Rumah Detensi Imigrasi Kupang Kukuhkan FORKOPDENSI TTS Tangani Deteni dan Pengungsi
- istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Penanganan deteni dan pengungsi membutuhkan koordinasi yang kuat, respons cepat, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Untuk memperkuat langkah tersebut, Rumah Detensi Imigrasi Kupang mengukuhkan Tim Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (FORKOPDENSI) Tingkat Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berlangsung di Aula Hotel Bahagia Dua, Kota Soe.
Pengukuhan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas instansi guna memastikan setiap persoalan yang berkaitan dengan deteni dan pengungsi dapat diantisipasi dan ditangani secara terpadu, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, ketertiban, kemanusiaan, dan kepentingan nasional.
Sejumlah unsur strategis hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan, Kodim 1621/TTS, Kesbangpol Kabupaten TTS, BIN TTD, Dinas Sosial Kabupaten TTS, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten TTS.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang yang didampingi oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang, I Made Surya Artha, menyampaikan penanganan deteni dan pengungsi merupakan persoalan lintas sektor yang membutuhkan kolaborasi dan koordinasi secara berkelanjutan. Masing-masing instansi memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan aspek kemanusiaan tetap menjadi perhatian.
"Kita ingin FORKOPDENSI ini menjadi mata dan telinga bersama di daerah serta menjadi wadah deteksi dini potensi persoalan terkait deteni dan pengungsi agar mendapat respon cepat dan tepat bersama instansi terkait dan pemerintah daerah," ucap Saroha.Â
Melalui FORKOPDENSI, koordinasi antar lembaga diharapkan menjadi semakin efektif, khususnya dalam deteksi dini, pertukaran informasi, pemetaan potensi kerawanan karena kabupaten TTS menjadi jalur transit perlintasan darat dari dan menuju Timor Leste serta memiliki garis pantai yang panjang dengan jumlah penduduk terbanyak di NTT.
Forum ini juga diharapkan mampu menjadi ruang komunikasi strategis untuk membangun kesamaan persepsi dan langkah dalam menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban maupun persoalan sosial yang dapat muncul di tengah masyarakat.
Dengan dikukuhkannya FORKOPDENSI Tingkat Daerah Kabupaten TTS, seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi sehingga setiap persoalan dapat direspons secara cepat, tepat, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Load more