News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ribuan Retaker Dokter Terlunta-lunta, PDMI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Soal Ijazah

Ketua Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) Mikawirdani meminta Presiden Prabowo turun tangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para retaker dokter.
Minggu, 20 September 2026 - 17:53 WIB
Ribuan Retaker Dokter Terlunta-lunta, PDMI Minta Presiden Prabowo Turun Tangan Soal Ijazah
Sumber :
  • istimewa

Yogyakarta, tvOnenews.com - Ketua Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) Mikawirdani meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para retaker dokter

Ia mengatakan masih ada ribuan lulusan pendidikan profesi dokter yang mengalami ketidakpastian terkait status pendidikan dan hak memperoleh ijazah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Permintaan itu disampaikan Mikawirdani dalam diskusi publik bertema “Menata Kesempatan yang Adil bagi Retaker Indonesia: Tantangan dan Solusi ke Depan Mengejar Hak Asasi Manusia untuk Dokter Muda” di Ruang Literasi Kaliurang, Yogyakarta, Sabtu (19/9/2026). 

Dalam kesempatan itu, hadir sebagai Keynote speech Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya. 

“Teruntuk Bapak Presiden Prabowo, tolong lihat, Pak. Kami ada ribuan dokter yang terluntang-lantung karena keadilan dan hak kami direnggut. Mohon berikan solusi yang terbaik. Tolong berikan hak ijazah kami, Pak, karena kami bukan dokter muda. Kami seharusnya sudah menjadi dokter,” ujar Mika. 

Menurut Mika, persoalan yang mereka hadapi tidak semata-mata menyangkut kelulusan ujian kompetensi. Ia menilai harus ada pemisahan yang tegas antara ranah pendidikan profesi di perguruan tinggi dan proses pengujian kompetensi dokter sehingga penyelesaian terhadap retaker tidak justru melahirkan ketidakpastian baru.

Mika juga mempertanyakan kebijakan baru yang menurutnya belum menjawab persoalan utama para retaker. Ia menilai penyelesaian seharusnya berfokus pada kepastian status akademik, pengakuan terhadap proses pendidikan yang telah diselesaikan, serta pemberian hak-hak yang melekat setelah seseorang menyelesaikan pendidikan profesi dokter.

Dalam kasus yang tengah diperjuangkannya, Mika menegaskan akan tetap menempuh jalur hukum terkait keputusan yang dinilainya merugikan mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan profesi. 

“Tidak ada pernyataan DO, tidak ada landasan hukumnya untuk men-DO-kan kami yang sudah menyelesaikan profesi dokter,” urainya. 

Sementara itu, narasumber lainnya, Dokter pelayanan medis RS Sadewa Yogyakarta dr. Dinda Rizki Hutari mengatakan persoalan retaker perlu dilihat dalam konteks panjangnya pendidikan kedokteran. Pendidikan dokter, kata dia, tidak hanya terdiri atas pembelajaran akademik, tetapi juga pendidikan klinis di rumah sakit hingga ujian kompetensi sebelum seorang lulusan memperoleh kewenangan menjalankan praktik.

Dinda menjelaskan, mahasiswa kedokteran menjalani pendidikan akademik selama sekitar empat tahun sebelum melanjutkan ke tahap profesi atau koas di rumah sakit. Pada fase itu, calon dokter menjalani pembelajaran klinis langsung di bawah supervisi dokter yang lebih berpengalaman. 

“Di saat kita sudah merasa komplet, tetapi kemudian belum memiliki kewenangan klinis, itu menjadi masalah,” kata Dinda.

Karena itu, menurut Dinda, kebijakan terhadap peserta yang belum lulus ujian kompetensi tidak dapat disamakan begitu saja dengan peserta yang langsung lulus pada kesempatan pertama. Pemerintah dan institusi pendidikan, katanya, perlu menyiapkan mekanisme pendampingan dan evaluasi khusus karena retaker menghadapi tekanan akademik, psikologis, sosial, hingga ekonomi yang berbeda.

Ia menilai sertifikasi profesi tetap diperlukan untuk memastikan kompetensi dokter. Namun, proses dan mekanismenya harus berjalan secara utuh, konsisten, dan responsif terhadap persoalan di lapangan. 

“Ketika tata cara ujian, waktunya, prosesnya, dan sistemnya tidak berjalan lurus dan holistik, tentu akan ada efek-efek yang sebelumnya tidak terbayangkan,” beber Dinda. 

Lebih lanjut, dari sisi kebijakan publik, akademisi Universitas Diponegoro Satria Aji menilai persoalan retaker menjadi rumit karena melibatkan beberapa rezim kewenangan sekaligus, terutama sektor pendidikan tinggi dan kesehatan. Menurutnya, perbedaan yurisdiksi dan tata kelola tersebut dapat membuat penyelesaian sebuah kasus menjadi berlarut apabila tidak terdapat koordinasi kebijakan yang kuat.

Satria mengatakan pemerintah perlu mengembalikan persoalan tersebut pada kepentingan publik dan membangun kebijakan berdasarkan kondisi nyata di lapangan. 

Ia juga menyoroti kebutuhan pemerataan dokter sebagai persoalan yang harus dilihat bersamaan dengan tata kelola pendidikan dan sertifikasi. Menurut dia, ruang kebijakan tidak semestinya hanya ditentukan oleh kepentingan elite institusi. 

“Ini publik. Publik itu bukan elite. Publik itu kita semua, masyarakat,” tandas Satria. (aag)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Utang BLBI Era Krisis 1998 Lunas, Pemerintah Bayar Rp58 Triliun dari Surplus BI

Utang BLBI Era Krisis 1998 Lunas, Pemerintah Bayar Rp58 Triliun dari Surplus BI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kewajiban surat utang terkait penanganan BLBI saat krisis 1997-1998 telah lunas pada Agustus 2026.
Dubes Malaysia Soroti Penguatan Kesejahteraan di Perbatasan, Tito Dorong Terciptanya Pertumbuhan Ekonomi Lintas Batas

Dubes Malaysia Soroti Penguatan Kesejahteraan di Perbatasan, Tito Dorong Terciptanya Pertumbuhan Ekonomi Lintas Batas

Kepala BNPP RI Tito Karnavian dan Dubes Malaysia Dato' Muzaffar Shah Mustafa menjalin kolaborasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan di perbatasan.
Respons Menohok Roy Suryo soal Jokowi Hanya Hadir Sekali di Sidang Ijazah Palsu

Respons Menohok Roy Suryo soal Jokowi Hanya Hadir Sekali di Sidang Ijazah Palsu

Pakar telematika Roy Suryo lontarkan respons menohok soal kabar mengenai Presiden RI Ketujuh Joko Widodo (Jokowi) hanya akan hadir satu kali di sidang kasus
Viral Thailand Balikkan 8-20 Jadi 29-27 dari Timnas Voli Putri Indonesia, Pimpichaya Kokram Ungkap Rahasia Lolos Semifinal Asian Games 2026

Viral Thailand Balikkan 8-20 Jadi 29-27 dari Timnas Voli Putri Indonesia, Pimpichaya Kokram Ungkap Rahasia Lolos Semifinal Asian Games 2026

Sempat tertinggal jauh 8-20 di set kedua, Thailand mampu bangkit dan merebut kemenangan dramatis 29-27 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 3-0 atas Timnas Voli Putri Indonesia pada Minggu (20/9/2026).
Video Detik-Detik Jule Tak Sengaja Ngevape saat Live Ramai di Media Sosial, Dikaitkan dengan Kasus Etomidate

Video Detik-Detik Jule Tak Sengaja Ngevape saat Live Ramai di Media Sosial, Dikaitkan dengan Kasus Etomidate

Video Detik-detik Jule tak sengaja ngevape saat live ramai di media sosial, dikaitkan dengan kasus vape etomidate yang saat ini menjeratnya.
Pakek Torok Pengetahuan Tradisional Nelayan Labuhan Jambu Jadi KIK di Festival Hiu Paus 2026

Pakek Torok Pengetahuan Tradisional Nelayan Labuhan Jambu Jadi KIK di Festival Hiu Paus 2026

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas membuka Festival Hiu Paus 2026 bertajuk “Melestarikan Laut Menuju Pariwisata Berkelanjutan, Dari Teluk Saleh Untuk Dunia”

Trending

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Pecahkan Rekor, Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur, hingga Vanja Bukilic Datangi Megatron

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Pecahkan Rekor, Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur, hingga Vanja Bukilic Datangi Megatron

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri dan dunia olahraga voli. Berikut rangkumannya.
Lepas Rindu Jelang V-League, Kapten Red Sparks Sambangi Megawati Hangestri ke Suwon

Lepas Rindu Jelang V-League, Kapten Red Sparks Sambangi Megawati Hangestri ke Suwon

Setelah Vanja Bukilic, kini giliran pemain Red Sparks lainnya yakni kapten Yeum Hye-seon yang sempatkan diri kunjungi Megawati Hangestri langsung ke Suwon.
Tak Hanya Ucapan, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck untuk Rayakan Ulang Tahun Megawati Hangestri

Tak Hanya Ucapan, Hyundai Hillstate Hadirkan Food Truck untuk Rayakan Ulang Tahun Megawati Hangestri

Sebuah food truck yang berisikan kopi, matcha serta donat dihadirkan di area luar tempat latihan Hillstate di saat momen Megawati Hangestri berulang tahun ke-27
Alasan Polisi Tak Menahan Jule Meski Positif Gunakan Vape Etomidate

Alasan Polisi Tak Menahan Jule Meski Positif Gunakan Vape Etomidate

Selebgram Julia Prastini atau dikenal dengan nama Jule tak ditahan pihak kepolisian meskipun saat tes urin dinyatakan positif narkoba lewat vape etomidate.
Belum Debut Resmi di Korea, Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati Hangestri Jelang V-League 2026/2027

Belum Debut Resmi di Korea, Jordan Wilson Bongkar Pesan Megawati Hangestri Jelang V-League 2026/2027

Belum debut resmi di Korea Selatan, Jordan Wilson bongkar pesan Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate jelang V-League 2026/2027.
Persija Resmi Ajukan Banding Usai Sanksi Komite Disiplin PSSI Keluar, Tak Terima Terusir dari Kandang Hingga Denda Ratusan Juta

Persija Resmi Ajukan Banding Usai Sanksi Komite Disiplin PSSI Keluar, Tak Terima Terusir dari Kandang Hingga Denda Ratusan Juta

Persija keberatan dengan hukuman berupa dua pertandingan kandang di luar DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta denda tambahan yang dijatuhkan.
Rupiah Tertekan 7 Hari Beruntun, Industri Mulai Waspadai Lonjakan Biaya Impor

Rupiah Tertekan 7 Hari Beruntun, Industri Mulai Waspadai Lonjakan Biaya Impor

Rupiah melemah tujuh sesi beruntun ke Rp17.758 per dolar AS. Industri manufaktur, tekstil, dan farmasi mulai menghadapi tekanan biaya impor.
Selengkapnya

Viral