Bagaimana Memperkuat Portofolio Hospitality Indonesia di Tengah Persaingan Asia Tenggara? Ini Strateginya
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kedua brand tersebut tetap mempertahankan identitas masing-masing setelah integrasi. Namun, jaringan baru ini akan mendapatkan dukungan dalam bidang komersial, distribusi, dan operasional, sekaligus membuka akses terhadap jaringan properti yang telah berkembang di Vietnam, Thailand, dan Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi regional perusahaan yang didirikan pada 2008 tersebut. Saat ini, kelompok hospitality itu menyebut memiliki 26 properti yang telah beroperasi dan delapan brand di tiga negara Asia Tenggara. Integrasi tersebut diharapkan mempertemukan pengalaman lokal Indonesia dengan kapabilitas regional.
- ist
“Kami sangat senang menyambut Topotels ke dalam keluarga Fusion. Akar kuat Topotels di Indonesia, yang dipadukan dengan pengalaman dan keahlian Fusion, akan membuka berbagai peluang baru di destinasi-destinasi utama di Indonesia. Kemitraan ini semakin memperkuat kehadiran regional kami sekaligus mendukung visi jangka panjang untuk terus berkembang di Asia Tenggara,” ungkap Christopher Hur, Chief Executive Officer Fusion Hotel Group.
Dengan demikian, integrasi ini bukan hanya soal bertambahnya jumlah properti dalam sebuah jaringan hotel. Lebih jauh, langkah tersebut mencerminkan perubahan strategi industri hospitality Indonesia: dari sekadar memperbanyak kamar menuju pembangunan jaringan yang mampu menggabungkan kekuatan lokal, sistem operasional, distribusi, dan akses pasar regional.
Di tengah pemulihan pariwisata Asia Tenggara dan semakin ketatnya persaingan antarnegara, kemampuan mengelola jaringan secara konsisten akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing hotel Indonesia. (udn)
Load more