News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Video Pria Kanada Ramalkan Gempa M9 Bakal Guncang Indonesia, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya

Dalam video yang beredar dan viral, seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald menyampaikan perkiraan mengenai gempa berkekuatan M7 hingga M9
Rabu, 9 September 2026 - 20:15 WIB
Ilustrasi Viral Video Pria Kanada Ramalkan Gempa M9 Bakal Guncang Indonesia, BMKG Ungkap Fakta Sebenarnya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Video yang menyebut Indonesia akan diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 hingga 9 tengah menjadi perhatian di media sosial. Informasi tersebut menyebar dengan cepat karena membawa klaim tentang potensi gempa besar yang disebut akan terjadi di Indonesia.

Dalam video yang beredar, seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald menyampaikan perkiraan mengenai gempa berkekuatan M7 hingga M9 di Indonesia. MacDonald dikenal sebagai pengamat cuaca amatir, sehingga pernyataannya kemudian ikut diperbincangkan dan memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah ramainya video tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan. Lembaga tersebut menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa bumi secara tepat, terutama untuk menentukan kapan dan di mana gempa akan terjadi.

BMKG Minta Masyarakat Tak Percaya Ramalan Gempa di Media Sosial

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan masyarakat tidak perlu panik menghadapi informasi yang belum memiliki dasar ilmiah dan belum diverifikasi oleh lembaga berwenang.

Menurutnya, Indonesia memang merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko gempa tinggi. Namun, kondisi tersebut tidak berarti waktu maupun lokasi gempa tertentu dapat diramalkan secara pasti.

"Indonesia adalah daerah rawan gempa, gempa dapat terjadi kapan saja, gempa belum dapat diprediksi kapan dan di mana akan terjadi secara tepat. Masyarakat Indonesia diimbau agar tetap tenang dan waspada serta tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar melalui media sosial," ujar Wijayanto kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Penjelasan tersebut menjadi penting karena informasi mengenai prediksi bencana dapat dengan mudah menyebar melalui media sosial. Klaim yang disampaikan dalam sebuah video tidak otomatis menjadi prediksi ilmiah hanya karena menggunakan angka magnitudo atau menyebut wilayah tertentu.

Indonesia Memang Rawan Gempa, tetapi Waktunya Tak Bisa Dipastikan

BMKG tidak membantah bahwa Indonesia menghadapi ancaman gempa bumi. Secara geografis, Indonesia berada di kawasan yang memiliki sejumlah sumber gempa, termasuk zona megathrust dan sesar aktif.

Namun, keberadaan sumber-sumber tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk memastikan kapan sebuah gempa besar akan terjadi.

"Wilayah Indonesia terletak di daerah yang rawan gempa, sudah berkali-kali juga kita sosialisasikan, ada ancaman dari sumber megathrust dan sesar aktif. Namun kapan dan di mana secara pasti tidak bisa dipastikan. Belum ada teknologi yang memprediksi gempa secara tepat waktu dan lokasinya," jelas Wijayanto.

Dengan demikian, kewaspadaan terhadap ancaman gempa tetap diperlukan. Tetapi kewaspadaan tersebut berbeda dengan mempercayai ramalan yang mengklaim dapat menentukan waktu atau lokasi gempa secara spesifik.

Masyarakat justru dianjurkan mengikuti informasi dari sumber resmi agar tidak terjebak informasi yang dapat menimbulkan kepanikan.

BMKG Sebut Ramalan yang Terlihat Tepat Bisa Jadi Kebetulan

Wijayanto juga menanggapi kemungkinan adanya ramalan gempa yang kemudian terlihat sesuai dengan peristiwa yang terjadi. Menurutnya, kecocokan semacam itu tidak dapat langsung dianggap sebagai bukti bahwa seseorang mampu memprediksi gempa.

Hal tersebut perlu dilihat dalam konteks tingginya aktivitas kegempaan di Indonesia. Dengan kondisi tersebut, kemungkinan sebuah prediksi umum terlihat cocok dengan kejadian gempa tetap terbuka.

"Ramalan itu kebetulan saja. Secara rata-rata di Indonesia terjadi 2 kali gempa per tahun dengan magnitudo M >7,0, bahkan di 2026 sampai Agustus ini sudah ada 2x gempa M>7,0 (Flores, Malut)," tuturnya.

Karena itu, video yang menyebut Indonesia akan diguncang gempa M7 hingga M9 tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan kapan bencana tersebut akan terjadi.

BMKG mengingatkan bahwa gempa dapat berlangsung kapan saja, tetapi sampai saat ini belum ada metode ilmiah yang mampu memastikan waktu dan lokasi gempa secara tepat. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, serta mengandalkan informasi resmi dalam menghadapi potensi bencana. (udn)
 

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

DPR Buka Ruang Aspirasi Desa, AKSI Siap Dukung Program Prabowo: Membangun Indonesia dari Desa

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa dan Sari Yuliati membuka Rapat Kerja Nasional AKSI di Ruang Pustakaloka, Gedung
DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

DPR Terima Aspirasi Kades AMJ, Bahas Kepastian Pilkades 2027 dan Penjabat Kades

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama Pimpinan DPR RI Sari Yuliati dan Saan Mustopa menerima audiensi Koordinator Nasional Kades AMJ di Ruang Abdul Muis,
MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF Genjot Adopsi Kendaraan Listrik, Bank Mandiri Perkuat Kolaborasi dengan Dealer

MUF bersama Bank Mandiri dan dealer otomotif menggelar pengalaman EV dan hybrid di Bali untuk mendorong adopsi kendaraan listrik di Pulau Dewata lebih massif.
AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

AHY Jelaskan Maksud Omongan Kekuasaan Ada Batasnya dalam Pidato Politiknya, Khawatir Ada yang Salah Tafsir

Terkait pidato politiknya, AHY menegaskan bahwa bahwa Partai Demokrat memiliki posisi yang jelas, yakni mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Lewis Hamilton Angkat Bendera Putih di F1 2026? Sebut Ferrari Terlambat Memprioritaskannya

Lewis Hamilton Angkat Bendera Putih di F1 2026? Sebut Ferrari Terlambat Memprioritaskannya

Lewis Hamilton nampaknya mulai pesimis dalam perburuan gelar F1 2026 setelah Ferrari dinilai terlambat mengambil keputusan untuk memprioritaskannya.
Lewat Inpres Ini, Pemerintah Perjelas Batas Penerapan Kearifan Lokal dalam Pembukaan Lahan

Lewat Inpres Ini, Pemerintah Perjelas Batas Penerapan Kearifan Lokal dalam Pembukaan Lahan

Presiden RI, Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada 31 Agustus 2026.

Trending

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jejak Digital Fajar Sahrudin Setahun Lalu Muncul Lagi, Diduga Pernah Kasih Gelagat untuk Akhiri Hidup

Jauh sebelum kematiannya karena bunuh diri, ternyata jejak digital Fajar Sahrudin pada Juni 2025 menunjukkan bahwa dirinya pernah berniat lakukan hal serupa.
Selengkapnya

Viral