Riset Evident: Bukan Sekadar Pendamping Menteri, Ini Peran Strategis Wamen dan Waka Badan di Kabinet Prabowo
- ANTARA
Nama lain yang mendapat perhatian adalah Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan yang mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Pada tahun pertama kementerian tersebut berdiri sebagai entitas pelaporan tersendiri, Indeks Pembangunan Kebudayaan 2025 mencapai 59,98, melampaui target 58,39.
Giring juga menyoroti perkembangan industri musik nasional. Ia menyampaikan bahwa data evaluasi Spotify yang diterima pemerintah menunjukkan musik Indonesia menguasai 80 persen tangga lagu teratas. Informasi tersebut dibawa ke Konferensi Musik Indonesia di Makassar sebagai bahan pembahasan kebijakan.
Ia turut mendorong pemahaman budaya sebagai sumber inspirasi kreativitas dan inovasi generasi muda, bukan sekadar warisan yang perlu dilestarikan. Platform digital dipandang dapat memperluas jangkauan budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Popularitas Pejabat Tak Selalu Positif, Evident Soroti Ilusi Megafon
Temuan lain dari kajian Evident menunjukkan bahwa volume pemberitaan yang tinggi tidak selalu mencerminkan citra positif atau dukungan organik masyarakat. Untuk memberikan perspektif pembanding, lembaga tersebut merujuk laporan Reportica yang mengukur popularitas para wakil menteri di media sosial sepanjang Agustus 2026.
Dalam laporan itu, Ossy Dermawan, Wakil Menteri ATR sekaligus Wakil Kepala BPN, mencatat jumlah sebutan tertinggi sebanyak 6.108. Namun, seluruh sebutan tersebut berasal dari kanal kementerian sendiri. Pola ini disebut sebagai “Ilusi Megafon”, yakni tingginya angka penyebutan yang tidak serta-merta menggambarkan percakapan organik dari masyarakat.
Sebaliknya, Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, memimpin popularitas organik dengan 1.677 sebutan tanpa bantuan kanal pribadi. Todotua Pasaribu menyusul dengan 1.048 sebutan organik.
Jumlah penyebutan yang besar juga tidak selalu berbanding lurus dengan sentimen positif. Dahnil Anzar Simanjuntak, Wakil Menteri Haji dan Umrah, tercatat memperoleh 1.810 sebutan, dengan 57,2 persen di antaranya bernada negatif menurut laporan pembanding tersebut.
Persoalan tata kelola turut menjadi bagian dari pembacaan terhadap sorotan publik. Evident mencontohkan nama Immanuel Ebenezer Gerungan, mantan pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan yang telah berstatus terpidana, serta Silmy Karim dan dua pejabat Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, yang disebut berstatus tersangka dalam bahan kajian. Keempatnya dilaporkan telah diberhentikan dari jabatan.
Load more