Sorot Ancaman Era Digital dan AI, Pakar Teknologi Tekankan Masalah Kedaulatan Data dan Kualitas SDM
- Istimewa
Memasuki ranah pemerintahan, Al Husaini pernah mengabdi sebagai Auditor Ahli di Inspektorat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2019 hingga 2020. Di kementerian yang sama, ia kerap dipercaya menjadi narasumber forum literasi digital nasional, perumus studi otomasi proses robotik (RPA) di lingkungan birokrasi, hingga pemateri program penguatan pemahaman digital bagi publik bersama parlemen.
Kiprah manajerialnya meluas ke berbagai posisi strategis di tingkat regional, antara lain sebagai Chief Executive Officer (CEO) Assyatri Barokah Sdn. Bhd. di Malaysia, jajaran kepemimpinan teknologi di PT Boourac International, PT Sarana Jasa Medika, hingga pucuk pimpinan di PT Mafi Global Asia. Di samping mengelola transformasi digital korporasi, ia juga aktif sebagai Master Trainer level tertinggi bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), konsultan pendamping UMKM, serta pembina pengembangan organisasi.
Konsultan Digital yang juga menyelesaikan program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI pada 2023 ini menegaskan pentingnya integrasi nilai kebangsaan dalam transformasi digital. Baginya, pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, data raya, dan otomasi harus selalu berpijak pada fondasi wawasan nusantara.
"Kedaulatan digital bukan sekadar mengadopsi perangkat terbaru, melainkan memastikan teknologi tersebut memperkuat kemandirian ekonomi, melindungi privasi warga negara, dan mencerdaskan kehidupan bangsa secara berkelanjutan," tutur Al Husaini.
Load more