Wamendagri Bima Dorong Respons Cepat dan Narasi Terpadu Hadapi Disinformasi di Era Digital
- Puspen Kemendagri
"Fokus kepada narasi tunggal yang dominan, yang direncanakan, disepakati di awal," tambahnya.
Selanjutnya, Bima meminta pemerintah memaksimalkan media monitoring yang dimiliki. Media monitoring, menurutnya, tidak hanya digunakan untuk mengukur penerimaan publik terhadap suatu kebijakan, tetapi juga untuk membaca sentimen publik secara lebih menyeluruh.
Untuk mendukung hal itu, Bima mendorong humas pemerintah agar tidak hanya bersikap defensif atau reaktif dalam menghadapi disinformasi. Pemerintah juga perlu lebih proaktif menyampaikan berbagai capaian dan praktik baik yang terjadi di daerah.
"Mari kita jangan terjebak kepada aktivitas defensif atau reaktif, tapi mari kita jemput bola mengabarkan berita-berita baik. Banyak bertebaran di setiap penjuru negeri, setiap Pemda pasti ada narasi yang inspiratif," tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. (rpi)
Load more