Mengenal Quraish Shihab, Cendekiawan Muslim yang Kini Jadi Anggota Wantimpres Prabowo, Punya Kiprah Panjang di Pemerintahan
- Antara
Di luar aktivitas akademik, kiprahnya juga meluas ke berbagai lembaga keagamaan dan pemerintahan. Quraish Shihab pernah terlibat dalam Majelis Ulama Indonesia, Lajnah Pentashih Al-Qur'an Departemen Agama, serta Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional.
Pada 1998, ia dipercaya menjadi Menteri Agama Republik Indonesia dalam Kabinet Pembangunan VII.
- ANTARA
Setahun kemudian, Quraish Shihab mendapat tugas diplomatik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Mesir, merangkap Djibouti dan Somalia, untuk periode 1999–2002.
Pengalamannya tidak berhenti di pemerintahan. Quraish Shihab juga aktif dalam pengembangan kajian Al-Qur'an.
Pada 2004, ia mendirikan Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ), lembaga yang memiliki visi membumikan nilai-nilai Al-Qur'an di tengah masyarakat pluralistik. Hingga kini, Quraish Shihab tercatat sebagai salah satu Dewan Pakar PSQ.
PSQ menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari kajian Al-Qur'an, pendidikan, literasi, hingga pengembangan Tafsir Al-Mishbah dalam format digital.
Kini Bergabung dengan Wantimpres
Dengan pengalaman panjang tersebut, Quraish Shihab kini kembali mendapat amanah di tingkat pemerintahan sebagai anggota Wantimpres.
Dalam susunan Wantimpres yang baru, ia berada bersama sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang.
Secara kelembagaan, Wantimpres bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Para anggotanya juga telah menyatakan kesiapan untuk memberikan masukan sesuai dengan peran yang diberikan kepada lembaga tersebut.
Bagi Quraish Shihab, pengalaman sebagai akademisi, tokoh keagamaan, mantan Menteri Agama, diplomat, serta penggiat kajian Al-Qur'an menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum kembali mengambil peran di lingkar pemerintahan. (asl)
Load more