VKTR dan PT Danantara Investment Management Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Percepat Ekosistem Mobilitas Listrik Indonesia
- Istimewa
tvOnenews.com - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”), pionir industri kendaraan listrik komersial nasional, bersama Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (“DIM”) dan PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR”), menandatangani Indicative Term Sheet (“Term Sheet”) yang menjadi langkah awal rencana kerja sama strategis untuk mempercepat pengembangan bisnis dan ekosistem mobilitas listrik di Indonesia, termasuk mengenai rencana dukungan pendanaan oleh DIM hingga Rp2 triliun untuk mendukung bisnis Electric Mobility-as-a-Service (“e-MaaS”).
Adapun, Term Sheet ini merupakan kesepakatan awal yang dibuat oleh VKTR dan DIM yang bersifat non-binding serta akan tunduk lebih lanjut pada pembahasan dan penyusunan perjanjian definitif. VKTR menilai bahwa penandatanganan Term Sheet mencerminkan kesamaan visi dan komitmen VKTR dan DIM untuk melanjutkan proses kerja sama ke tahap berikutnya, dengan harapan dapat tercapai suatu perjanjian definitif dan realisasi dukungan pendanaan dengan tetap tunduk pada pemenuhan persyaratan, persetujuan, kajian, dan ketentuan yang berlaku.
e-MaaS: Membuka Akses yang Lebih Mudah terhadap Kendaraan Listrik Komersial
e-MaaS merupakan model layanan yang memungkinkan perusahaan atau operator menggunakan kendaraan listrik komersial tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan investasi dan pendukungnya di awal. Dalam skema ini, kendaraan, pembiayaan, infrastruktur pengisian daya, hingga pengelolaan dan operasional armada dapat diintegrasikan dalam satu layanan.
Sederhananya, e-MaaS hadir sebagai enabler untuk mempercepat transisi armada konvensional menuju kendaraan listrik dengan mengurangi kebutuhan investasi awal yang besar, yang selama ini menjadi salah satu tantangan bagi calon pengguna. Melalui skema ini, operator dapat mengakses kendaraan listrik beserta ekosistem pendukungnya tanpa harus menanggung kebutuhan Capital Expenditure (CAPEX) yang besar di awal, melainkan melalui skema biaya Operational Expenditure (OPEX). Pendekatan ini diharapkan dapat menurunkan hambatan adopsi dan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk melakukan transisi armada menuju kendaraan listrik.
Dari Kendaraan Listrik menuju Solusi Mobilitas Terintegrasi
Bagi VKTR, pengembangan e-MaaS merupakan bagian dari strategi untuk memperluas peran VKTR dalam ekosistem transportasi listrik. VKTR tidak hanya berfokus pada perakitan kendaraan listrik komersial, tetapi juga terus mengembangkan solusi mobilitas yang mengintegrasikan kendaraan, teknologi, infrastruktur, dan layanan operasional yang responsif terhadap kebutuhan pengguna maupun operator transportasi.
“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang bukan sekadar bentuk kerja sama, tetapi juga merupakan sebuah amanah untuk membawa perjalanan VKTR ke tahap berikutnya, mewujudkan aspirasi yang lebih besar dan bersama-sama membangun masa depan mobilitas Indonesia yang semakin maju, berkelanjutan, mandiri, dan menjadi momentum penting dibukanya babak baru dalam upaya membangun solusi mobilitas listrik di Indonesia. Kami melihat adanya peluang yang jauh lebih besar ketika berbagai kekuatan dapat disatukan dan diarahkan pada tujuan yang sama,” ujar Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pelaku usaha terhadap kendaraan listrik komersial melalui skema pembiayaan yang lebih terintegrasi, sehingga kebutuhan investasi awal tidak lagi menjadi tantangan bagi operator dalam melakukan transformasi armada. Menurut Ardi, kerja sama ini juga mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak terhadap pengembangan mobilitas listrik di Indonesia.
“Semangat inilah yang kami maknai sebagai Indonesia Incorporated, bahwa kekuatan nasional harus mampu bekerja bersama. Yang besar dapat mendorong yang lebih kecil, yang telah memiliki kapabilitas dapat memperkuat mereka yang sedang berkembang, sehingga pada akhirnya seluruhnya menjadi bagian dari satu kekuatan ekonomi Indonesia.”
"Bagi VKTR, semangat ini bukan sekadar tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, kapabilitas, dan keahlian yang berbeda untuk membangun sesuatu yang tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Yang ingin kami bangun bukan hanya kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia, tetapi industri yang mampu menciptakan nilai tambah, mengembangkan teknologi dan SDM, membuka lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok nasional secara berkelanjutan,” tambah Ardi.
- Istimewa
Mendorong Dekarbonisasi Transportasi dengan Dampak Terukur
Pengembangan ekosistem mobilitas listrik VKTR juga ditujukan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan yang dapat diukur. Hingga akhir Juli 2026, armada kendaraan listrik VKTR telah menempuh lebih dari 20 juta kilometer operasional, dengan estimasi pengurangan sekitar 18 ribu ton CO₂. Capaian tersebut setara dengan penghematan sekitar 7,4 juta liter bahan bakar diesel, atau manfaat lingkungan yang secara ekuivalen setara dengan sekitar 829 ribu pohon.
Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa dukungan terhadap pengembangan ekosistem mobilitas listrik merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi Indonesia yang sejalan dengan agenda keberlanjutan nasional.
“Transformasi menuju mobilitas yang lebih rendah emisi membutuhkan dukungan yang tidak hanya dari sisi teknologi dan produk, tetapi juga dari sisi pembiayaan, infrastruktur, dan model bisnis. Kami melihat pengembangan e-MaaS sebagai salah satu pendekatan yang dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik secara lebih terintegrasi dan memberikan dampak yang dapat diukur,” ungkap Pandu.
“Kami berharap dukungan ini mampu mempercepat elektrifikasi kendaraan komersial sekaligus menghasilkan dampak operasional dan lingkungan yang nyata. Semakin tinggi utilisasi armada listrik, semakin besar pula potensi pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dan emisi. Pada saat yang sama, penguatan industri dan rantai pasok dalam negeri akan memastikan bahwa manfaat dari transformasi ini juga dapat dirasakan oleh perekonomian Indonesia,” lanjut Pandu.
Ke depannya, keberhasilan pengembangan e-MaaS VKTR diharapkan dapat tercermin melalui dua dampak yang berjalan beriringan, yakni meningkatnya daya saing dan efisiensi operasional bisnis, sekaligus semakin besarnya kontribusi terhadap pengurangan konsumsi bahan bakar fosil dan emisi transportasi. Dengan mempertemukan pembiayaan, teknologi, manufaktur lokal, dan solusi mobilitas dalam satu ekosistem, VKTR optimis industri kendaraan listrik komersial dapat semakin mudah diadopsi dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi industri transportasi, masyarakat, lingkungan, dan ekonomi Indonesia.(chm)
Load more