News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Wacana PDSI-Elnusa, Serikat Pekerja: Efisiensi Boleh, Kendali Negara Jangan Berkurang

Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP UPms III) menyoroti wacana business streamlining di lingkungan Pertamina, khususnya terkait penataan bisnis PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan PT Elnusa Tbk.
Rabu, 23 September 2026 - 19:53 WIB
Wacana PDSI-Elnusa, Serikat Pekerja: Efisiensi Boleh, Kendali Negara Jangan Berkurang
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP UPms III) menyoroti wacana business streamlining di lingkungan Pertamina, khususnya terkait penataan bisnis PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) dan PT Elnusa Tbk.

SPP UPms III meminta setiap opsi penataan tersebut dikaji secara transparan dan menyeluruh. Menurut serikat pekerja, efisiensi korporasi perlu tetap mempertimbangkan kepentingan jangka panjang Pertamina serta kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum SPP UPms III, M.N Hikam, mengatakan pihaknya mendukung perubahan yang dapat memperkuat kinerja Pertamina. Namun, penguatan bisnis tersebut dinilai tidak boleh mengurangi penguasaan negara terhadap kapabilitas strategis di sektor pengeboran migas.

“Jaga penguasaan negara atas kapabilitas strategis pengeboran migas, pastikan streamlining PDSI 100% Indonesia,” ujarnya.

SPP UPms III menilai struktur kepemilikan PDSI dan Elnusa menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pembahasan penataan bisnis tersebut.

Dalam pernyataannya, SPP UPms III menyebut kepemilikan PDSI sebesar 100 persen berada di bawah negara melalui Pertamina. Sementara itu, kepemilikan negara di Elnusa disebut sebesar 51,10 persen dan 48,90 persen saham lainnya dimiliki publik, termasuk investor domestik maupun asing.

Menurut SPP UPms III, perbedaan struktur kepemilikan tersebut berpotensi memengaruhi penguasaan negara terhadap aset strategis apabila PDSI ditempatkan dalam struktur pengelolaan Elnusa.

“Dari kondisi tersebut jelas terlihat jika PDSI dikelola oleh Elnusa maka penguasaan aset strategis yang dimiliki negara akan berkurang. Sementara pihak swasta/asing yang memiliki saham Elnusa tadi jelas akan diuntungkan. Pekerja pertamina bersuara seperti ini karena tidak menginginkan adanya privatisasi terselubung yang kedepannya akan merugikan negara dan berpotensi menguntungkan pihak asing,” katanya.

SPP UPms III menekankan bahwa kekhawatiran tersebut berkaitan dengan aspek penguasaan aset dan kapabilitas strategis, bukan semata-mata kepentingan pekerja.

Selain struktur kepemilikan, serikat pekerja juga menyoroti pengalaman dan kemampuan PDSI dalam menjalankan bisnis pengeboran migas.

SPP UPms III menyebut PDSI memiliki pengalaman selama puluhan tahun dalam pengeboran, engineering, teknologi, standar keselamatan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.

Kapabilitas tersebut, menurut mereka, merupakan bagian dari aset strategis yang perlu dipertahankan.

“Selain itu, PDSI memiliki puluhan tahun pengalaman dalam pengeboran, engineering, teknologi, standar keselamatan serta kompetensi sumber daya manusia. Kemampuan tersebut merupakan aset strategis negara yang harus dijaga. Jika kemampuan tersebut sepenuhnya dipandang hanya sebagai aset komersial, terdapat risiko bahwa keputusan bisnis jangka pendek mengalahkan kepentingan strategis jangka panjang,” tuturnya.

Karena itu, SPP UPms III meminta aspek kapabilitas pengeboran dan kepentingan strategis nasional turut menjadi pertimbangan dalam setiap keputusan terkait PDSI.

SPP UPms III juga menyoroti aspek tata kelola perusahaan. Serikat pekerja menyatakan PDSI telah memenuhi unsur Good Corporate Governance (GCG).

Menurut mereka, PDSI telah menjalani audit dan asesmen, baik dari pihak internal maupun eksternal, yang mencakup aspek operasional teknis dan finansial.

“Kemudian kami sampaikan bahwa secara transparansi saat ini PDSI telah memenuhi unsur-unsur Good Corpotate Governance (GCG) yang baik dengan banyaknya lembaga yang melakukan audit maupun assessment operasional teknis serta finansial terhadap PDSI baik dari pihak internal dan juga eksternal untuk menjamin keterbukaan informasi dan trasnparansi bisnis perusahaan. Dengan demikian kondisi saat inipun baik PDSI maupun Elnusa telah memiliki transparansi bisnis dan pemenuhan GCG yang baik,” katanya.

Serikat pekerja juga menegaskan bahwa sikap tersebut tidak berkaitan dengan kekhawatiran mengenai karier pekerja PDSI.

“Suara perkerja ini pun juga tidak ada hubungannya dengan kekhawatiran karir pekerja yang berpotensi terganggu apabila Elnusa mencaplok PDSI,sebab saat ini seluruh pekerja PDSI telah memiliki career path yang jelas dan terukur. Perjuangan kami murni mencegah privatisasi terselubung, bukan semata-mata untuk kepentingan pekerja,” ujarnya.

SPP UPms III memahami bahwa transformasi, sinergi, efisiensi dan penyederhanaan struktur perusahaan merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan daya saing.

Namun, serikat pekerja meminta proses tersebut tetap memperhatikan prinsip penguasaan negara sebagaimana tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945.

“SPP UPms III memahami bahwa transformasi, sinergi, efisiensi dan penyederhanaan struktur korporasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan daya saing. Namun Pasal 33 UUD 1945 harus tetap kita pegang teguh bahwa sektor energi pada prinsipnya menempatkan pengelolaan sumber daya alam untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan harus dikuasai 100% oleh negara,” tuturnya.

Atas dasar itu, SPP UPms III meminta Direksi Pertamina, pemerintah dan pemangku kepentingan memastikan setiap rencana streamlining PDSI-Elnusa didasarkan pada kajian yang transparan, komprehensif, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka juga meminta PDSI tetap berada dalam pengendalian penuh Pertamina dengan memperhatikan amanat Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945.

Selain itu, kedaulatan energi, ketahanan energi nasional dan penguatan kapabilitas drilling diminta menjadi parameter utama dalam pengambilan keputusan.

SPP UPms III juga meminta agar tidak terjadi pengalihan aset, bisnis, kontrak atau nilai ekonomi strategis yang merugikan Pertamina dan negara.

Perwakilan pekerja atau serikat pekerja juga diminta dilibatkan dalam pembahasan yang berdampak terhadap struktur organisasi, hubungan industrial serta masa depan perusahaan dan pekerja.

SPP UPms III menegaskan dukungannya terhadap perubahan yang dapat memperkuat Pertamina dan meningkatkan nilai tambah bagi negara.

Namun, serikat pekerja memberikan catatan agar proses streamlining tidak mengurangi kendali negara atas kemampuan strategis di sektor energi.

“SPP UPms III mendukung setiap perubahan yang memperkuat Pertamina, meningkatkan kinerja, dan memberikan nilai tambah bagi Negara. Namun, kami menolak apabila streamlining justru membuka ruang melemahnya pengendalian negara atas kapabilitas strategis energi yang berpotensi membuka celah privatisasi,” kata Hikam.

SPP UPms III menyatakan sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan bisnis Pertamina, perlindungan pekerja serta kepentingan negara dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan energi nasional.

Serikat pekerja juga menyatakan siap mendukung dialog konstruktif untuk mencari solusi yang dapat memberikan manfaat bagi Pertamina, negara dan seluruh pekerja.(raa)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI

Ruangan Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana dengan Kualitas Udaranya? Perubahan Udara Ruang Pasien Kini Diprediksi AI

Kualitas udara ruang pasien dapat berubah tanpa terlihat. Teknologi IoT dan AI kini digunakan untuk memantau NO2, CO2, dan TVOC sekaligus memprediksi kondisinya.
Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri Arsitektur Tak Lagi Sekadar Soal Desain, Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Perubahan Properti

Industri arsitektur dan konstruksi global menghadapi tuntutan digitalisasi, keberlanjutan, dan kolaborasi lintas sektor. Bagaimana peluangnya di Indonesia?
5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 Anime Isekai Action Terbaik yang Karakter Utamanya Overpowered

5 rekomendasi Anime isekai action dengan karakter utama overpower, mulai dari Rudeus, Ainz, Cid, Subaru hingga Rimuru yang punya kekuatan unik.
Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Rencana Hadapi Megawati Hangestri, Beri Pesan Khusus untuk Megatron

Vanja Bukilic Bicara Jujur soal Rencana Hadapi Megawati Hangestri, Beri Pesan Khusus untuk Megatron

Eks tandem Megawati Hangestri di Red Sparks, Vanja Bukilic, bicara jujur soal tantangan musim baru klubnya. Singgung soal Megatron yang kini jadi rival baru.
Pesangon Ruben Amorim usai Dipecat MU Akhirnya Terbongkar

Pesangon Ruben Amorim usai Dipecat MU Akhirnya Terbongkar

MU mengungkap pesangon Ruben Amorim setelah dipecat. Nilainya mencapai sekitar Rp201 miliar, lebih kecil dari perkiraan awal klub di laporan.
Lantik 120 Pengurus di Sultra, Ketum Peradi Profesional Tegaskan Advokat Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat

Lantik 120 Pengurus di Sultra, Ketum Peradi Profesional Tegaskan Advokat Harus Lebih Dekat dengan Masyarakat

Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI Profesional mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk empat wilayah di Sulawesi Tenggara (Sultra). 

Trending

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Gantikan Megawati Hangestri di Red Sparks, Zhong Hui Banjir Dukungan Volimania Jelang Liga Voli Korea 2026-2027

Pevoli China, Zhong Hui yang menggantikan Megawati Hangestri sebagai pemain Asia di Red Sparks, mendapatkan banyak dukungan dari volimania jelang bergulirnya Liga Voli Korea 2026-2027.
Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Kronologi Lengkap Video Mesum 'A Day in My Life' Viral, Pasangan Sesama Jenis yang Dikabarkan Terpapar HIV

Video mesum a day in my life berseliweran di medsos, dengan banyak potongan pendek video. Namun hal ini masih menunggu keterangan selanjutnya dari Kepolisian.
Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Red Sparks Resmi Perkenalkan Skuad, Nomor Punggung 8 Warisan Megawati Hangestri Kini Dipakai Pemain Lain

Kurang lebih setahun dijaga oleh Ko Hee-jin, kini nomor punggung 8 milik Megawati Hangestri di Red Sparks secara resmi diberikan kepada pemain lain musim depan.
Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Fakta-fakta Kasus Savanna Azzahra: Gadis yang Kakaknya Selingkuh dengan Calon Suami hingga Hamil 3 Bulan

Inilah kumpulan fakta dari kasus Savanna Azzahra atau Anne, gadis yang kakaknya akui berselingkuh dengan calon suaminya hanya H-3 sebelum prosesi pernikahan.
Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Deretan Calon Bestie Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate, 4 Nama Ini Paling Sering Jadi Sorotan

Megawati Hangestri kini menjalani petualangan baru bersama Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea. Mengenal empat pemain yang bisa menjadi calon bestie Megatron.
Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Jay Idzes dan Dony Tri Gagal Perkuat Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, John Herdman: Kami Cukup Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, merasa cukup beruntung dengan kembalinya para pemain diaspora ke skuadnya. Meski begitu, Jay Idzes dan Dony Tri Pamungkas gagal tampil akibat cedera.
Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Hillstate Harus Bayar Rp7 Miliar Per Musim Hanya untuk Duetkan Jordan Wilson dan Megawati Hangestri? Ini Detailnya

Kurang lebih Rp7 miliar dana yang harus dikeluarkan Hyundai Hillstate pada musim depan demi menduetkan Megawati Hangestri dengan Jordan Wilson di V-League.
Selengkapnya

Viral