News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Hubungan Khusus" Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Disebut Sudah Tercium 6 Bulan, Begini Awal Kasus Video Syur 21 Detik Terbongkar

Hubungan khusus kepala sekolah dan guru di Pekalongan disebut sudah tercium enam bulan. Kasus terbongkar setelah rekan kerja memasang CCTV dan rekaman
Minggu, 6 September 2026 - 16:14 WIB
Ilustrasi "Hubungan Khusus" Kepala Sekolah dan Guru di Pekalongan Disebut Sudah Tercium 6 Bulan, Begini Awal Kasus Video Syur 21 Detik Terbongkar
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Hubungan khusus antara seorang kepala sekolah dan guru di salah satu SD di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, disebut bukan baru diketahui ketika rekaman CCTV mereka viral di media sosial. Jauh sebelum video syur berdurasi sekitar 21 detik itu beredar, kabar mengenai kedekatan keduanya disebut sudah menjadi pembicaraan di lingkungan sekolah.

Kecurigaan tersebut bahkan disebut telah berlangsung sekitar enam bulan. Sejumlah rekan kerja kemudian mengambil inisiatif memasang kamera pengawas untuk memastikan informasi yang selama ini beredar. Dari situlah rekaman yang kemudian menjadi perhatian publik tersebut diperoleh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan bahwa dua orang dalam rekaman tersebut merupakan kepala sekolah dan guru. 

Keduanya diketahui berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan masing-masing telah berkeluarga. Peristiwa yang terekam disebut terjadi pada awal Agustus 2026, sebelum akhirnya kasus tersebut ditangani secara kedinasan.

Kecurigaan Disebut Sudah Berlangsung Enam Bulan

Menurut Kholid, informasi mengenai hubungan khusus kedua tenaga pendidik tersebut sebenarnya telah lama terdengar di lingkungan sekolah. Kecurigaan itu kemudian semakin kuat hingga sejumlah rekan kerja berinisiatif memasang CCTV.

Menariknya, kamera tersebut bukan bagian dari fasilitas resmi sekolah. Kholid menegaskan CCTV dipasang atas inisiatif pihak tertentu untuk mengetahui kebenaran informasi yang telah beredar.

"Teman-temannya inisiatif sendiri memasang CCTV. Artinya bukan CCTV aset sekolah itu," kata Kholid, Jumat (4/9/2026).

Dalam keterangan lainnya, Kholid mengatakan pemasangan kamera dilakukan karena isu mengenai hubungan keduanya sudah cukup lama beredar.

"Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar," kata Kholid.

Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman
Siapa yang Memasang CCTV dan Bagaimana Rekaman
Sumber :

Informasi yang diterima Dinas Pendidikan menyebut hubungan khusus tersebut telah berlangsung sekitar enam bulan. Namun, laporan resmi mengenai dugaan pelanggaran baru diterima oleh Dinas Pendidikan pada awal Agustus 2026.

Setelah laporan masuk, pihak dinas melakukan penelusuran dan klarifikasi. Kholid mengatakan proses tersebut dilakukan secara hati-hati karena menyangkut kedinasan serta status kepegawaian kedua tenaga pendidik.

"Ya langsung kami tangani waktu itu. Tapi kami hati-hati betul dalam menangani itu. Karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya. Setelah kedua belah pihak tahu, ya sudah, kami tangani," kata dia.

Rekaman CCTV Membuka Kasus ke Publik

Setelah rekaman diperoleh, video tersebut kemudian beredar di media sosial dan menjadi viral. Salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Facebook Pekalongan Berita dengan durasi video syur sekitar 21 detik.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut rekaman itu memperlihatkan dugaan kedekatan antara kepala sekolah dan guru SD di Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni.

Beredarnya video tersebut kemudian membuat kasus yang sebelumnya berada di lingkungan internal sekolah menjadi perhatian publik. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan pun memastikan telah melakukan tindakan terhadap kedua tenaga pendidik tersebut.

Kholid mengatakan kepala sekolah yang bersangkutan telah dicopot dari posisinya dan ditempatkan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan. Sementara guru perempuan tersebut dipindahkan ke sekolah lain yang lokasinya cukup jauh.

"Sekarang yang laki-laki dia kepala sekolah, saya taruh di Dinas Pendidikan," kata Kholid.

"Ini dia guru, sudah kita pindah ke tempat yang jauh," sambungnya.

Dalam keterangan lain, kepala sekolah tersebut disebut ditempatkan dalam status nonjob, sementara posisi kepala sekolah di sekolah sebelumnya telah diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Guru yang bersangkutan disebut berstatus PPPK dalam keterangan Dinas Pendidikan.

Kholid juga menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari penanganan kedinasan dan kepegawaian setelah pihaknya melakukan klarifikasi terhadap kasus tersebut.

"Begitu sudah kami pastikan kebenaran video tersebut, langsung kami eksekusi dan kami tangani secara kedinasan atau kepegawaian," kata Kholid.

Sanksi Lanjutan Masih Menunggu Keputusan

Meski tindakan awal telah dilakukan, persoalan kepegawaian kedua tenaga pendidik tersebut belum sepenuhnya selesai. Dinas Pendidikan masih menunggu keputusan pimpinan, dalam hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, terkait sanksi lanjutan.

"Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya," ujar Kholid.

Hingga keterangan tersebut disampaikan, Dinas Pendidikan juga belum menerima laporan atau aduan dari keluarga kedua pihak. Menurut Kholid, apabila terdapat laporan dari keluarga, persoalannya dapat masuk ke ranah yang berbeda dari penanganan kepegawaian yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

"Kalau ada laporan atau aduan dari keluarga yang bersangkutan, itu urusannya beda lagi dan yang penting sekarang kami sebagai dinas sudah menangani kasus mereka secara profesional secara kedinasan atau kepegawaian," jelas Kholid.

Kholid berharap kasus tersebut menjadi pembelajaran bagi para tenaga pendidik agar tetap menjaga integritas, etika profesi, serta memberikan contoh yang baik kepada peserta didik dan masyarakat.

"Apalagi seorang guru. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harapnya.

Kasus ini pada akhirnya bukan sekadar tentang rekaman CCTV yang viral. Sebelum video tersebut beredar, ada rangkaian panjang berupa kecurigaan di lingkungan sekolah, informasi yang disebut telah berkembang selama berbulan-bulan, hingga keputusan rekan kerja memasang kamera untuk mencari kepastian.

Setelah rekaman muncul ke publik, persoalan tersebut bergeser menjadi perkara kedinasan. Dinas Pendidikan telah mengambil langkah awal terhadap kedua tenaga pendidik, sedangkan keputusan mengenai sanksi lanjutan masih menunggu keputusan pimpinan daerah. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Bukan Pengusaha atau Negara Tetangga, Bakom RI Ungkap Musuh Utama Indonesia dalam Kasus Karhutla

Pemerintah secara tegas menyatakan musuh utama dalam penanganan karhutla bukanlah pihak-pihak, seperti pengusaha, kelompok masyarakat, maupun negara tetangga. 
Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann Masuk Radar Manchester United, Nasib Carrick di Ujung Tanduk

Julian Nagelsmann masuk dalam bursa calon pelatih Manchester United di tengah tekanan yang semakin besar terhadap Michael Carrick akibat rentetan hasil buruk.
Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Diakui 11 Negara ASEAN, Wamen Investasi Raih Honorary Fellow Award di CAFEO 44 atas Kontribusi Hilirisasi

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menerima penghargaan Honorary Fellow Award dalam ajang 44th CAFEO 44 yang digelar di Bandung. 
10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

10 Teknologi Otomotif Terbaru 2026, Mobil Kini Bisa Deteksi Kerusakan hingga Prediksi Risiko!

Simak 10 teknologi otomotif terbaru 2026, mulai dari inspeksi berbasis AI, mobil listrik, perawatan prediktif, hingga sistem keselamatan pintar. Perkembangan
Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Terungkap, Modus Kepala SMK Swasta di Bantul Ini Diduga Korupsi Dana Bantuan Rp125 Juta

Oknum kepala SMK swasta berinisial W (44) ditangkap setelah diduga menyelewengkan dana bantuan pemerintah untuk Program SMK Pusat Keunggulan senilai Rp125 juta.
Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Viral Siswa SMAN 1 Gorontalo Jadi Korban Pengeroyokan 20 Teman dan Senior, Berawal dari Persoalan Sepele?

Video pengeroyokan siswa kelas X SMAN 1 Gorontalo viral di media sosial. Sebanyak 20 siswa diduga terlibat, korban mengalami luka lebam dan trauma.

Trending

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

TJ Dillashaw Ungkap Kunci Kemenangan Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333, Jagokan Siapa?

Mantan juara UFC, TJ Dillashaw, ungkap serangan ke tubuh dan pertahanan takedown sebagai kunci trilogi Petr Yan vs Merab Dvalishvili di UFC 333. Jagokan siapa?
Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026: Melaju ke Perempat Final, Alwi Farhan Bertekad Balas Hasil Mengecewakan di Denmark Open

Hasil French Open 2026 sektor tunggal putra antara Alwi Farhan menghadapi wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus di Grand Paris Arena, Paris, hari Kamis 22 Oktober.
Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Megawati Hangestri Pernah Bikin Pelatih GS Caltex Tak Berdaya, Sampai Akui Kehebatan Megatron

Pelatih GS Caltex, Lee Young-taek, mengakui kehebatan Megawati Hangestri yang pernah membuat timnya kesulitan saat berlaga di Liga Voli Korea di musim 2024/2025
Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026: Amri/Nita Amankan Tiket Perempat Final usai Menang Straight Game dari Wakil Chinese Taipei

Hasil French Open 2026 sektor ganda campuran antara wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan dari Chinese Taipei.
Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Berpeluang Rebut Puncak Klasemen di Phillip Island, Marc Marquez Pilih Santai Hadapi MotoGP Australia 2026

Juara bertahan musim ini, Marc Marquez memutuskan untuk menghadapi MotoGP Australia akhir pekan ini dengan santai dan tanpa beban.
Selengkapnya

Viral