News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Data Desil Dinilai Tak Selalu Gambarkan Kondisi Warga, DPRD Surabaya Dorong Verifikasi Lapangan

Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menilai data desil belum selalu menggambarkan kondisi ekonomi warga di lapangan.
Rabu, 9 September 2026 - 22:37 WIB
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menilai data desil belum selalu menggambarkan kondisi ekonomi warga di lapangan. Persoalan itu dinilai perlu menjadi perhatian agar warga yang membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap bantuan sosial maupun bantuan pendidikan.

“Ya antara data administratif enggak sama dengan data kenyataannya di lapangan,” ujar Zuhrotul.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, Komisi D masih menerima keluhan warga yang mengalami perubahan desil, meski kondisi ekonominya tidak banyak berubah. Bahkan, ada warga dengan desil rendah yang mengaku belum menerima bantuan.

“Tapi setiap hari itu pasti ada yang mengeluh desilnya tiba-tiba naik,” katanya.

Zuhrotul menilai persoalan tersebut tidak terlepas dari proses pendataan. Ia mendorong agar pemutakhiran data lebih banyak mengacu pada kondisi riil masyarakat, bukan semata hasil pemeringkatan dalam sistem.

“Jadi kalau pendataannya itu benar, didata sesuai dengan kondisi kenyataannya di lapangan, saya yakin akan didapatkan data yang valid,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ekonomi warga juga tidak cukup dilihat dari jenis pekerjaan. Pendapatan, beban keluarga, serta kondisi tempat tinggal perlu diperiksa secara lebih rinci untuk memastikan gambaran kesejahteraan warga.

“Jadi tidak hanya dilihat dari pekerjaannya saja,” kata Zuhrotul.

Ia juga menilai pemberian bantuan sosial seharusnya tidak terlalu kaku dengan menjadikan desil tertentu sebagai satu-satunya batas penerima. Komisi D mendorong agar pemerintah tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

“Kalau menurut saya gini ya, bantuan sosial itu tidak hanya berdasarkan desil,” ujarnya.

“Kita Komisi D berharap kriteria sasaran bansos tidak kaku yang fokus pada desil tertentu, tapi bisa fleksibel disesuaikan dengan kriteria lokal dan prioritas daerah dan kapasitas fiskal daerah," lanjut politisi PAN ini. 

Karena itu, Zuhrotul mendorong adanya verifikasi lapangan, terutama bagi warga yang mengajukan bantuan. Data dalam sistem, menurutnya, perlu dikonfirmasi dengan kondisi keluarga secara langsung.

“disurvei dan ditanya secara detail,” katanya.

Ia menegaskan sistem tetap diperlukan sebagai dasar pendataan, tetapi tidak boleh mengesampingkan fakta di lapangan.

“Jadi yang namanya sistem itu tidak dijadikan sebagai robot,” ujarnya.

Komisi D juga mendorong Kader Surabaya Hebat (KSH), RT/RW lebih aktif membantu mengidentifikasi kondisi warga di lingkungannya. Hasil temuan di lapangan dapat menjadi bahan verifikasi lebih lanjut oleh dinas terkait.

Selain itu, warga perlu mendapat ruang untuk mengajukan sanggahan atau koreksi apabila data desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dengan mekanisme tersebut, DPRD berharap pemutakhiran data dapat lebih akurat dan penyaluran bantuan benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.(chm)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Dalam Simposium Nasional, Guru Besar UIN Jakarta: Ketahanan Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Bangsa

Achmad menyampaikan materi bertajuk “Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Maju” dengan perspektif Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 
FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

FPTI Pasang Target Tinggi, Timnas Panjat Tebing Indonesia Bidik 2 Medali Emas di Asian Games 2026

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) memasang target tinggi untuk Asian Games 2026. Timnas Panjat Tebing Indonesia membidik sedikitnya tiga medali, termasuk dua emas.
Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Anggota DPRD DIY Lisman Puja Kesuma Kaget Namanya Terdata Desil 4, Akui Tak Pernah Daftar Bansos

Seorang anggota DPRD DI Yogyakarta mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercatat dalam desil empat Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Aksi Kemenhut Ungkap dan Tangkap DPO Pemodal Illegal Logging Kalteng

Kementerian Kehutanan berhasil mengamankan DPO pemodal illegal logging yang sudah tiga bulan menjadi buronan.
6 Gunung Erupsi Bersamaan Bukan Konspirasi, Pakar Vulkanologi UGM: Proses Alami Geologi

6 Gunung Erupsi Bersamaan Bukan Konspirasi, Pakar Vulkanologi UGM: Proses Alami Geologi

Aktivitas enam gunung api di Indonesia yang mengalami erupsi dalam waktu berdekatan sempat memunculkan dugaan adanya teori konspirasi.
Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Periksa Istri Bupati Pemalang, KPK Dalami Hasil Penggeledahan hingga Penyiapan Uang yang Dibawa Anom Widyantoro saat OTT

Istri Bupati dimintai keterangan KPK soal dugaan penyiapan uang yang diamankan pada saat peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anom Widyantoro.

Trending

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Penjelasan Kadiv Humas GBK terkait Penemuan Jasad Fajar Sahrudin di Dekat Pintu 10: Kita Kumpulkan Bukti dan Cek CCTV

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Hukum Administrasi GBK, Asep Triyadi, memberikan konfirmasi resmi kepada tvOnenews.com perihal peristiwa penemuan jasad tersebut.
2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

2 Fakta Pilu di Balik Kasus Fajar Sahrudin, Meninggal 4 Hari Jelang Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia

Kabar meninggalnya Fajar Sahrudin menyisakan cerita memilukan. Dua hal dalam kasus ini menjadi sorotan dan membuat kisahnya semakin mengundang perhatian.
Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Akhirnya Kakak Sulungnya Buka Suara, Ungkap Tabiat Asli Fajar Sahrudin sejak Kecil hingga Sebelum Tewas di Area GBK

Kakak sulung Fajar Sahrudin atau Stewie (31), Deni Purwandi menyebut adik bungsunya sangat tertutup dan sulit dihubungi sejak kecil hingga sebelum tewas di GBK.
Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Terpopuler: Dugaan Bunuh Diri di GBK hingga Persaingan Posisi Megawati Hangestri

Tiga berita menjadi sorotan di tvOnenews.com sepanjang Selasa (8/9), mulai dari konfirmasi polisi terkait dugaan bunuh diri di GBK hingga Megawati Hangestri.
Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Dikonfirmasi Kakak Sulung, Fajar Sahrudin Telah Meninggal Dunia: Tanpa Autopsi, Sudah Dimakamkan di Lampung

Tim tvOnenews.com mencoba menghubungi kakak sulung Fajar Sahrudin, Deni, untuk mengonfirmasi hal tersebut. Deni mengatakan, bahwa adiknya telah meninggal dunia.
Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Update Dugaan Bunuh Diri di GBK, Kepolisian: Jenazah Fajar Sahrudin Sudah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk kasus dugaan bundir Fajar Sahrudin. Guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang kini viral di Medsos.
Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Tersangka Titin Rita Lestari Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Audit BPK di Muara Enim

Pemeriksaan tersebut untuk mempertebal alat bukti dugaan suap temuan BPK soal pengadaan barang di Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Selengkapnya

Viral