Menguasai Bahasa Thailand Bisa Buka Peluang Kerja di Berbagai Bidang, Salah Satunya Sutradara
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Kesempatan tersebut akhirnya datang ketika Gandhi mulai mengembangkan proyek series di Thailand. Kemampuan bahasa yang sebelumnya dipelajari karena ketertarikan pribadi kemudian harus digunakan dalam situasi kerja yang sebenarnya.
Sebagai sutradara, ia tidak cukup hanya memahami percakapan sehari-hari. Ia perlu menjelaskan emosi karakter, blocking, tempo dialog, serta berbagai detail adegan kepada aktor dan kru.
“Kalau ngobrol sehari-hari mungkin masih bisa santai. Tapi ketika directing, aku harus bisa menjelaskan emosi karakter, blocking, tempo dialog, sampai detail adegan kepada aktor dan kru. Di situ aku baru benar-benar merasa bahwa semua waktu yang aku habiskan untuk belajar bahasa Thai ternyata ada gunanya,” katanya.
Kemampuan bahasa Thailand-nya masih terus berkembang. Meski begitu, ia memilih berkomunikasi langsung dengan tim lokal selama produksi. “Aku masih terus belajar sampai sekarang. Masih banyak yang belum aku kuasai. Tapi justru menyenangkan ketika sesuatu yang dulu aku pelajari karena suka, sekarang menjadi bagian dari pekerjaan aku,” lanjutnya.
Badminton Boys Jadi Bukti Peluang Lintas Negara
Kemampuan bahasa tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari perjalanan menggarap Badminton Boys กัปตันครับ ผมจะจีบพี่. Series ini mengambil latar kehidupan mahasiswa dan olahraga badminton. Ceritanya mengikuti pertemuan dua mahasiswa yang kemudian berkembang menjadi rivalitas di lapangan badminton.
Dalam proyek tersebut, Gandhi bekerja bersama aktor dan kru Thailand. Pengalaman ini sekaligus membuatnya harus beradaptasi dengan sistem produksi dan budaya kerja yang berbeda dari industri film Indonesia.
“Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang membuat pengalaman ini menarik buat aku,” jelasnya.
Pengalaman tersebut bukan tujuan akhir. Ia masih ingin mengerjakan proyek di Indonesia sembari membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri dari negara lain.
- ist
“Aku percaya kita nggak selalu harus tahu hasil akhirnya ketika mulai belajar sesuatu. Kadang kita mulai karena memang suka dan konsisten menjalaninya. Beberapa tahun kemudian, ternyata hal itu bisa membawa kita ke tempat yang sebelumnya nggak pernah kita bayangkan,” ujarnya.
Load more