Indonesia Bidik Investasi Teknologi Global untuk Bangun Industri Masa Depan
- Gambar ilustrasi AI
“Kini kita ingin bangun talenta dan industrinya, dan inilah yang kami tawarkan kepada investor melalui peta jalan yang akan kami jabarkan bersama,” kata Sigit.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang yang ditawarkan kepada investor tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku. Pengembangan talenta dan kapasitas industri juga menjadi bagian dari arah investasi yang ingin dibangun. Danantara Indonesia berharap dapat berperan sebagai pionir sekaligus penggerak industri berbasis teknologi di Tanah Air.
Peraih Nobel hingga Perusahaan Teknologi Global Dilibatkan
Untuk mempertemukan perspektif ekonomi, riset, kebijakan, dan kebutuhan industri, DTIIF 2026 dijadwalkan menghadirkan sejumlah tokoh internasional. Di antaranya adalah Prof. Peter Howitt, peraih Nobel Ekonomi 2025 sekaligus Profesor Emeritus Brown University, Amerika Serikat.
Howitt dikenal melalui penelitiannya mengenai hubungan inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pemikirannya tentang creative destruction menjelaskan bagaimana teknologi dan model bisnis baru dapat menggantikan pendekatan lama, sekaligus mendorong perubahan dalam struktur perekonomian.
Tokoh lainnya adalah Prof. Thomas J. Sargent, peraih Nobel Ekonomi 2011 dan Profesor Ekonomi New York University. Penelitiannya mengenai ekspektasi rasional membahas bagaimana perkiraan pelaku ekonomi terhadap masa depan memengaruhi dampak kebijakan fiskal dan moneter, termasuk terhadap investasi, inflasi, dan pertumbuhan.
Dari unsur pemerintah dan otoritas, forum ini dijadwalkan melibatkan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria.
Perspektif pengembangan teknologi dan penerapan hasil riset juga akan hadir melalui Kikuo Kishimoto dari Technology and Innovation Strategy Center (TSC), NEDO, sekaligus Professor Emeritus Institute of Science Tokyo; Global Chief Technology Officer Hitachi Energy, Gerhard Salge; serta César A. Hidalgo, Direktur Center for Collective Learning di Toulouse School of Economics yang dikenal atas kajiannya mengenai *economic complexity*.
Keterlibatan industri turut menjadi bagian penting. Sejumlah pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Harsh Dhand dari Google APAC, Jasmine Begum dari Microsoft ASEAN, Nanang Hendarno dari Telkom Indonesia, serta Oki Muraza dari Pertamina.
Load more