia hingga disabilitas
Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun Bagi Kementerian Pertanian untuk Perkuat Perkebunan

Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun Bagi Kementerian Pertanian untuk Perkuat Perkebunan

Anggaran tambahan itu, akan diarahkan Amran untuk pengembangan kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete, termasuk penyediaan 1.250 unit traktor.
Berawal Salah Invite Orang Tua, Diduga Grup WhatsApp LGBT Berisi Siswa Sekolah Terbongkar

Berawal Salah Invite Orang Tua, Diduga Grup WhatsApp LGBT Berisi Siswa Sekolah Terbongkar

Salah satu orang tua siswa, Yuda Fajrin mengatakan, grup tersebut diketahui memiliki nama 'Add people as much as you can' dan di dalamnya ada beberapa siswa.
Selengkapnya

Viral