Prabowo di Hadapan Putin: Saya Membayar Utang dengan Hadir di Vladivostok Sekarang
- Dokumentasi Setpres
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memperkuat hubungan Indonesia-Rusia saat bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).
Dalam jamuan santap siang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11, Prabowo secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Putin karena sebelumnya tidak dapat menghadiri KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-30 pada 18 Juni 2026.
“Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahtamahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia yang berlangsung pada 12 Juni 2026.
“Pertama, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada tanggal 12 Juni 2026,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung ketidakhadirannya dalam KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-30. Ia meminta maaf kepada Putin karena persoalan dalam negeri membuatnya tidak dapat menghadiri agenda tersebut.
“Juga atas penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-30 pada tanggal 18 Juni 2026. Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” kata Prabowo.
Namun, ketidakhadiran tersebut kini ditebus dengan kunjungannya ke Vladivostok. Prabowo bahkan menyebut secara langsung bahwa kedatangannya ke Rusia merupakan bentuk membayar “utang” kepada Putin.
“Tetapi saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Dan sekali lagi kami merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam Forum Ekonomi Timur ke-11,” tutur Prabowo.
Kunjungan Prabowo ke Vladivostok berlangsung ketika hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia tengah menunjukkan perkembangan. Sebelumnya, Putin menyebut Indonesia sebagai mitra kunci Rusia di kawasan Asia Pasifik dan mengungkap volume perdagangan kedua negara meningkat 12 persen pada tahun lalu.
Prabowo mengakui perkembangan tersebut. Menurut dia, hubungan kedua negara tidak hanya mengalami kemajuan dalam sektor ekonomi dan perdagangan, tetapi juga di berbagai bidang kerja sama lainnya.
“Dalam beberapa hal hubungan kita terus meningkat sebagaimana yang Yang Mulia telah sampaikan di bidang ekonomi, perdagangan kita meningkat,” ujar Prabowo.
Load more