News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ray Rangkuti soal G30S: Perbedaan Pendapat Jangan Diselesaikan dengan Senjata, tapi Dialog

Ray Rangkuti mengingatkan peringatan G30S harus menjadi pelajaran demokrasi: perbedaan pendapat tidak diselesaikan dengan senjata, tetapi melalui dialog dan
Rabu, 30 September 2026 - 17:07 WIB
Direktur Lingkar Madani (LIMA) sekaligus pengamat politik Ray Rangkuti
Sumber :
  • Rizki Amana

Komnas HAM juga menyatakan bahwa penyelidikan pro-yustisia terhadap Peristiwa 1965-1966 menemukan unsur yang disebut luas dan sistematis serta mengategorikannya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa dampak konflik politik dan ideologi pada periode tersebut tidak hanya berbentuk perubahan kekuasaan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat dan korban dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ray Rangkuti Ingatkan Bahaya Ketika HAM dan Kebebasan Berpendapat Merosot

Bagi Ray, pelajaran dari sejarah tidak berhenti pada pentingnya demokrasi dan penghormatan terhadap HAM. Ia juga menyoroti kebebasan berpendapat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keduanya.

“Dan saat yang bersamaan, saya kira sudah waktunya kita ingatkan terus ya betapa penting perlindungan hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat kepada kita,” ujar Ray.

Menurutnya, kebebasan berpendapat dan penghormatan terhadap HAM memiliki hubungan erat. Ketika ruang kebebasan menyempit bersamaan dengan menurunnya penghormatan terhadap hak asasi manusia, kondisi tersebut dapat membuka peluang munculnya persoalan kemanusiaan.

“Sebab begitu kebebasan hak asasi... apa, dan merendah penghormatan terhadap hak asasi manusia, yang sejiwa dengan itu merendahnya penghormatan terhadap kebebasan berpendapat, itu berpeluang menjadi krisis kemanusiaan.”

Pernyataan Ray tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ia kaitkan dengan momentum peringatan G30S. Baginya, mengingat sejarah bukan hanya persoalan mengenang sebuah peristiwa yang terjadi puluhan tahun lalu, tetapi juga memahami konsekuensi ketika konflik politik tidak lagi dikelola melalui mekanisme demokratis.

Dalam konteks itu, dialog menjadi kata kunci. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan politik dan demokrasi, tetapi cara menghadapi perbedaan menentukan apakah konflik dapat dikelola atau justru berkembang menjadi kekerasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejarah Indonesia pada 1965 juga memperlihatkan bahwa dampak sebuah konflik politik dapat berlangsung jauh lebih panjang daripada peristiwanya sendiri. Komnas HAM masih mencatat Peristiwa 1965-1966 sebagai bagian dari perkara pelanggaran HAM berat masa lalu yang proses penyelesaiannya menjadi perhatian lembaga tersebut.

Karena itu, ketika peringatan G30S kembali hadir setiap tahun, pesan yang disampaikan Ray Rangkuti dapat dibaca sebagai ajakan untuk melihat sejarah dari sisi pembelajaran demokrasi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jauh Sebelum Era Aidit, Inilah Dua Tokoh Senior PKI Disegani Internasional: Ada yang Belajar Langsung ke Stalin

Jauh Sebelum Era Aidit, Inilah Dua Tokoh Senior PKI Disegani Internasional: Ada yang Belajar Langsung ke Stalin

Nama Dipa Nusantara (DN) Aidit selama ini identik sebagai pucuk pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) sekaligus tokoh kunci di balik peristiwa berdarah G30S -
Soal Kematian Sutrimo, Polda Metro Jaya Ungkap Belum Menemukan Bukti Tindak Pidana

Soal Kematian Sutrimo, Polda Metro Jaya Ungkap Belum Menemukan Bukti Tindak Pidana

Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa dalam peristiwa tewasnya Karumga Eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yakni Sutrimo, yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, belum ditemukan adanya tindak pidana yang terjadi.
Esteban Ocon Resmi Tinggalkan Haas, Ungkap Karier Formula 1 Belum Berakhir

Esteban Ocon Resmi Tinggalkan Haas, Ungkap Karier Formula 1 Belum Berakhir

Esteban Ocon resmi mengumumkan bahwa dirinya telah mengakhiri kerjasamanya dengan Haas. Pembalap asal Prancis itu tak akan memperkuat Haas di Formula 1 2027.
Wasit Piala Asia 2027 Gunakan Kamera di Tubuh, AFC Perkenalkan Teknologi Anyar

Wasit Piala Asia 2027 Gunakan Kamera di Tubuh, AFC Perkenalkan Teknologi Anyar

Piala Asia 2027 akan digelar di Arab Saudi ada 7 Januari sampai 5 Februari 2026 mendatang. Kurang dari 3 bulan lagi, AFC memperkenalkan sejumlah teknologi yang akan diterapkan pada turnamen. 
3 Pemain Ini Diprediksi Dicadangkan John Herdman Saat Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Nomor 1 Maarten Paes

3 Pemain Ini Diprediksi Dicadangkan John Herdman Saat Timnas Indonesia Vs Bangladesh, Nomor 1 Maarten Paes

Tiga pemain Timnas Indonesia diprediksi menjadi cadangan saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A, termasuk kiper utama yang sebelumnya tampil.
Dua Musim di V-League Bikin Megawati Hangestri Berubah, Akui Sudah Terbiasa Lakukan ini dengan Pevoli Korea

Dua Musim di V-League Bikin Megawati Hangestri Berubah, Akui Sudah Terbiasa Lakukan ini dengan Pevoli Korea

Megawati Hangestri bersiap menjalani musim ketiganya di Liga Voli Korea bersama Hillstate. Usai dua musim di V-League, Megatron ungkap perubahan besar dirinya.

Trending

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Lima Bulan Kasus Penganiayaan Murid SD, Polisi Sebut Perkara Sudah Naik Penyidikan

Miarni Oktari Yanti(27), ibu dari M. Khalifah Siddiq(9), mengajukan Surat Pengaduan Masyarakat (DUMAS) karena mempertanyakan perkembangan perkara yang dilaporkannya sejak April 2026. Kasus tersebut bermula dari dugaan penganiayaan terhadap korban pada 19 April 2026 di SD Swasta IT Tahfiidzul Qur’an Al Umm Smart Centre.
Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Klasemen Medali Asian Games 2026, Rabu 30 September Pagi: Tim Indonesia Tertahan Meski Leo/Daniel Sumbang Emas

Update klasemen medali Asian Games 2026 per Rabu (30/9/2026) pukul 04.00 WIB. Tim Indonesia masih tertahan meski berhasil meraih satu medali emas dari cabor bulu tangkis.
Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Bung Towel Tak Ragu Kritik Thom Haye, Pengambilan Keputusan, Emosional Hingga Posisi yang Salah Sejak Piala AFF

Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung di menit 37 yang membuat Timnas Indonesia hanya mencatat hasil imbang di laga Vs Malaysia. 
6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

6 Zodiak Paling Hoki Soal Karier Besok 1 Oktober 2026

Berikut ini enam zodiak yang diprediksi bakal paling beruntung soal karier pekerjaan besok, 1 Oktober 2026, cek adakah zodiak milikmu.
Selengkapnya

Viral