Fajar Sahrudin: Semoga Dunia Ini Lebih Baik Bagi Mereka yang Rentan
- x FajarDawnVirgo
Penelusuran terhadap akun media sosial Fajar menunjukkan bahwa ia sebelumnya pernah membagikan berbagai cerita mengenai persoalan yang dihadapinya. Dalam sejumlah tulisan, ia juga menyebut pernah mendapatkan diagnosis Bipolar Disorder setelah kehilangan sang ibu.
Cerita mengenai kehilangan tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan hidup Fajar yang kemudian diketahui publik. Namun, pengalaman itu bukan satu-satunya persoalan yang pernah ia ceritakan.
Ada persoalan keluarga, kondisi ekonomi, pengalaman menghadapi perundungan, hingga tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai persoalan tersebut menunjukkan bagaimana beban seseorang dapat terbentuk dari banyak hal sekaligus.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah tidak semua penderitaan dapat dikenali dari penampilan luar. Orang yang terlihat baik-baik saja belum tentu benar-benar sedang baik-baik saja.
Karena itu, kisah Fajar tidak seharusnya berhenti pada kabar kepergiannya. Cerita tersebut dapat menjadi pengingat bahwa lingkungan keluarga, pertemanan, sekolah, tempat kerja, maupun media sosial memiliki peran dalam menciptakan ruang yang lebih aman bagi seseorang untuk berbicara ketika sedang menghadapi masalah.
Pesan Fajar tentang Dunia yang Lebih Ramah
Sebelum meninggal, Fajar juga meninggalkan tulisan yang berisi ucapan terima kasih kepada orang-orang yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.
“Kalau kalian baca ini kemungkinan besar aku telah pergi ke tempat yang paling jauh dan tidak akan bisa kembali lagi. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada teman-temanku yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini, tanpa kalian mungkin hidupku akan jauh lebih singkat daripada ini,” tulis Fajar melalui akun X @FajarDawnVirgo.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa dukungan dari orang-orang di sekitarnya memiliki arti dalam perjalanan hidup Fajar.
Namun, hal yang paling kuat dari kisah ini bukanlah bagaimana akhir kehidupannya, melainkan pesan kemanusiaan yang dapat ditarik dari perjalanan tersebut: seseorang yang sedang berjuang membutuhkan ruang untuk didengar, bukan sekadar dinilai.
Kita tidak pernah benar-benar mengetahui persoalan apa yang sedang dibawa seseorang ketika bertemu dengan kita. Candaan yang dianggap sepele, perkataan yang merendahkan, perundungan, atau sikap menghakimi dapat menjadi beban tambahan bagi orang yang sudah berada dalam kondisi sulit.
Load more