Wamendagri Bima Tegaskan Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi: Daerah Punya Anggaran dan Desain Program
- Puspen Kemendagri
Untuk menggambarkan pentingnya langkah tersebut, Bima mencontohkan praktik baik yang dilakukan Ketua RT Taufiq Supriadi Yusuf di Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta. Menurut Bima, berbagai inisiatif yang dilakukan Taufiq telah melampaui tugasnya sebagai Ketua RT.
"Mulai dari penghijauan, membuat kolam bertingkat untuk ikan dan lain-lain, mengolah kompos, maggot, bahkan di atasnya ada pembangkit listrik tenaga surya, ada peternakan ayam, dan sebagainya. [Sebanyak] 40 rumah dia urus dengan sangat maksimal, dan sekarang semuanya datang ke situ, dan beliau, dia diundang ke Cina untuk berbagi," ungkapnya.
Keenam, Pemda perlu membuka akses pendanaan iklim melalui kemitraan dengan lembaga pendanaan guna memperoleh sumber pembiayaan alternatif di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ketujuh, Pemda perlu mendorong investasi hijau dengan menarik investasi ke proyek-proyek energi bersih berskala kecil dan menengah di daerah.
Terakhir, Bima kembali menekankan pentingnya menerjemahkan komitmen transisi energi di daerah ke dalam aksi yang dapat diukur dan dievaluasi.
"Kami mengharapkan teman-teman kepala daerah untuk menurunkan melalui aksi-aksi yang terukur. Ada targetnya, ada indikatornya," tandasnya.
Forum ini turut dihadiri oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim, serta Chief Conservation Officer World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki. (rpi)
Load more