Riset Evident: Bukan Sekadar Pendamping Menteri, Ini Peran Strategis Wamen dan Waka Badan di Kabinet Prabowo
- ANTARA
Penyebutan status hukum tersebut perlu dibaca sesuai konteks dan asas praduga tak bersalah bagi mereka yang berstatus tersangka. Kasus-kasus yang disorot juga memperlihatkan pentingnya pengawasan internal, terutama pada lembaga yang menjalankan program prioritas nasional berskala besar.
Berdasarkan temuan tersebut, Evident merekomendasikan tiga langkah: memperkuat pengawasan internal, memperbarui basis data pemantauan seiring perubahan susunan kabinet dan perkembangan proses hukum, serta membedakan popularitas dari ukuran kinerja.
“Jumlah atau volume pemberitaan bukan indikator kinerja pejabat publik, karena kajian ini menunjukkan bahwa keduanya adalah sumbu yang berbeda dan tidak berbanding lurus,” pungkas Antonius.
Kajian tersebut memetakan pemberitaan daring terhadap 63 tokoh selama satu tahun, dengan menghimpun 392 artikel dari 66 sumber media atau rata-rata 6,2 artikel per tokoh. Data dikumpulkan melalui Google News RSS dan disaring menggunakan daftar media nasional berdasarkan kurasi manual yang merujuk data Dewan Pers.
Evident menegaskan bahwa riset ini bersifat deskriptif dan merupakan penjajakan awal, bukan penilaian kinerja pejabat. Kajian tersebut juga tidak memuat analisis sentimen secara menyeluruh, sementara data hasil penjaringan otomatis dapat berubah dan berpotensi memuat penyebutan nama orang lain yang kebetulan sama.
Kinerja yang terukur, akuntabilitas, serta kemampuan membangun komunikasi yang dipercaya masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam membentuk citra lembaga pemerintah. (udn)
Load more