Riset Evident: Bukan Sekadar Pendamping Menteri, Ini Peran Strategis Wamen dan Waka Badan di Kabinet Prabowo
- ANTARA
tvOnenews.com - Wakil menteri dan wakil kepala badan kerap dipandang sebagai pelengkap dalam struktur pemerintahan. Padahal, posisi mereka tidak hanya berkaitan dengan pembagian tugas birokrasi, tetapi juga berpengaruh terhadap cara masyarakat menilai keberhasilan maupun persoalan yang dihadapi sebuah lembaga negara.
Di tengah derasnya arus informasi, citra pemerintah tidak semata-mata ditentukan oleh kebijakan menteri atau kepala lembaga. Pernyataan pejabat, capaian program, pemberitaan media, hingga percakapan di media sosial turut membentuk persepsi publik.
Satu tindakan pejabat bisa memperkuat kepercayaan masyarakat, tetapi juga berpotensi menyeret nama lembaga ke dalam kontroversi.
Temuan tersebut menjadi salah satu sorotan Evident Institute Indonesia melalui kajian mengenai popularitas dan sorotan publik terhadap wakil menteri (wamen) serta wakil kepala badan (waka badan) Kabinet Merah Putih selama 3 September 2025 hingga 3 September 2026.
Riset ini menunjukkan bahwa popularitas dan kinerja merupakan dua hal berbeda, sehingga banyaknya pemberitaan tidak otomatis menandakan keberhasilan ataupun citra positif seorang pejabat.
Riset Evident: Wamen dan Waka Badan Punya Peran Strategis dalam Citra Pemerintah
Dalam kajian bertajuk Kajian Analisis Popularitas dan Sorotan Publik terhadap Wakil Menteri (Wamen) dan Wakil Kepala (Waka) Badan Kabinet Merah Putih Periode 3 September 2025–3 September 2026, Evident menganalisis 63 tokoh untuk melihat pola pemberitaan dan sorotan publik terhadap para pejabat tersebut.
Head of Research Evident Institute Antonius Ivan Sudibyo menjelaskan bahwa penilaian masyarakat terhadap pejabat pemerintah berlangsung melalui berbagai saluran, baik pemberitaan media massa maupun aktivitas organik di media sosial.
“Dalam negara demokrasi yang menempatkan kebebasan berpendapat, publik secara langsung memberikan penilaian mereka pada para Wamen dan Waka Badan secara organik. Media massa memberikan porsi pemberitaan yang diproses melalui proses redaksi, sementara masyarakat melalui unggahan maupun tanggapan aktif di media sosial,” tutur Antonius, Rabu (7/10).
Namun, tingginya perhatian publik tidak selalu membawa dampak positif. Perilaku individu pejabat dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap lembaga yang menaunginya. Sebaliknya, capaian institusi yang baik juga berpotensi tidak mendapat perhatian memadai ketika ruang publik dipenuhi kontroversi.
Load more