Hadapi Musim Kemarau, Industri Mulai Tekan Penggunaan Air Baku
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk memperkuat efisiensi penggunaan air di tengah potensi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang dari kondisi normal.
Perusahaan mencatat pengurangan pengambilan air baku sebesar 45 persen hingga 2025 dibandingkan baseline 2019.
Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono mengatakan perubahan pola iklim mendorong industri untuk semakin adaptif dalam mengelola sumber daya air.
“Kami terus berupaya menurunkan penggunaan air permukaan dengan memanfaatkan sumber air alternatif,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026).
“Seperti pemanenan air hujan, penggunaan recycled water, serta penggunaan teknologi yang membantu mengoptimalkan distribusi air ke fasilitas produksi agar lebih efisien,” tambahnya.
Upaya tersebut dilakukan melalui efisiensi penggunaan air, pemanfaatan kembali air, pengembangan sumber air alternatif, serta penerapan teknologi dalam kegiatan operasional perusahaan.
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan 2025, total pengambilan air baku Solusi Bangun Indonesia turun dari 2.252 megaliter pada 2024 menjadi 2.132 megaliter pada 2025.
Pengambilan air permukaan tercatat turun sekitar 18 persen, dari 841 megaliter pada 2024 menjadi 688 megaliter pada 2025.
Sementara penggunaan air tanah berkurang sekitar 11 persen, dari 487 megaliter menjadi 432 megaliter.
Di sisi lain, volume air hujan yang ditampung meningkat sekitar 9 persen, dari 676 megaliter pada 2024 menjadi 734 megaliter pada 2025.
Pemanfaatan recycled water juga meningkat.
Sepanjang 2025, empat pabrik semen Solusi Bangun Indonesia menggunakan 563 megaliter recycled water dari proses produksi.
Volume tersebut setara dengan 31,7 persen dari total pengambilan air dan meningkat 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah langkah efisiensi diterapkan di masing-masing fasilitas produksi.
Di Pabrik Cilacap, Jawa Tengah, air hujan yang tertampung di settling pond dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produksi. Inisiatif tersebut membuat penggunaan air baku di Pabrik Cilacap berkurang 37 persen pada 2025 dibandingkan baseline 2019.
Sementara itu, Pabrik Narogong, Jawa Barat, menggunakan teknologi Programmable Logic Control (PLC) dan Internet of Things (IoT) melalui River Pump Management untuk mengatur distribusi air secara lebih presisi.
Penerapan teknologi tersebut membantu mengurangi konsumsi air tawar dari sungai sebesar 82 megaliter sepanjang 2025.
Adapun Pabrik Lhoknga, Aceh, memanfaatkan air hujan melalui fasilitas penampungan untuk mengurangi penggunaan air sungai. Pada 2025, pabrik tersebut mencatat pengurangan penggunaan air baku dari sungai sebesar 100 persen.
Load more