Elitery dan Jamie Metzl Resmi Kolaborasi, Sandiaga Uno: AI Ciptakan Lapangan Kerja
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Elitery, perusahaan layanan teknologi informasi dan keamanan siber asal Indonesia, membuka peluang kolaborasi strategis dengan Dr Jamie Metzl, technology strategist sekaligus Pakar Perkembangan Teknologi.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan virtual antara Jamie Metzl dan jajaran pimpinan Elitery pada Rabu (16/9/2026), antara lain, Ketua Strategic Advisory Council Elitery, Sandiaga Salahuddin Uno; Direktur Utama Elitery, Kresna Adiprawira dan Presiden Komisaris Elitery, Tsamanov.
Pertemuan itu membahas lanskap transformasi AI, keamanan siber, tata kelola, serta manajemen risiko dan etika dalam adopsi kecerdasan buatan. Dalam kesempatan tersebut, Elitery juga menjaring insight strategis dari Jamie Metzl untuk mempertajam arah kebijakan perusahaan dan menangkap peluang ekspansi layanan berbasis AI.
"Organisasi perlu memahami bagaimana manusia dapat bekerja secara efektif bersama sistem AI. Kita perlu melihat pekerjaan secara lebih spesifik untuk menentukan bagian mana yang dapat diotomatisasi, diperkuat dengan AI, dan mana yang tetap membutuhkan keahlian serta pertimbangan manusia," ujar Metzl dalam siaran tertulis pada Kamis (17/9/2026).
Salah satu topik utama dalam pertemuan tersebut adalah hubungan antara perkembangan AI dan keamanan siber.
Seiring meningkatnya kemampuan AI, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pertahanan siber. Namun, perkembangan yang sama juga dapat menghadirkan bentuk risiko dan tantangan baru bagi organisasi.
Metzl menyoroti peluang bagi organisasi untuk memanfaatkan kemampuan AI yang tersedia saat ini guna membantu mengidentifikasi dan menangani kerentanan keamanan sebelum teknologi serupa dapat dimanfaatkan oleh pihak yang memiliki tujuan menyerang.
"AI saat ini memberikan peluang bagi pihak yang bertahan untuk menemukan dan memperbaiki kerentanan sebelum pihak yang menyerang memiliki akses terhadap kemampuan teknologi yang sama," ujar Metzl.
Pembahasan juga menyoroti bagaimana organisasi dapat membangun hubungan yang lebih efektif antara manusia dan AI.
Metzl menilai manusia perlu mengidentifikasi nilai unik yang dapat mereka berikan ketika AI semakin mampu menangani berbagai pekerjaan.
"Ketika AI semakin mampu mengerjakan tugas-tugas dasar, manusia perlu semakin jelas memahami nilai unik yang dapat mereka berikan. Tantangannya bukan sekadar menggunakan AI, tetapi menentukan bagaimana manusia dan AI dapat bekerja bersama secara efektif," kata Metzl.
Load more